Apakah Belajar Bahasa Asing Mengganggu Perkembangan Bahasa Anak

Kemampuan bahasa anak

www.ibudanbalita.com

Apakah ibu termasuk orang tua yang ingin sekali memiliki anak yang menguasai dua bahasa namun khawatir jika ada gangguan perkembangan bahasa anak? Ibu tidak sendirian. Banyak orang tua yang merasakan demikian. Ibu dan juga orang tua tersebut mungkin pernah mendengar informasi tentang perkembangan berbahasa yang terganggu lantaran anak dipaksa untuk menguasai dua bahasa yang berbeda.

Sebenarnya, hal tersebut tidak perlu ibu risaukan. Toh sudah jelas ada lembaga pendidikan yang menerapkan dwi lingual untuk pendidikan anak dasar. Dan hal tersebut mendapatkan ijin dari dinas pendidikan. Setidaknya hal tersebut sudah bisa menjadi bukti kuat bahwasannya tidak masalah ketika anak ibu mulai belajar bahasa asing. Hal tersebut sama sekali tidak mengganggu perkembangan berbahasa anak.

Bukan belajar dua bahasa yang mengganggu perkembangan bahasa, melainkan faktor lainnya. Apa saja itu?

Faktor Penyebab Terganggunya Perkembangan Bahasa Anak

Memang ada yang bilang mengajari anak bahasa asing bisa menganggu proses belajar bicara atau berbahasa anak. Alasannya, anak tidak fokus untuk belajar satu bahasa. Konsentrasinya terpecah-pecah sehingga anak tidak 100% menguasai satu bahasa. Pasti ada salah satu bahasa yang dikalahkan, entah itu bahasa asingnya atau justru bahasa ibu.

Akan tetapi, tidak ada penelitian yang membuktikan 100% hipotesis tersebut. Semua itu hanya berdasarkan asumsi atau perkiraan saja.

Sementara itu, para ahli perkembangan anak sepakat dengan adanya faktor-faktor yang menyebabkan terganggunya perkembangan bahasa anak sebagai berikut.

  • Parenting

Banyak orang tua yang menyepelakan tentang parenting atau pola asuh terhadap anak. Ada banyak seminar digelar. Namun, peminatnya hanya bisa dihitung oleh jari. Hal ini disebabkan para orang tua sudah merasa tahu dan benar dalam mendidik anak.

Benarkah demikian? Pada kenyataannya, ada pola asuh yang diwariskan dari generasi ke generasi dan ternyata pola asuh tersebut salah menurut pakar perkembangan anak. Misalkan saja tentang bagaimana mengajarkan bicara atau berbahasa kepada anak. Banyak orang tua yang membiarkan anak berada di depan TV agar anak mengenal bahasa. Sekilas, hal tersebut benar. Namun, menurut pakar perkembangan anak, itu hal yang justru bisa menghambat perkembangan bicara anak. Pola komunikasi interkatif tetap menjadi cara yang paling efektif untuk meningkatkan kemampuan bahasa anak.

Begitu juga dengan membelikan baby walker. Karena sayangnya kepada sang buah hati, banyak orang tua yang rela mengambil tabungan untuk membeli sebuah baby walker. Sayangnya, alat yang katanya bisa membantu anak berjalan justru menghambat lho. Tulang tidak berkembanga dan kuat secara alami karena tubuhnya selali disangga oleh alat baby walker, tidak disangga oleh kakinya sendiri.

Jadi, perlukan kursus atau mengikuti parenting? Perlu sekali. Apalagi jika ibu melihat adanya masalah dengan perkembangan bicara anak. Ibu sebaiknya ikuti setiap seminar parenting yang diadakan di tempat yang tidak jauh dari tempat tinggal ibu.

Atau ibu bisa juga ikut diskusi di forum ibu dan balita dan berkonsultasi dengan pakar perkembangan anak di www.friso.co.id

  • Faktor Ekonomi

Ini bukan hanya berkaitan dengan tidak terpenuhinya nutrisi anak karena orang tua tidak memiliki cukup uang untuk membelikan susu yang terbaik atau makanan yang bergizi. Bisa saja faktor ekonomi ini berpengaruh pada atmosfir yang tidak mendukung di dalam rumah. Ibu sebagai orang tua selalu stres karena masalah ekonomi yang berakibat pada kurangnya fokus ibu untuk membesarkan sang buah hati. Maka, bukan tidak mungkin si kecil akhirnya mengalami gangguan perkembangan bahasanya.

Tentu ini bukan faktor penyebab utama. Toh ada juga keluarga dengan ekonomi kurang baik memiliki anak yang sehat dan memiliki perkembangan yang sempurna. Hal ini disebabkan orang tua tidak stres karena memikirkan ekonomi dan tetap menaruh perhatian pada perkembangan sang buah hati.

  • Adanya Masalah Psikis

Apakah anak ibu tipe anak pemalu? Jika ya, pantas jika ia mengalami keterlambatan dalam berbahasa. Anak yang pemalu sulit sekali untuk melakukan interaksi. Akibatnya, komunikasi pun jarang dilakukan. Bagaimana kemampuan berbahasanya meningkat jika ia pemalu?

Jadi, tidak ada fakta ilmiah yang menunjukkan gangguan perkembangan bahasa anak itu disebabkan oleh bahasa asing yang ibu ajarkan. Meskipun demikian, ada saran dari pakar perkembangan anak ketika ibu memutuskan untuk mengajarkan bahasa asing kepada sang buah hati.

Kapan Waktu Yang Tepat Anak Belajar Bahasa Asing

Sangat mungkin sekali ibu mengajarkan bahasa asing sejak si kecil baru berusia 1 tahun. Jadi, ibu selalu menggunakan bahasa asing setiap kali berkomunikasi dengan sang buah hati. Sayangnya, ada masalah yang mungkin terjadi nanti. Ketika anak mulai masuk sekolah, ia kemungkinan besar sulit berteman dengan yang lain karena teman-temannya menggunakan bahasa ibu. Komunikasi antara sang buah hati dengan teman-teman tidak terjadi karena perbedaan bahasa yang digunakan.

Oleh sebab itu, ada saran yang sebaiknya ibu pertimbangkan untuk dilakukan. Yaitu mengenai kapan waktu yang tepat anak belajar bahasa asing. Menurut pakar perkembangan anak, usia 6 tahun adalah usia yang tepat bagi ibu untuk mengajarkan bahasa asing. Hal ini disebabkan usia 6 tahun secara umum anak sudah menguasai bahasa asing. Jadi, anak sudah bisa berkomunikasi dengan orang-orang sekitar. Selanjutnya, ibu bisa mengarahkan si kecil untuk berbahasa asing sesuai dengan yang ibu inginkan.

Yang perlu ibu lakukan adalah memberi contoh. Jangan masukkan ke lembaga kursus bahasa. Bahasa itu masalah kebiasaan. Jika ibu bisa berbahasa inggris, usahakan sesekali ibu menggunakan bahasa inggris dan ajak si kecil untuk menirukannya. Lambat laun, si kecil akan mengusai bahasa asing tersebut tanpa khawatir munculnya gangguan perkembangan bahasa anak.

Share and Enjoy

  • Facebook
  • Twitter
  • Google Plus

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *