Aktivitas Anak Usia Dini Yang Sudah Harus Diperhatikan

Belajar sambil bermain

E-BookSkart

Aktivitas anak baik itu fisik maupun motorik secara rutin bisa membantu si kecil tumbuh sehat memiliki gaya hidup yang aktif dapat meningkatkan kebiasaan sehat yang berlangsung seumur hidup. Memenuhi kebutuhan fisik anak juga dapat meningkatkan kesejahteraan anak pada umumnya. Aktivitas fisik penting dalam perkembangan otot dan tulang yang kuat. Penting untuk anak-anak berolahraga untuk meningkatkan kebugaran jantung dan paru-paru, tidak hanya untuk mengatasi obesitas, namun juga mencegah diabetes dan kolestrol pada anak-anak yang memiliki keturunan penyakit tersebut.

Para ahli menunjukkan perkembangan fungsi otak sebagai manfaat lain dari 20-30 menit olahraga setiap hari. Penelitian menunjukkan bahwa IQ akan terkena dampaknya jika seseorang tidak aktif selama 5 tahun pertama. Jangka waktu perhatian, keterampilan motorik, dan kedewasaan emosional adalah faktor yang signifikan untuk dipertimbangkan sebelum memulai rutinitas baru.

Aktivitas perlu disesuaikan dengan usia. Anak-anak di bawah usia 7 – 8 tahun belum memiliki koordinasi tangan atau keseimbangan dengan sempurna, sehingga latihan lebih baik dilakukan pada permukaan yang datar, dengan beberapa arahan, dan tidak menggunakan manuver yang rumit. Pada balita usia 2 – 3 tahun, permainan yang diawasi dan tidak terstruktur dapat membantu anak mengeksplor lingkungan dengan aman. Perhatikan anak Anda menguasai pergerakan dasar seperti berlari, berjalan, berayun, berguling dan berenang.

Aktivitas anak Usia 4 Tahun atau Prasekolah

Pada saat si kecil memasuki masa prasekolah anak  bisa berjalan lebih jauh, berlari, menari, lompat tali dan bermain bola dengan ketrampilan motorik yang lebih baik. Awasi waktu bermain dan mulai kenalkan beberapa struktur dengan permainan seperti kejar-kejaran atau engklek. Untuk Anak yang sudah memasuki tingkat sekolah dasar ia akan berjalan, berlari, bermain, gimnastik dan bersepeda adalah aktivitas yang popular pada kelompok ini, dengan beberapa aktivitas sederhana yang terstruktur seperti mini golf.

Anak bisa melakukan pola pergerakan yang lebih rumit dan menggabungkan visual tracking dan keseimbangan. Beri kesempatan anak untuk berpartisipasi pada tim olahraga, selama dapat dinikmati, fleksibel, dan tidak membuat stres. Walau pengawasan penting untuk keamanan, Anda juga tetap harus menunjukkan dukungan dan ketertarikan Anda. Menghabiskan waktu sebagai pengamat, Anda dapat mengevaluasi apakah perlu untuk meningkatkan tantangan. Sering kali, anak akan memberi tahu atau Anda akan menyadari apakah mereka perlu diberi tantangan saat mereka mulai bosan.

Tekanan untuk berpartisipasi pada aktivitas yang tidak menarik bagi anak, atau memaksa olahraga wajib, dapat menghilangkan rasa gembira dari aktivitas fisik. Para ahli menekankan rasa gembira sebagai kunci pada keberhasilan jangka panjang. Anak-anak akan kehilangan ketertarikan jika aktivitasnya terlalu banyak aturan. Jika kegiatan menyenangkan untuk mereka, anak-anak ingin melakukannya lagi. Anda dapat mencari inspirasi dari lingkungan sekitar dan dengan mengamati orangtua lainnya, serta mencoba variasi dari olahraga dan aktivitas favorit Anda. Anak-anak melihat antusiasme Anda dan akan mengikutinya.

Memilih Aktivitas Anak Yang Seusai Dengan Usianya

Aktivitas Anda akan jadi contoh di rumah. Orangtua yang memprioritaskan olahraga dalam hidupnya dapat meningkatkan secara signifikan kemungkinan anggota keluarga lain untuk berolahraga. Berpartisipasi pada permainan dan aktivitas keluarga dapat membangun ikatan serta memori dengan anak. Berbagi antusiasme dan tantangan ringan dapat membuat mereka bergerak; dan bersenang-senang dapat membuat anak bergerak.

Batasi waktu menonton hingga 2 jam sehari untuk menonton TV, bermain video games dan komputer. Video games interaktif yang memerlukan pemain untuk menari atau melakukan gerakan dapat meringankan peraturan yang ketat dan membantu transisi dari level aktivitas rendah ke sedang. Tekankanpada rasa gembira dan senang. Semakin Anda fleksibel, semakin anak Anda merasakan pilihan dan kendali.

Makan yang teratur sediakan nutrisi yang baik dan makanan yang seimbang di rumah untuk memaksimalkan manfaat aktivitas fisik. Sebarkan ekspektasi Anda dengan kakek dan nenek, guru, pengasuh lainnya untuk membantu aktivitas yang sehat saat anak Anda tidak di rumah. Sekitar usia 10 tahun, anak-anak sudah memiliki pengertian tentang taktik dan strategi. Kemampuan untuk mengerti instruksi verbal dan panca indera membuat kelompok usia ini paling baik untuk memulai aktivitas yang terstruktur dan olahraga tim.

Anak-anak sekolah menengah adalah kandidat yang baik untuk pemain tim karena mereka sedang bertumbuh dan lebih bersosialisasi. Hal ini dapat membuat orang ua dan anak-anak bersemangat, namun pertimbangkan hal-hal berikut sebelum memulai. Tipe tubuhtinggi, berat, dan kekuatan adalah faktor yang penting untuk mengurangi risiko cedera. Carilah tim yang diatur berdasarkan kemampuan dan bukan dengan usia. Pilihlah tim dengan instruktur atau pelatih yang memiliki pengalaman, sikap dan nilai yang sesuai dengan Anda dan anak Anda.

Anak-anak usia pra-sekolah biasanya aktif selama lebih kurang satu jam kecuali saat mereka tidur jadi sebaiknya jangan biasakan mengajaknya menonton televisi berjam-jam yang dapat memulai kebiasaan tidak aktif sehingga mungkin nanti dapat memicu timbulnya masalah berat badan. Ajak anak bercerita, menggambar atau kegiatan lainnya, terutama bila hujan tengah berlangsung sehingga Ibu dan si Kecil harus beraktivitas di dalam rumah.

Usia pra-sekolah adalah usia si Kecil tidak bisa duduk diam, sehingga kadangkala hal ini membuat Ibu merasa khawatir akan kemungkinan si Kecil hiperaktif atau memiliki attention deficit hyperactivity disorder (ADHD). Namun gangguan ini biasanya jarang terdiagnosa pada usia pra sekolah mengingat usia ini si Kecil normal aktif dan memiliki fokus perhatian yang masih lebih pendek. Jika si Kecil sangat aktif, hindari situasi yang memintanya duduk diam terlalu lama. Jika harus duduk lama, cari cara agar si Kecil tetap bisa melakukan aktivitas anak, misalnya saat berkendara jauh, coba isitrahat dan ajak si Kecil turun dari mobil dan ajak jalan-jalan sejenak.

Share and Enjoy

  • Facebook
  • Twitter
  • Google Plus

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *