5 Hal Membuat Orang Tua Mau Begadang Membacakan Buku Cerita Anak

gangguan kesehatan anak balita disleksia

www.ibudanbalita.com

Semua orang pasti tahu pentingnya membacakan buku cerita anak. Hal ini seolah sudah menjadi nasihat turun menurun dari orang tua kita dulu hingga sekarang. Sayangnya, sulitnya bukan main agar semua orang tua mau melaksanakan nasihat tersebut.

Bagaimana dengan ibu? Apakah ibu rutin membacakan buku untuk sang buah hati? Agar ibu semakin semangat membacakan buku, berikut ini ada informasi penting kenapa ibu harus membacakan buku untuk si kecil. Setidaknya, hal tersebutlah yang membuat banyak orang tua yang mau begadang hingga malam hari untuk membacakan cerita. Walaupun mereka lelah setelah bekerja seharian, mereka tetap berusaha membuka mata agar bisa menghantarkan si kecil tidur pulas sambil membacakan buku.

  1. Meningkatkan Kemampuan Berbahasa

Apakah si kecil sudah mulai belajar berbicara? Jika ya, membacakan buku cerita untuk anak adalah cara yang tepat untuk mempercepat proses belajar bicara.  Bahkan, ini lebih efektif ketimbang mengajaknya bicara. Namun, bukan berarti ibu tidak perlu mengajaknya berbicara ya.

Membacakan buku cerita bisa merangsang otak si kecil. Inilah yang membuat otak terus bekerja, menangkap kalimat yang ibu ucapkan yang kemudian disimpan di dalam memori. Lebih dari itu, membacakan buku cerita itu lebih menarik. Apalagi jika buku tersebut terdapat gambar-gambar berwarna-warni. Karena ketertarikan inilah yang membuat anak lebih antusias untuk mendengarkan cerita. Dengan demikian, ia lebih mudah menangkap kosakata yang ibu ucapkan. Semakin banyak kosakata yang ia bisa tangkap, maka semakin mudah ia menirukan untuk mengucapkannya.

  1. Mengajarkan Bersikap Baik

Kok bisa? Tentu saja bisa. Membacakan buku bacaan anak-anak menjadi salah satu cara untuk mengajarkan tentang akhlaq yang baik. Hal ini disebabkan kebanyakan cerita anak-anak itu memuat sebuah nasihat yang baik.

Namun, ada satu hal yang perlu ibu ketahui. Si kecil mungkin saja tidak bisa menangkap mana yang harus ia tiru dan mana yang tidak. Maka dari itu, selain membacakan buku cerita, ibu juga harus menjelaskan ide-ide atau amanah yang ingin disampaikan pada cerita tersebut. Artinya, ibu harus jelaskan mana yang harus anak tiru dan mana yang tidak.

Amanah ini bisa ibu jelaskan di akhir sebuah cerita. Akan lebih baik jika ibu menjelaskan hal tersebut di saat anak hampir tertidur, yaitu ketika di masa transisi masuk ke alam bawah sadar. Menurut pakar psikologi anak, pada saat itulah otak bekerja dan menangkap apa yang ibu bicarakan. Dan ingatan tersebut akan muncul kembali ketika anak sudah dewasa nanti. Jadi, pastikan ibu memberikan nasihat yang baik agar di kemudian hari, anak bisa mengingat apa yang ibu katakan yang berupa amanah dari sebuah cerita anak.

  1. Mengembangkan Memori

Setiap orang tua pasti ingin anaknya cerdas. Dan salah satu faktor penyebab anak cerdas adalah memori yang sangat tinggi. Untuk mendapatkan hal tersebut, anak harus mendapatkan stimulus secara terus menerus. Salah satu stimulus yang tepat adalah dengan membacakan buku cerita anak-anak.

Mengapa ini bisa terjadi? Mungkin si kecil belum bisa membaca. Akan tetapi, karena ibu membacakan buku, maka semakin banyak wawasan yang akan si kecil dapatkan. Semakin banyak cerita dan tema yang ibu bacakan, maka semakin banyak pengetahuan yang akan diperoleh.

Maka dari itu, usahakan agar ibu terus mengupdate buku-buku cerita anak yang baru. Jangan hanya membacakan cerita tentang hewan. Pilihkan cerita-cerita teladan orang-orang hebat yang ada di sekitar. Dengan demikian, ibu bisa semakin mudah memberikan penjelasan tentang amanah atau pesan moral yang ingin disampaikan melalui cerita tersebut.

  1. Mengenalkan Budaya Membaca

Banyak orang tua yang ingin sekali anaknya cepat membaca. Maka dari itu, mereka tidak segan-segan memilihkan sekolah taman kanak-kanak yang mahal sekalipun asalkan ada garansi bahwasannya anak segera bisa membaca.

Tentu itu hal yang tidak salah. Akan tetapi, yang menjadi persoalan adalah ketika anak sudah bisa membaca justru mereka tidak memiliki minat membaca. Lihat saja banyak anak-anak SD, SMP, SMA, dan bahkan mereka yang sudah duduk di bangku Universitas mau membaca buku hanya karena tugas, bukan karena keinginannya sendiri.

Apa yang salah? Yang salah adalah pola pembelajarannya. Biarkan saja anak secara alami belajar membaca. Jangan terlalu didorong agar cepat belajar. Yang harus didorong adalah bagaimana agar anak mencintai buku dan suka membaca buku. Maka dari, ibu bisa kenalkan budaya membaca melaluh hal yang sangat sederhana, yaitu membacakan sebuah buku cerita anak setiap hari.

  1. Belajar Analisa

Anak kecil bisa melakukan analisa? Bisa. Hanya saja, bukan analisa seperti orang dewasa. Analisanya bisa berupa bayang-bayang tentang sebuah karakter atau imajinasi tentang sebuah cerita.

Semakin sering ibu membacakan sebuah cerita, anak akan semakin terbiasa menebak mana karakter yang baik yang harus ditiru, bagaimana ending sebuah cerita, bahkan anak juga bisa menunjukkan ide tentang bagaimana seharusnya sebuah cerita berakhir. Bukankah menyenangkan bisa melihat perkembangan anak seperti itu?

Maka dari itu, sisakan energi untuk terus membacakan buku cerita anak setiap hari. Ini bukan sekedar sarana agar semakin dekat dengan sang buah hati, melainkan juga untuk memaksimalkan perkembangannya. Dan membacakan buku menjadi cara yang paling sederhana untuk menyiapkan masa depan si kecil lebih cemerlang. Hal ini bisa dibuktikan betapa mengagumkan perkembangan anak di masa depan jika ibu membiasakan membacakan buku untuk sang buah hati.

Share and Enjoy

  • Facebook
  • Twitter
  • Google Plus

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *