Agar Payudara Tidak Lecet, Tips Menyusui Ini Perlu Ibu Ketahui

tips menyusui

www.ibudanbalita.com

Banyak ibu yang gagal memberikan memberikan ASI eksklusif. Tahu kenapa? Ternyata ini ada kaitannya dengan tips menyusui yang mereka tidak kuasai.

Lho bagaimana bisa? Tentu saja bisa. Memang banyak sekali faktor yang menyebabkan seorang ibu tidak bisa memberikan ASI eksklusif. Kebanyakan mereka merasa tidak mampu memproduksi ASI dalam jumlah yang cukup. Ada juga yang bilang ASI sulit keluar.

Terlepas dari itu, tidak sedikit mereka yang akhirnya berhenti memberikan ASI karena payudara lecet. Mereka merasa kesakitan dan akhirnya tidak lagi memberikan ASI.

Jika alasannya seperti tersebut di atas, sungguh sangat disayangkan. Dan memang salah satu tantangan memberikan ASI eksklusif adalah payudara yang lecet.  Hal ini bisa saja dihindari jika ibu tahu bagaimana cara menyusui yang tepat.

Tips Menyusui Agar Payudara Tidak Lecet

Hampir semua ibu menyusui mengalami lecet pada payudara atau puting. Umumnya, hal ini terjadi saat bayi berusia sekitar 5 bulan. Pasalnya, pada usia tersebut, bayi sudah mulai tumbuh gigi.

Akan tetapi, bukan tumbuh giginya yang menjadi persoalan. Cara menyusui yang salah juga menjadi faktor penyebab lainnya. Seperti contoh, menyusui dengan hanya menempatkan bibir bayi pada ujung atau bagian tengah puting saja. Ini menjadi penyebab mulut si kecil menggigit puting dan akhirnya puting mengalami lecet.

Sebaiknya, ibu perhatikan tips menyusui yang benar. Pastikan, mulut si kecil meliputi seluruh puting hingga areola. Dengan demikian, si kecil merasa nyaman dan mendapatkan ASI dalam jumlah yang banyak sehingga ia tidak menggigit puting.

Tentu bukan hanya cara menyusui yang salah saja yang menjadi penyebab puting atau payudara lecet. Cara memompa ASI yang kurang tepat disinyalir menjadi faktor penyebab lainnya. Yang pasti, ibu harus terapkan dulu cara menyusui yang tepat seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya.

Tips Menyusui Di Tempat Umum

Jika membahas tentang produksi ASI yang kurang yang menyebabkan banyak ibu gagal memberikan ASI eksklusif, ini juga berkaitan dengan frekuensi pemberian ASI. Ternyata, semakin sering memberikan ASI akan membuat produksi ASI meningkat. Bukan sebaliknya.

Ini menjadi masalah bagi wanita karir. Bagaimana mereka bisa memberikan ASI jika mereka berada di kantor atau berada di tempat umum? Beruntung sekarang ini sudah ada perusahaan yang memperbolehkan bayi di bawa ke kantor. Artinya, ada penitipan bayi di kantor sehingga kapapun ibu bisa memberikan ASI, tentunya di ruangan yang sudah disediakan.

Selain itu, perusahaan dan juga instansi didorong untuk ikut serta mensukseskan program ASI eksklusif. Sekarang ini, sudah ada tempat khusus di mana karyawaan yang sedang memberikan ASI eksklusif bisa memompa ASI entah itu setiap 1 atau 2 jam sekali. Dengan terus dipompa, maka produksi ASI tidak berhenti tapi justru semakin bertambah.

Sayangnya, banyak ibu rumah tangga yang karena alasan berada di ruang publik tidak mau memberikan ASI. Mereka malu memberikan ASI. Padahal, masyarakat sudah sangat mengerti bagaimana kondisi seorang ibu menyusui. Apalagi sudah ada tips menyusui di ruang publik.

Pertama, gunakan pakaian yang khusus untuk ibu menyusui. Biasanya, pakaian tersebut didesain sedemikian rupa sehingga tetap tampil modis tapi juga mempermudah ibu untuk memberikan ASI. Bagian depan pakaian ibu menyusui tersebut mudah dibuka sehingga kapanpun ibu bisa memberikan ASI.

Yang kedua, temukan tempat yang nyaman. Biasanya, di ruang publik, ada tempat istirahat yang disiapkan untuk menyusui, yang sering disebut dengan ruang laktasi. Jadi, ibu tidak lagi merasa malu karena di dalamnya hanya ada ibu-ibu yang memberikan ASI kepada sang buah hati.

Beruntung jika memakai jilbab. Jilbab bisa ibu gunakan untuk menutupi payudara ketika ibu sedang memberikan ASI. Atau jika ibu tidak memakai jilbab, ibu bisa bawa selendang yang bisa dimanfaatkan untuk melindungi si kecil dari sengatan sinar matahari sekaligus bisa dimanfaatkan untuk menutupi payudara ketika ibu memberikan ASI di ruang publik.

Jadi, tidak ada alasan bagi ibu untuk tidak bisa memberikan ASI eksklusif, sekalipun itu di ruang publik. Karena semakin sering ibu memberikan ASI maka produksi ASI akan semakin meningkat.

Agar Produksi ASI Melimpah

Seperti yang sudah disinggung sebelumnya, semakin sering memberikan ASI maka produksi ASI akan semakin melimpah. Sebaliknya, jika ibu tidak memberikan ASI atau tidak mengeluarkan ASI dengan cara memompa, maka produksi ASI akan menurun. Ini merupakan salah satu tips agar ibu bisa sukses memberikan ASI eksklusif.

Akan tetapi, tidak itu saja yang perlu ibu lakukan. Percuma saja jika ternyata kondisi kesehatan ibu kurang baik. Bagaimanapun juga, kesehatan tubuh ibu sangat mempengaruhi seberapa banyak kuantitas ASI yang diproduksi. Oleh sebab itu, ibu harus menjaga kesehatan dengan cara berolahraga secara teratur dan mengkonsumsi makanan yang sehat.

Dalam hal makanan yang sehat, ada makanan yang bisa melancarkan ASI. Contohnya saja daun katuk. Ibu bisa membuat sayuran yang terbuat dari daun katuk. Meskipun rasanya kurang enak, ibu sebaiknya mengkonsumsi sayuran yang satu ini.

Ada juga alternatif lainnya, yaitu mengkonsumsi suplemen yang terbuat dari ekstrak daun katuk. Selain itu, ibu juga bisa minum susu Frisian Flag Mama. Ini merupakan susu yang diforumulasikan untuk menunjang keberhasilan seorang ibu memberikan ASI eksklusif.

Semoga ASI bisa lancar sehingga ibu bisa memberikan ASI eksklusif. Yang perlu ibu waspadai adalah lecet pada puting atau payudaya yang memang sering dijadikan alasan berhenti memberikan ASI. Terapkan tips menyusui yang tepat agar payudara tidak lecet.

Share and Enjoy

  • Facebook
  • Twitter
  • Google Plus

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *