Ajak Anak Belajar Nyanyi Walaupun Ia Tidak Berbakat

merangsang kecerdasan anak dengan musik

www.ibudanbalita.com

Mengapa ibu perlu mengajak anak belajar nyanyi? Ada banyak sekali jabawannya. Yang pasti, meskipun anak tidak memiliki bakat dalam hal bernyanyi, ibu bisa tetap mengajaknya bernyanyi setiap hari. Banyak manfaat yang bisa didapatkan.

Memang mengajarkan bernyanyi itu akan lebih bagus ketika anak memang memiliki bakat di bidang tersebut. Dengan demikian, apa yang ibu lakukan tersebut juga termasuk ke dalam proses mengembangkan potensi dan tumbuh kembang anak.

Akan tetapi, bagi ibu yang melihat sepertinya tidak ada bakat menyanyi pada diri sang buah hati, hal tersebut tidak menjadi alasan ibu tidak perlu mengajarkan bernyanyi. Siapa tahu bakat menyanyi belum terlihat saat ini. Dan yang pasti, banyak lho bu manfaat dari menyanyi.

Sarana Belajar Bahasa

Jika ibu merasa anak mengalami masalah dalam hal perkembangan bahasa, menyanyi bisa dijadikan sebagai metode belajar bicara. Ini jauh lebih efektif daripada berkomunikasi karena anak cenderung merasa asyik belajar bicara dengan cara menyanyi.

Begitu juga ketika ibu ingin sekali anaknya bisa berbicara bahasa asing. Biasanya, orang tua mengajarkan Bahasa Inggris sejak dini mengingat pentingnya Bahasa Inggris ini di dalam kehidupannya nanti. Maka, ajak anak belajar menyanyi lagu Bahasa Inggris.

Akan tetapi, ada pro dan kontra dalam hal ini. Beberapa pakar perkembangan anak tidak begitu menyarankan anak kecil sudah diajarkan Bahasa Asing. Apalagi jika ia masih begitu fasih berbicara Bahasa Ibu. Selain ia akan semakin mengalami kesulitan dalam berbahasa, dikhawatirkan juga ia justru lebih mengusai Bahasa Asing daripada Bahasa Ibu. Akhirnya, ia tidak bisa dengan mudah bersosialisasi dengan teman-temannya yang kebanyakan menggunakan Bahasa Ibu atau Bahasa Indonesia.

Tentu ibu memiliki pilihan atau pendapat sendiri dalam hal ini. Yang pasti, mengajak anak belajar bernyanyi itu artinya ibu berusaha meningkatkan kemampuan bahasa anak. Kosakata akan semakin banyak. Pengucapan kata semakin jelas. Ia akan lebih cepat bisa berkomunikasi secara verbal dengan orang lain. Dan orang dewasa pun bisa dengan mudah memahami apa yang ia ucapkan.

Mengasah Kecerdasan Otak

Ada banyak penelitian yang sudah menunjukkan bahwasannya orang yang suka bernyanyi itu memiliki kecerdasan yang luar biasa. Pasalnya, mereka bisa merekam atau menghafal banyak sekali lagu. Jadi, bisa dikatakan menyanyi itu cara melatih memory.

Benarkah demikian? Atau jangan-jangan itu hanya asumsi saja?

Ternyata, hal tersebut juga bisa dijelaskan secara ilmiah. Herry Chunagi dan Siegel menemukan fakta dari penelitian yang mereka lakukan. Fakta tersebut terkiat dengan neuron atau sel saraf otak. Ada banyak sekali neuro pada otak. Sayangnya, banyak neuron satu dengan yang lain tidak tersambung. Dan ternyata, menyanyi itu cara untuk menyambungkan neuron. Saat antar neuron tersambung, maka memory otak semakin bagus. Kinerja otak semakin optimal.

Maka jelas sudah mengapa ibu sebaiknya mengajak anak belajar menyanyi. Karena pada saat itulah ibu membantu membuat otak berkembang.

Mencegah Asma

Asma menjadi penyakit yang sangat ditakuti saat ini. Banyak orang meninggal karena mereka menyepelekan asma yang mereka alami. Mereka tidak mengerti jika asma bisa memburuk dan akhirnya menyebabkan kematian.

Untuk mencegah risiko terkena asma, sejak kecil sebaiknya anak suka bernyanyi. Pasalnya, dengan bernyanyi, anak sedang melakukan latihan untuk menguatkan otot-otot pernafasan dada dan perut. Jalan penafasan semakin lapang sehingga risiko asma bisa dicegah mulai sejak dini.

Jadi, apakah ibu harus melihat ada bakat menyanyi sehingga ibu baru mengajak anak belajar bernyanyi? Tentu saja tidak bukan.

Bahkan, dengan sering bernyanyi, mood sang buah hati akan selalu baik. Anak tidak sering bersedih atau murung. Ia akan cenderung tumbuh dengan penuh keceriaan. Ini juga sangat dibutuhkan untuk mengoptimalkan tumbuh kembang sang buah hati, bukan? Maka dari itu, sangat tepat jika mulai sejak dini ibu terus mengajak anak bernyanyi.

Kemudian, yang menjadi pertanyaan selanjutnya adalah bagaimana jika anak justru suka lagu yang seharusnya baru boleh dinyanyikan orang dewasa. Seperti yang ibu ketahui sekarang, lagu anak-anak semakin langka. Bahkan, bisa dikatakan anak-anak sekarang tidak kenal dengan lagu anak-anak. selain tidak ada lagu-lagu anak yang booming, semakin gencar juga lagu catchy yang sebenarnya bukan untuk dinyanyikan oleh anak-anak.

Bahkan, lihat saja ajang pencarian bakat bernyanyi. Title nya memang untuk anak-anak. Akan tetapi, yang dinyanyikan tetap lagu orang dewasa. Bagaimana menurut ibu?

Sebenarnya, memang sangat sulit untuk mengenalkan lagu-lagu anak. Apalagi jika setiap hari si kecil lebih sering mendengar lagu-lagu orang dewasa. Tentu ia lebih tertarik menyanyikan lagu dewasa daripada lagu anak-anak.

Ada solusinya. Ibu bisa saja membiarkan anak menyanyikan lagu orang dewasa. Hanya saja, pilihkan yang tidak seronok. Selain itu, ibu juga bisa beri tahu makna lagu tersebut sesuai dengan usianya. Toh banyak juga lagu orang dewasa yang temanya universal seperti cinta kepada orang lain terlepas agamanya berbeda, merawat alam, tidak boleh cepat putus asa, dan lain sebagainya. Jadi, pilihkan lagu yang seperti itu. Sekalipun lagu bertemakan cinta, ibu bisa alihkan bahwasannya cinta itu kepada orang lain agar kehidupan ini menjadi lebih baik.

Terlepas dari hal tersebut, tentu ibu harus sebisa mungkin mengajak anak belajar nyanyi lagu anak-anak. Ibu bisa putarkan lagu anak-anak pada zaman ibu masih kecil. Atau ibu bisa putarkan video lagu anak-anak berbahasa Inggris. Jadi, selain menyenangkan, anak juga sekaligus belajar Bahasa Inggris.

Share and Enjoy

  • Facebook
  • Twitter
  • Google Plus

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *