Apa Kecerdasan Anak Ibu?

kecerdasan anak

www.ibudanbalita.com

Ada yang harus diluruskan tentang kecerdasan anak. Terutama tentang anggapan bahwa anak cerdas itu anak yang nilai matematika tinggi dan mendapatkan prestasi mentereng di sekolah. Dan sebenarnya ada banyak hal lain yang juga perlu diluruskan.

Kesalahan orang tua yang paling fatal adalah ketika mereka menstandardkan kecerdasan pada seseorang. Banyak orang tua yang ingin anaknya seperti penyanyi kondang, ilmuan hebat, atau orang sukses lainnya. Hal ini memincu orang tua mengarahkan anak mereka kepada hal yang belum tentu anak memiliki potensi di bidang tersebut.

Lebih parah lagi, orang tua sering meminta anak mereka untuk mengikuti les di bidang yang ia kurang. Ini bukan karena anak tersebut tidak bisa tapi bisa juga memang tidak ada potensi di bidang tersebut.

Jika diruntut lagi, banyak kesalahan orang tua yang dari dulu hingga sekarang terus dilakukan. Hal ini disebabkan mereka tidak tahu kecerdasan anak mereka itu bidang apa. Mereka memaksakan kecerdasan sesuai dengan konsep mereka sendiri.

Kecerdasan Itu Bukan Sekedar Pemberian

Dahulu kala, banyak orang menganggap kecerdasan itu anugerah dari Tuhan. Mungkin masih banyak juga yang mempunyai anggapan seperti ini. Jadi, anak yang cerdas itu takdir. Oleh sebab itu, tidak boleh disalahkan jika ada anak yang kecerdasannya pas-pasan atau bahkan kurang.

Namun, anggapan tersebut sekarang sudah hilang. Setidaknya sudah semakin banyak orang tua yang mengerti jika kecerdasan itu bukan sekedar pemberian dari Tuhan. Hal ini bisa dilihat betapa banyak anak yang dilahirkan dengan IQ yang tinggi namun tidak sukses ketika dewasa. Ini menjadi bukti bahwa kecerdasan itu bukan sekedar pemberian, tapi juga hal yang harus diupayakan.

Maka dari itu, ada yang membuat dua kategori. Yang pertama, anak cerdas dan anak rajin. Mana yang lebih beruntung? Justru kebanyakan anak yang rajin lebih beruntung. Hal ini disebabkan anak yang rajin berupa untuk mengasah kecerdasan yang diberikan oleh Tuhan secara terus menerus.

Kecerdasan Itu Banyak Wujudnya

Yang juga ibu harus tinggalkan adalah anggapan bahwasannya anak yang cerdas itu anak yang mendapatkan rangking satu di sekolah. Tentu ini bukan anggapan yang salah. Yang menjadi salah adalah ketika ibu menganggap anak-anak lain yang tidak mendapatkan rangking merupakan anak yang kurang atau tidak cerdas.

Setiap anak itu memiliki kecerdasan sendiri-sendiri. Lihat saja bagaimana seorang Valentino Rossi sangat hebat di arena balapan. Akan tetapi, belum tentu Rossi cerdas jika dihadapkan pada soal matematika atau biologi. Joe Alexander mampu memukai banyak orang di seluruh dunia karena kemampuannya yang luar biasa dalam memainkan piano di usianya yang masih belia. Tapi, apakah ia juga memiliki kecerdasan di bidang sains? Belum tentu juga. Jadi, kecerdasan itu berbeda-beda.

Para psikolog anak membagi kecerdasan anak menjadi 8; yaitu cerdas bahasa, logika atau matematika, visual, musik, gerak, alam, sosial, dan cerdas diri. Lalu, apa kecerdasan yang dimiliki oleh anak ibu?

Parenting Menjadi Kunci Utama

Banyak orang yang tidak mengerti mengapa mereka harus ikut kursus atau seminar parenting. Bukankah mendidik anak itu bisa dilakukan siapa saja? Kalau mereka bisa membuat anak belajar di rumah dan bertingkah laku baik, bukankah itu sudah dikatakan parenting?

Tentu ibu boleh berpendapat demikian. Akan tetapi, ibu harus sadar dunia ini penuh dengan kompetisi. Dan ketika anak ibu dewasa nanti, kompetisi semakin kuat. Untuk itu, ibu perlu membekali anak ibu dengan hal yang bisa membuatnya bertahan atau bahkan memenangkan kompetisi di masa mendatang.

Apa yang harus ibu lakukan? Ibu harus menemukan kecerdasan sang buah hati. Ini jauh lebih penting daripada membuat anak mendapatkan rangking dan mengusai banyak hal. Karena pada kenyataannya, orang hebat itu orang yang fokus pada satu hal. Mereka memahami potensi diri mereka dan mengembangkan potensi tersebut.

Itulah mengapa para orang tua seharusnya ikut parenting. Ini merupakan program yang dibuat agar membuat mereka tahu bagaimana merawat, membesarkan, dan mendidik anak mereka. Dan yang paling penting, parenting mengajarkan ibu bagaimana mendapatkan potensi yang ada di dalam diri anak ibu.

Ibu bisa intip bagaimana diskusi para ibu di Forum Ibu dan Balita. Di sana banyak ibu yang mendiskusikan tentang bagaimana menjadi seorang ibu yang baik. Maka ibu akan mengerti betapa penting mengetahui ilmu parenting.

Apakah cukup dengan parenting saja? Tentu saja tidak. Namun, setidaknya parenting menjadi salah satu faktor yang sangat mempengaruhi bagaimana anak menemukan potensi dan kecerdasan di dalam dirinya. Dan hal lain yang tak kalah penting adalah nutrisi. Karena tidak mungkin anak bisa berkembang dan kecerdasannya bisa terus ditingkatkan tanpa adanya suplai nutrisi yang baik di dalam tubuhnya.

Tentu tidak sulit bagi ibu untuk memastikan nutrisi anak terpenuhi. Ibu bisa membuatkan sendiri makanan yang sehat dan bergizi. Suplemen juga bisa ditambahkan. Memberikan susu Frisian Flag setiap hari untuk memastikan nutrisi harian terpenuhi. Dan semua itu pasti sudah ibu lakukan.

Yang perlu ibu perbaiki lagi adalah pola asuh atau parenting. Jangan sampai ibu melakukan kesalahan yang dilakukan oleh orang tua terdahulu, yaitu mendorong anak untuk sama dengan anak lain yang dianggap cerdas. Ingat, kecerdasan anak itu berbeda. Dan tugas ibu adalah menemukan kecerdasan apa yang dimiliki oleh sang buah hati.

Share and Enjoy

  • Facebook
  • Twitter
  • Google Plus

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *