5 Tanda Bayi Cerdas

tanda bayi cerdas

www.ibudanbalita.com

Tanda bayi cerdas tentu diharapkan muncul dalam diri bayi bagi orang tua manapun. Dengan kemampuan otak diatas rata – rata, keselamatan di masa depan bisa lebih terjamin dibanding bayi yang tidak memiliki harapan sama sekali. Ada baiknya, orang tua mulai memperhatikan gerak gerik bayi guna mengetahui apakah ada kemungkinan anak diberkahi otak diatas normal.

Berikut ini tanda – tanda yang biasa nampak pada bayi dengan kemampuan lebih dibanding sebayanya :

  1. Ingatan Cukup Kuat

    Ingatan adalah kemampuan manusia mereka ulang kejadian termasuk detil di masa lampau demi keberlangsungan masa sekarang. Masing – masing orang memiliki daya ingat berbeda, manapun itu tidak dapat dipungkiri memori memegang banyak peranan dalam hidup. Sekolah jaman sekarang sangat mengutamakan daya ingat sebagai senjata terselubung kelulusan. Begitu banyak materi disuguhkan tanpa melihat catatan dengan harapan ilmu yang diberikan menempel di kepala, kembali lagi, kemampuan ingatan maju ke garis depan.

    Dalam hidup ini, nyaris tidak ada satupun hal dilakukan tanpa memerlukan ingatan yang kuat. Malahan, bisa dibilang sebagian besar hidup manusia dilalui dengan mengingat. Tidak heran, berbagai alat bantu seperti calendar, catatan, organizer, sekretaris pribadi, sampai dengan hand phone dilengkapi dengan fitur yang bertujuan mengingatkan pengguna akan momen penting. Kebahagiaan seseorang diisi dengan ingatan yang dalam, bahkan sosialisasi juga membutuhkan ingat. Bayangkan saja, berapa banyak pertengkaran didasari oleh kesalah pahaman akibat ingatan berbeda dari kedua belah pihak.

    Dapat dikatakan orang dengan ingatan kuat memang sungguh diberkahi. Tidak banyak orang di dunia bisa mengingat hal – hal detil. Apabila ayah bunda menyadari bayi sangat memudah ingat akan sesuatu, maka bayi dapat dipastikan memiliki anugrah berupa kecerdasan. Sebagai contoh, bayi ingat dimana bunda menaruh mainan atau dia dapat memberi tahu bunda dan ayah kejadian beberapa hari lampau atau sesuatu yang dia lihat. Dengarkan dengan seksama cerita yang disampaikan bayi anda meskipun di awal rasa bingung bisa saja menyelimuti terlebih pada bayi berusia muda yang bicaranya kurang jelas.

  2. Sambungan Informasi

    Orang dewasa tentu tidak kesulitan menyimpulkan sesuatu berdasarkan informasi yang dipunya. Ketika dikatakan bahwa bayi menangis, otak ayah dan bunda tentu langsung memikirkan kemungkian penyebab bayi mengeluarkan air mata. Ngompol? Lapar? Atau bosan? Tak jarang orang tua mengaitkan asumsi berdasarkan waktu menangis bayi. Metode yang digunakan orang dewasa guna memprediksi suatu kejadian tentu bukan hal aneh dan terasa mudah. Sejatinya, membuat asumsi berdasarkan informasi yang dipunya tidak semudah membalik telapak tangan bagi bayi.

    Neuron berjalan dari satu bagian ke bagian lain guna mengumpulkan informasi relevan dengan kesimpulan berdasarkan rutinitas. Jalur penyebrangan neuron mirip dengan jembatan penyebrangan mobil yang digunakan manusia. Otak anak masih dalam tahap perkembangan yang berarti ‘jembatan’ neuron masih dalam tahap kontruksi. Seharusnya, anak dengan kecerdasan rata – rata belum mampu membuat kesimpulan dengan informasi yang ia punya di usia belia. Bayi yang bereaksi senang ketika bunda masuk ke dalam dapur sebagai pertanda makan siang kesukaannya akan siap bisa menjadi tanda bahwa bayi sudah mampu memadu padankan pola sehingga menimbulkan kesimpulan.

  3. Bayi Aktif Berbicara

    Terkadang kecepatan otak tidak mengimbangi tubuh adalah kondisi yang paling tepat menggambarkan situasi si kecil. Ciri bayi yang cerdas tentu saja perkembangan otak yang lebih cepat dan luas dibanding anak pada umumnya. Hal ini menjadikan anak menyerap informasi lebih banyak dan ingin menyampaikan pada orang dewasa. Lidah bayi umumnya masih kaku sehingga berkata – kata bukan hal yang enteng. Kebanyakan ocehan bayi terdengar mirip gumaman sehingga sering tidak dihiraukan orang dewasa. Sebagai orang tua, perhatikan tutur kata bayi meski tidak jelas sekalipun. Bisa jadi, bayi sedang berusaha menyampaikan jalan pikirannya walau sekedar melihat balon atau pesawat lewat sekalipun. Perhatian orang tua bisa memancing bayi untuk tetap mengasah otak dengan berbicara.

  4. Bayi Sensitif

Banyak orang mengaitkan bentuk empati dengan lemah. Memiliki belas kasihan terhadap mahluk hidup bukan bentuk kelemahan, justru dengan mampu merasakan kasih sayang, manusia bisa menjalani hidup yang lebih bermakna. Kemampuan empati tidak bisa dianggap hal enteng terlebih bagi anak kecil yang belum mengerti kerasnya hidup. Pikiran polos bayi seharusnya belum mampu membedakan jahat dan baik, menjadikan empati sedikit sulit untuk muncul.

Bayi dengan kecerdasan tinggi bisa merasakan apabila ada yang keliru dalam kondisi seseorang, menjadikan bayi mampu merasa kasihan dan melindungi objek yang ia lihat. Orang tua bisa saja mendapati bayi menangis saat melihat acara tv ketika ia menyadari ada salah satu tokoh mendapat musibah. Ayah bunda sebaiknya mengajarkan perasaan yang sedang dialami si kecil dibanding hanya mengalihkan perhatiannya saja.

  1. Bayi Menyenangi Buku

    Buku merupakan jendela dunia, suatu kiasan umum penuh makna. Ya, informasi dalam buku tidak dapat diremehkan, bahkan bisa dikatakan buku adalah jalan dimana seseorang bisa mendapat ilmu yang telah lolos seleksi. Percaya atau tidak, bayi yang cerdas secara naluriah tertarik dengan buku. Entah hanya mengambil koran ayah, atau buku di rak untuk dibalik – balik dan diamati, sudah cukup menjadi pertanda bahwa bayi cukup cerdas. Orang tua bisa mencoba menyediakan buku di sekeliling bayi dan perhatikan apakah tanda bayi cerdas satu ini berlaku bagi si kecil.

Share and Enjoy

  • Facebook
  • Twitter
  • Google Plus

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *