Arti Tangisan Bayi Yang Wajib Orang Tua Ketahui

arti tangisan bayi

www.ibudanbalita.com

Kehadiran buah hati dalam hidup ayah bunda tentu anugrah yang tak terduga. Apalagi, pasangan yang musti mencoba rangkaian program kehamilan berbeda demi mendapatkan 1 anak saja, pasti sangat bersyukur akan kehadiran si kecil. Rasa terharu mendengar tangisan anak pada saat pertama kali menyambut dirinya ke dunia bagaikan nyanyian malaikat yang begitu indah. Sampai bayi beranjak tua dan ayah bunda tak tahu arti tangisan bayi.

Bukan rahasia lagi kalau bayi yang baru lahir harus menangis untuk menandakan dirinya memang sehat sentosa. Hanya saja, lepas dari hari pertama bayi menjadi bagian ‘dunia’ orang tua dilanda kebingungan akan tangisan bayi. Rasanya jauh lebih baik bergabung dengan NASA dan memecahkan kode sistematis berdasar paduan dibanding harus setengah tidur, telinga panas ditambah bingung apa pesan yang ingin si kecil sampaikan.

Majunya ilmu pengetahuan kini menerbitkan beragam literasi yang berhubungan dengan tangisan bayi. Tentu saja, literasi tersebut tidak berbasis perkiraan tanpa dasar. Setiap penelitian didokumentasikan rapih guna menyampaikan cara memahami tangisan bayi. Ingat, layaknya orang dewasa, bayi juga butuh mengungkapkan perasaan. Berhubung satu-satunya bahasa yang bayi bisa lakukan adalah tangis, maka orang tua yang harus mengerti.

Tipe tangisan bayi sebetulnya berbeda-beda. Terlepas dari anggapan orang yang mengira tangisan hanya menyakitkan telinga dan menimbulkan perasaan tidak nyaman, setiap bayi punya irama tersendiri dengan makna berbeda-beda. Beberapa diantaranya:

1. “Mama, papa, adek mau bobok”

Tidur adalah kebutuhan dan kenimakmatan dalam dunia manusia. Sepanjang hidupnya seseorang menghabiskan sebagian besar hidupnya untuk tidur, apalagi bayi. Penelitian terkini menunjukkan rata-rata si kecil akan tidur paling tidak dua belas jam dalam sehari. Pertanyaannya adalah bagaimana orang tahu bayi menangis karena ngantuk?

Fase mengantuk nyaris serupa dengan baterai telefon genggam yang nyaris habis. Pertama akan diberi peringatan, atau dalam ponsel pintar secara otomatis masuk mode simpan daya, barulah saat dipaksa baterai akan mati dengan sendirinya. Bayi juga demikian, pertama si kecil malas tertawa, tidak tertarik dengan kondisi sekitar, baru akhirnya menangis dan terlelap.

2. “Badanku sakit!”
Semua orang akan merasakan sakit, baik secara fisik atau mental. Memang, rasa sakit merupakan bagian hidup yang tak bisa dihindari. Bahkan bayi sekalipun bisa merasakan sakit yang sangat di usianya yang belum dewasa. Kadang-kadang, tangisan rasa sakit memang agak sulit dimengerti.

Sama halnya dengan lelah, rasa sakit punya beberapa tahap. Pertama, tubuh merasa ada yang janggal, kemudian sinyal dikirimkan pada otak untuk identifikasi rasa sakit tipe apa yang diberikan. Setelah otak membuat keputusan, barulah rasa sakit terasa dan teriakan minta tolong berupa tangisan diluncurkan.

Lain dengan tangisan biasa, bayi akan berusaha lebih keras di kala sakit. Orang tua mungkin sadar bayi benar-benar menangis sampai sesegukan. Tak jarang, si kecil terlihat bagai mencoba ambil nafas dan kemudian menjerit dengan volume yang cukup kencang.

3. “Ada yang tidak nyaman, papa mama bisa tolong cek?”
Dalam hidup ini selalu ada saja sesuatu yang bikin gerah, alias terganggu. Tak jarang ‘gangguan’ tersebut berkaitan erat dengan karakter seseorang, termasuk pada usia belia sekalipun. Suhu yang terlalu panas, atau mungkin alergi terhadap debu bisa saja jadi pemicunya.

Kadang bahasa non verbal berupa gerakan tubuh jauh lebih kuat dari bahasa verbal yang berupa kosa kata. Ketika bayi tidak nyaman, alih-alih hanya menangis, si kecil biasanya menggerakkan tangan kesana kemari. Ayah bunda akan melihat jelas bayi seolah berjuang mengusir sesuatu.

4. “Perutku keroncongan!”

Tidak banyak perbedaan antara tangisan lapar dengan jenis tangisan lain. Bukan berarti orang tua tidak bisa prediksi pesan yang disampaikan si kecil. Timing atau waktu bayi menangislah yang menentukan apakah bayi menangis karena lapar atau alasan lain.

Perut bayi cukup kecil, sehingga air susu ibu belum tentu bikin kenyang seharian. Selang satu sampai dua jam, bayi biasanya lapar kembali. Pada titik inilah orang tua bisa asumsi bayi lapar kembali. Gampangnya, bayi terbangun sambil menangis atau buah hati baru saja buang air besar beberapa jam lalu.

5. “Bericik banget sih!”
Otak bayi belum mencapai kadar sempurna. Ada saat dimana pikirannya tidak bisa menerima banyak suara sekaligus. Mungkin nyaris sama dengan orang yang mendapat omelan dari beragam sisi secara bersamaan. Rasa tidak senang bayi bisa jadi diakibatkan terlalu banyak suara di sekelilingnya, walau bagi bunda mungkin hal biasa. Si kecil bisa merasa marah hanya karena otaknya tak mampu proses suara musik anak-anak dengan film action

Ketika seseorang mencari ketenangan, kepala otomatis dialihkan sebagai tanda tidak senang. Bayi juga demikian. Saat segalanya terasa begitu berat, dirinya mengalihkan pandangan dengan harapan suasana lebih tenang. Kalau tidak berhasil, barulah dirinya menangis.

6. “Dedek bosen nih”

Kadangkala membawa bayi pergi bertemu teman-teman bisa jadi aktivitas yang menyenangkan, terlebih jika lingkungan mendukung keberadaan bayi. Tak jarang, sambutan hangat dari anggota ‘perkumpulan’ hanya berlangsung beberapa menit sebelum akhirnya semua lupa dengan si kecil dan asyik sendiri.

Bayi masih punya banyak imajinasi di kepalanya, rasa eksplorasi yang besar. Duduk terlalu lama hanya membuatnya bosan. Karenanya, arti tangisan bayi yang sepertinya sudah cukup makan, tidak lelah, maupun alasan yang telah disebutkan sebelumnya, bisa jadi sebab bosan.

Share and Enjoy

  • Facebook
  • Twitter
  • Google Plus

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *