Apa Penyebab Mual Saat Wanita Hamil?

penyebab mual saat hamil

Image Source: Livestrong

Kesuksesan program kehamilan tentu membuat hati berbahagia, terlebih jika anda dan pasangan telah mengharapkan kehadiran buah hati dan telah berusaha serta berdoa sekian lama. Ya, mengandung memang salah satu keajaiban dunia, bagaimana tidak? Seorang perempuan memiliki manusia lain yang sedang berkembang di dalam perut selama 9 bulan. Namun semua kebahagiaan terkadang sirna saat mual datang, topik penyebab mual saat hamil menjadi daftar pertanyaan wajib di situs pencarian makin naik daun alias sering sekali dicari. Banyak perempuan menuntut penjelasan penyebab mual saat hamil, wajar saja, tidak ada manusia yang ingin menderita tanpa mengetahui alasan di balik kesakitan yang ia derita.

Rasa mual di pagi hari, bahkan malam hari tanpa alasan yang jelas ternyata sangat umum terjadi di kalangan calon ibu. Bahkan, menurut dunia medis, kemungkinan perempuan akan mendapat sensasi mual, muntah, pusing selama masa kehamilan sebesar 90 persen. Jika anda memiliki teman, kenalan, atau sanak saudara yang sangat beruntung tidak perlu mengalami muntah mual, berarti mereka termasuk kemungkinan 10 persen, dan bukan berarti anda atau mereka salah. Berita baiknya, menurut Jennifer Niebyl, kepala bidang obstetrics dan gynecology di Universitas kedokteran Iowa mengatakan tingkat rasa mual berbanding lurus dengan kesehatan janin dan kemungkinan kelancaran saat proses bersalin. Jennifer Niebly menegaskan pula bahwa secara garis besar sensasi mual muntah akan hilang kala usia kehamilan sudah mencapai 4 bulan, jadi bersabarlah hingga usia 4 bulan atau lebih.

Salah satu penyebab mual saat hamil yang paling terlihat dan gampang teranalisa adalah bau. Terdengar sepele, tapi bau sejatinya sangat memancing perasaan mual dan muntah yang dialami ibu hamil. Tantangan terbesar dalam menemukan bau penyebab masalah yang dihadapi adalah menemukan bau itu sendiri. Setiap perempuan hamil, kehamilan anda saat ini, dan masa mengandung di masa lampau memiliki bau beragam yang bisa memancing ketidak nyamanan yang anda rasakan saat ini. Sebagai contoh, anda menyadari bahwa durian adalah pemicu rasa mual saat hamil, teman atau saudara anda bercerita bau telur yang membuat mual makin menjadi, sedangkan pada kehamilan sebelumnya malah bau kopi yang menjadi masalah. Kuncinya, pekalah terhadap bau – bau yang ada di sekeliling anda, terkadang bau yang anda sukai bisa menjadi pemicu saat anda hamil. Bila ternyata bau pemicu rasa mual itu berasal dari pasangan anda seperti bau cologne yang dipakai anda, segera berterus terang, jelaskan dan minta pada pasangan agar menghindari ‘rutinitas’ tersebut selama anda hamil. Tidak perlu malu, jika memang alasan anda jelas dan jujur, seharusnya berjalan dengan lancar.

Makanan bisa membangkitkan selera melalui bau, dan dikonfirmasi kualitasnya ketika lidah mulai bekerja. Berhubung hidung dan mulut memiliki hubungan spesial, maka alasan kedua yang mungkin membuat rasa mual muncul menjadi – jadi adalah rasa. Bila anda menjauhi sup ayam karena baunya, kemungkinan besar anda merasa semakin mual ketika anda memakan sup ayam. Meski, pada beberapa kasus, perempuan hamil tidak bermasalah dengan bau hidangan yang ada di depannya, namun begitu dimasukkan ke dalam mulut, keinginan untuk muntah seolah berteriak di belakang pikiran. Bila anda tidak mengetahui bahwa makanan tersebut bisa membuat masalah bagi anda, wajar saja anda meninggalkan hidangan tersebut atau memberikannya kepada orang lain. Jauhi segera bahan – bahan dan kembali, terbuka pada pasangan tentang apa yang anda rasakan, hidangan apa yang tidak anda inginkan di atas meja. Komunikasi merupakan kunci pertumbuhan cinta dan kasih sayang yang sehat, bukan?

Sayang beribu sayang, secara medis belum ada penelitian dengan hasil konkrit yang menjelaskan penyebab rasa mual yang menajdi jadi ini. Tapi, ada satu teori yang cukup populer di kalangan dokter untuk menjawab pertanyaan pasien seputar rasa mual selama masa kehamilan yakni rasa mual masa kehamilan adalah reaksi alami tubuh menghadapi hormone kehamilan yang meletup letup. Human chorionic gonadotropin atau biasa disingkat hCG, diproduksi secara massal (besar – besaran) selama kehamilan trimester pertama dibanding trimester – trimester selanjutnya. menurut Jennifer Niebyl, kepala bidang obstetrics dan gynecology di Universitas kedokteran Iowa mengatakan sangat wajar bila rasa mual tidak hanya muncul pada pagi hari namun juga malam atau bahkan tengah hari tanpa ada pemberitahuan. Seperti yang telah disebutkan di awal, tingkat rasa mual yang dialami selama masa kehamilan berbanding lurus dengan kesehatan janin. Bahkan ada salah satu penelitian khusus yang membandingkan antara rasa mual dengan kesuksesan persalinan. Hasil menunjukkan, perempuan hamil yang sering merasa mual cenderung melahirkan dengan alami dan lancar dibanding perempuan yang tidak merasa mual. Subjek penelitian bahkan mengalami kesulitan bersalin atau gagal ketika ia tidak mendapati rasa mual. Hal ini dikarenakan produksi hCG yang rendah saat masa kehamilan. Untuk mengurangi rasa mual, Anda bisa mencoba tips dari Awal Sehat Nestle.

Teori kedua yang kurang populer dibanding yang pertama menunjukkan bahwa rasa mual merupakan bentuk pertahanan tubuh dari substansi luar yang bisa mencelakakan janin. Manapun itu, rasa mual tidak boleh diremehkan. Ya, memang, rasa mual dialami semua perempuan hamil, tapi rasa mual tersebut hanya sebatas muntah kemudian perempuan bisa kembali beraktivitas. Jika problematika kehamilan anda sampai menyulitkan rutinitas anda sehari – hari, ada baiknya berkonsultasi ke dokter karena bisa jadi ada penyebab mual saat hamil yang lain.

Share and Enjoy

  • Facebook
  • Twitter
  • Google Plus

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *