8 Manfaat Khitan Sejak Kecil

cara merawat bayi baru lahir

ciricara.com

Tradisi Indonesia yang mayoritas merupakan masyarakat muslim dinamakan sunat atau khitan sepertinya sangat sering ditemui. Diluar agama, ilmu kesehatan masa kini menganjurkan orang tua untuk melakukan prosedur sunat. Tentu saja, saran tersebut tidak dibuat tanpa alasan, melainkan adanya pertimbangan manfaat khitan sejak kecil.

Faktor kesehatan menjadi fokus utama banyak orang tua. Bayangkan saja, tanpa tubuh segar bugar, sulit bagi bayi untuk tumbuh kembang. Termasuk khitan sekalipun merupakan langkah menjaga kesehatan kelamin buah hati ayah bunda. Berdasarkan penelitian beberapa waktu belakang, ditemukan setidaknya 8 keuntungan kemaluan disunat, yaitu:

  1. Selamat tinggal bakteri

Dibalik kulit ekstra pada kemaluan pria, terdapat banyak hal yang terlihat mata. Bahkan, mereka yang ngotot mempertahankan kemaluan sebagaimana adanya sering mendapati lender. Saat dibersihkan, barulah sadar betapa kotor, yang entah apa saja kuman dan bakteri di dalamnya. Belum lagi, membersihkan kemaluan harus dilakukan secara rutin kalau tidak mau berakhir di ruang periksa dokter kelamin.

Khitan merupakan langkah pembuangan kulit ekstra di ujung kepala ‘burung pria’. Dengan hilangnya kulit tersebut, bakteri kehilangan tempat ‘kongkow’ atau bersembunyi. Saat buang air kecil, akan jauh lebih mudah dan pasti saat memastikan kemaluan sudah bersih betul. Sadar atau tidak prosedur kesehatan satu ini memudahkan pria.

  1. Minimalisir resiko HIV

HIV atau human immunodeficiency virus menjadi pusat perhatian ahli kesehatan beberapa tahun silam. Fenomena manusia kehilangan sistem imunisasi, sampai dengan maraknya pernikahan antar pasangan HIV membuat prihatin. Pasalnya, human immunodeficiency virus membuat penderita sangat mudah terserang penyakit, atau lebih tepatnya tidak mampu melawan bahaya eksternal yang merusak tubuh.

Langkah pencegahan HIV banyak dicari banyak orang. Tanpa sadar, solusinya ada di depan mata. Ya, ternyata khitan merupakan jawaban perlawanan human immunodeficiency virus! Logika saja, dengan berkurangnya tempat bersemayam bakteri, otomatis hal ini berlaku pula untuk bakteri dan kuman penyebab HIV.

  1. Hubungan badan bebas HIV

Bicara mengenai human immunodeficiency virus tentu tidak lepas dari faktor penularan. Teror human immunodeficiency virus alias HIV sebetulnya terletak pada penyebaran penyakit satu ini. Kontak fisik antara dua insan seharusnya menjadi sesuatu yang sakral nan suci, namun dirusak akibat kehadiran virus satu ini.

Kondisi bertambah parah ketika peneliti menemukan bahwa korban human immunodeficiency virus akan menularkan pada anak keturunannya. Sungguh menakutkan bila harus membayangkan betapa banyak nyawa yang akan tumbang akibat satu orang terjangkit HIV. Untung saja, bagi mereka yang sudah melakukan khitan, hubungan badan jauh lebih aman dari HIV.

  1. Jodoh lebih aman dari kanker

Namanya jodoh tentu berdasarkan rasa cinta minimal diantara keduanya. Tidak ingin rasanya melihat orang yang dikasihi tergeletak lemas di ranjang akibat penyakit parah seperti kanker. Karenanya langkah pencegahan sudah selayaknya dilakukan, jangan sampai diri sendiri merupakan biang keladi pasangan tergeletak lemas karena sakit.

Khitan terbukti menjauhkan bakteri dan kuman. Ternyata, bakteri yang dimadsud juga terletak pada parasit kanker. Memang, kemaluan perempuan punya pertahanan tersendiri, namun tidak selamanya mampu bertahan dari serangan bertubi-tubi. Inilah kenapa, dari pihak pria diusahakan sudah membebaskan diri dari kuman dan bakteri yang diam-diam akan membahayakan pasangan di masa mendatang.

  1. Kemaluan lebih segar

Tubuh manusia butuh bernafas, sepertinya sudah jadi pengetahuan umum. Kendati demikian banyak orang lupa bahwa kemaluan dilapisi oleh kulit yang jelas-jelas butuh pernafasan. Inilah argumentasi yang banyak digunakan untuk tidur dalam kondisi bugil. Nah, kondisi yang sama juga berlaku untuk kemaluan pria.

Ekstra kulit pada kulit pria tidak hanya membuat kemaluan gampang kotor, namun juga menghambat oksigen masuk hingga ke celah. Memotong kulit kemaluan berlebih dengan jalan sunat tentu memudahkan ‘jagoan’ di belahan kaki untuk merasa lebih segar. Jangan lupa, sumber buah hati nantinya akan berasal dari organ satu ini.

  1. Wanita lebih senang mendekat

Tidak semua orang punya wajah menawan. Untung saja, tuhan maha adil selalu memberi beragam aspek penilaian untuk dapatkan pasangan hidup. Lucu tapi nyata, salah satu faktor perempuan tertarik dengan lawan jenis adalah bila kemaluan sudah sunat.

Beberapa perempuan mengaku, kemaluan yang sudah khitan terkesan lebih bersih. Lagipula, menimbang fakta bahwa secara medis khitan menjauhkan bakteri dan kuman, anggapan tersebut tidaklah salah. Umumnya perempuan yang memilih aset pria yang sudah sunat menyukai kebersihan dan gaya hidup sehat.

  1. Rasa sakit tidak terlalu besar

Disunat pada umur belasan tahun jauh lebih sakit dibanding pada waktu bayi atau kecil. Mengapa?

Secara hitungan, seharusnya rasa sakit yang dirasakan tidak jauh beda. Namun, mereka yang sudah terlalu lama menjalani hidup memahami rasa sakit dengan cara yang ekstrem. Anak kecil atau bahkan bayi cenderung lebih damai dengan rasa sakit.

  1. Siap bertempur di ranjang

“Kalau begini kan siap maju perang”

Kalimat candaan tersebut banyak dilontarkan oleh ahli sunat terutama yang ada di pedesaan. Memang faktanya, orang yang berhasil melalui sunat sama kuatnya dengan orang yang tidak sunat. Anggapan bahwa sunat hanya memperpendek aset atau daya tahan bercinta pria sebetulnya salah besar.

Hubungan badan yang panjang, intens, dan nikmat tidak dipengaruhi panjang pendeknya atau faktor sunat. Stamina, dan bakat dalam bercinta adalah penentu utama dari bercinta dengan pasangan. Manfaat khitan sejak kecil pada dasarnya adalah memperkecil kemungkinan infeksi pada kemaluan maupun pasangan hidup, namun tidak mempengaruhi kemampuan seks di masa mendatang.(HN)

Share and Enjoy

  • Facebook
  • Twitter
  • Google Plus

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *