ASI Bukan Penyebab Ruam Susu Pada Bayi. Begini Penjelasan Medisnya

Bayi Baru Lahir Nangis

www.rd.com

Hampir semua orang menganggap ruam susu pada bayi itu disebabkan oleh ASI atau air susu ibu. Namun, anggapan tersebut akan hilang jika mereka tahu penjelasan ilmiah dari pakar kesehatan.

Faktanya, bukan ASI lho bu yang menyebabkan ruam susu. Lalu apa? Penjelasannya cukup panjang.

Memang sangat bisa dipahami ketika banyak orang yang mengatakan ruam susu itu disebabkan oleh ASI. Hal ini disebabkan ruam susu biasanya muncul pada bagian mulut atau sekitar mulut si kecil. Dan ini terjadi ketika bayi hanya mendapatkan ASI saja. Rasanya, tidak mungkin ada faktor lain selain ASI, kan?

Itu logika sederhananya. Namun, ada fakta ilmiah yang ingin dijelaskan oleh para pakar kesehatan. Dan fakta tersebut sekaligus menghilangkan anggapan bahwasannya ASI bukanlah faktor penyebab munculnya ruam susu pada muka bayi.

Bukan ASI Penyebabnya

Ada satu hal yang tidak banyak orang sadari. Ternyata, ruam susu itu tidak hanya muncul di bagian muka atau lebih tepatnya di bagian mulut bayi lho. Ada juga bayi yang mengalami ruam susu di bagian leher dan bahkan punggung. Apakah itu disebabkan oleh ASI. Fakta ini sudah menampik anggapan bahwa ASI lah penyebab ruam susu.

Lalu, apa penyebabnya? Yang pasti, logika sederhana yang mengatakan ASI lah penyebab munculnya ruam susu tidak lagi bisa diterima.

Para ahli kesehatan membagi dua penyebab ruam susu. Yang pertama adalah dermatik atopik. Apa itu? Ini adalah istilah dalam ilmu medis di mana ruam susu bayi disebabkan sang ibu memiliki riwayat alergi atau asma. Makanya, bayi ibu tersebut bisa saja mengalami ruam, entah itu pada bagian mulut, leher, kulit kepala, dan bahkan area popok.

Penyebab yang kedua adalah dermatik kontak. Ini kondisi di mana ruam susu disebabkan oleh kontak atau bersentuhan dengan sesuatu, bisa sabun, sampo, body lotion, dan lain sebagainya.

Penyebab dermatik kontak inilah yang paling sering terjadi. Lalu, bagaimana mengatasi ruam susu pada bayi?

Cara Berbeda Mengatasi Ruam Susu Pada Bayi

Sebenarnya, ada banyak cara yang bisa ibu coba untuk menghilangkan ruam susu. Apa saja itu?

  1. Menggunakan Krim

Sekarang ini, sudah ada krim yang khusus dibuat untuk menghilangkan ruam susu. Krim tersebut pada dasarnya melembabkan kulit yang mengalami ruam. Krim tersebut dibuat khusus untuk bayi yang masih memiliki kulit yang tipis dan lembut.

Untuk cara ini, sebaiknya ibu konsultasikan dulu dengan dokter. Ini diperlukan untuk memastikan apakah sang buah hati berisiko terkena alergi setelah mengaplikasikan krim tersebut atau tidak. Ibu bisa konsultasi secara online di situs Ibu dan Balita.

  1. Mandi Dengan Sabun Pelembab

Selain krim, ibu juga bisa mengatasi ruam susu dengan cara memandikan si kecil dan gunakan sabun yang melembabkan kulit. Intinya sama, yaitu sebisa mungkin kulit terjaga kelembabannya.

  1. Memandikan Dengan Air Yang Tidak Terlalu Hangat

Ibu familiar dengan istilah air suam-suam kuku? Ini adalah air yang tidak terlalu hangat namun juga tidak terlalu dingin. Air seperti ini mampu menjaga kelembaban kulit sang buah hati. Dengan demikian, masalah ruam susu pada bayi bisa berangsur-angsur hilang.

  1. Pilih Pakaian Yang Tepat

Pada intinya, si kecil tidak boleh terlalu sering berkeringat. Itu artinya, ia tidak boleh terpapar sinar matahari di siang hari. Berkeringat akan membuat ruam semakin parah.

Namun, ibu tidak hanya bisa menghindarkan si kecil dari sengatan sinar matahari. Selain itu, sebaiknya ibu memilihkan pakaian yang lembut dan tidak membuat anak gerah. Pakaian yang terbuat dari katun menjadi pilihan yang sangat tepat.

Itulah beberapa hal yang bisa ibu lakukan. Sebaiknya, terapkan beberapa tips yang berbeda agar ruam susu yang dialami oleh bayi ibu bisa cepat teratasi.

Pencegahan Yang Bisa Dilakukan

Ibu pasti setuju mencegah itu lebih baik daripada mengobati. Lalu, bagaimana cara mencegah ruam susu pada bayi?

Pertama-tama, jangan asal dalam memilih produk perawatan kulit, mulai dari sabun, sampo, dan lotion. Agar ibu tidak salah dalam memilih produk perawatan kulit, sebaiknya lakukan percobaan dulu. Usapkan pada bagian kulit bayi dan lihat reaksinya. Ibu bisa aplikasikan produk yang ibu pilih tersebut pada bagian kulit tangan dan lihat apa yang terjadi. Jika kulit tidak mengalami iritasi, maka produk tersebut aman untuk digunakan.

Selain itu, penting juga bagi ibu untuk memastikan terpenuhinya kebutuhan gizi anak setiap hari. Apakah ini ada hubungannya dengan ruam susu yang dialami oleh seorang bayi? Secara medis, ada hubungannya. Besar sekali indikasinya di mana bayi yang mengalami ruam susu itu memiliki sistem kekebalan tubuh yang rendah. Maka dari itu, untuk memperkuat sistem kekebalan tubuh atau yang sering disebut dengan immune system, maka kebutuhan gizi harus dipenuhi. Bagi bayi, tidak ada cara lain selain memberikan ASI eksklusif. Sementara itu, untuk balita, harus ada tambahan gizi seperti dari susu Frisian Flag Jelajah.

Dan terakhir, pilihlah pakaian yang sesuai dengan kondisi atau musim. Ruam biasanya terjadi ketika musim kemarau. Maka dari itu, hindari memakaikan pakaian yang terbuat dari kain yang terlalu tebal. Sebaiknya pakaikan baju atau kaos yang tipis yang terbuat dari bahan lembut seperti katun.

Jadi, ibu sudah tahu kan bagaimana mengatasi ruam susu pada bayi?

Share and Enjoy

  • Facebook
  • Twitter
  • Google Plus

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *