Bahan Menu Makanan Bayi 10 bulan

menu makanan bayi 10 bulan

Source: Baby Couture

Menu makanan bayi 10 bulan tentu ada bermacam jenis. Perkembangan manusia masa kini membuat modifikasi masakan sudah bukan hal aneh. Bahkan, hidangan untuk anak kecil sekalipun tak luput dari ide-ide kreatif. Orang tua dengan sangat mudah menemukan resep-resep mancanegara.

Segala hal di dunia ini memiliki dasar tersendiri. Dalam bidang kuliner sekalipun, ada sesuatu yang sangat dasar dalam membuat suatu hidangan. Tak terkecuali, hidangan untuk bayi punya basis yang sama. Apakah itu? Jawabannya adalah bahan makanan. Ya, daftar bahan makanan dibawah ini tidak hanya memanjakan lidah namun mengandung nutrisi yang diperlukan si kecil.

  1. Daging dan protein

Peningkatan di usia 10 bulan jelas lebih banyak dibanding usia bayi lainnya. Kini, perut si kecil sudah dapat menerima makanan padat yang cukup kompleks seperti daging. Tidak hanya daging sapi, bahkan daging putih dari ikan saja sangat direkomendasikan.

Tubuh bayi jauh lebih kompleks, mengingat banyaknya ‘proyek’ pengembangan. Hal inilah yang memicu peningkatan kebutuhan protein. Ya, seluruh tubuh terdiri dari sel yang saling berkaitan satu sama lain. Peran protein adalah memastikan sel-sel yang berguna bagi pertumbuhan matang dan baik dan berfungsi sebagaimana mestinya.

Dampak kekurangan protein bisa dibilang langsung terlihat secara kasat mata. Rambut rontok, dan kuku gampang patah adalah salah satu sinyal SOS tubuh. Pada bayi, mungkin tidak langsung disadari hingga semuanya terlambat kala dirinya beranjak dewasa. Jangan sampai, pembaca mempertaruhkan nasib anak dengan menyepelekan faktor protein.

  1. Produk susu

Di awal perkembangan, bayi mungkin masih membutuhkan air susu ibu. Di usia 10 bulan, bunda bukan lagi tempat bergantung utama di kala lapar, padahal nutrisi dalam air susu ibu tidak kalah penting dengan sumber eksternal. Alasan tersebut menguatkan kenapa produk susu harus masuk bahan makanan bayi 10 bulan.

Kandungan utama yang membuat susu paling banyak diincar adalah kalsium dan vitamin D. Bisa dibilang keduanya merupakan pasukan khusus pembentuk tulang si kecil. Mengingat bayi 10 bulan sudah mulai mampu ‘berkelana’ sendiri, tubuh yang sehat dengan tulang yang kuat wajib dimiliki demi kelancaran pembelajaran si kecil setiap harinya.

Bahkan, oportunis jaman sekarang sengaja menciptakan susu yang tidak sekedar mengandung kalsium dan vitamin D. Susu formula yang beredar di pasaran saat ini sangat mungkin memenuhi kebutuhan gizi sehari-hari dalam 1 gelas. Tinggal bagaimana keputusan ayah dan bunda nantinya.

Apabila buah hati ayah bunda masih kesulitan lepas dari air susu ibu, tidak perlu buru-buru. Campurkan saja air susu ibu, dengan susu formula atau susu sapi murni. Pertama kali dominasi minuman dengan air susu bunda, tapi perlahan usahakan mengedepankan jenis susu lain supaya bayi kian terbiasa.

  1. Buah-buah segar

Saraf motorik bayi berusia mendekati 1 tahun, seharusnya sudah jauh berkembang. Tolak ukur kemampuan gerak si kecil ditandai dengan genggaman. Jangan salah, walaupun menggenggam tangan bukan hal berat bagi orang dewasa, bayi mungkin merasa kegiatan satu ini sangat menantang.

Terdapat 3 koordinasi tubuh yang diperlukan untuk melakukan gerakan genggam. Pertama, ada visual yang memonitor target ada pada posisi jangkauan atau tidak. Kedua, otak yang memberi perintah kepada bagian tubuh lain dan melakukan proyeksi kapan eksekusi dilaksanakan. Terakhir, tulang yang juga mencangkup saraf, dimana keduanya merespon perintah otak untuk mengenggam.

Latihan mengenggam sangat mampu asah otak si kecil. Apalagi aktivitas terbaik untuk mengasah kalau bukan mengisi perut?

Kebutuhan manusia berupa papan, merupakan tindakan penyelamatan diri. Tanpa makanan, bayi tidak akan mampu berkembang. Karenanya memberikan buah segar dalam bentuk potongan salad buah misalnya, pasti akan menyenangkan. Jangan lupa, mainkan kreatifitas pembaca dalam menghidangkan buah untuk bayi.

Nutrisi dalam buah jangan sampai diremehkan. Banyak orang menganggap buah hanya makanan sampingan semata. Padahal, kalau ditilik lebih lanjut, ada beragam vitamin A, C, dan nutrisi berharga lain yang bisa ditemukan dalam buah. Kendati demikian jangan andalkan buah saja untuk mengisi perut si kecil, ya.

  1. Sayur mayur

Gaya hidup vegetarian merupakan keputusan untuk tidak konsumsi produk hewani. Pembaca yang seorang vegetarian atau bahkan vegan kemungkinan besar keberatan dengan saran memberikan bayi produk hewani. Untung saja, ilmu pengetahuan sekarang tidak membatasi asupa gizi penting seperti protein pada daging saja, melainkan dari sayuran.

Sayur mayur memang bisa dibilang makanan yang cukup luar biasa. Segala macam gizi dan nutirisi bisa didapat dari mahluk alami yang tumbuh di tanah ini. Tekstur dan rasa yang beragam memberikan pilihan tak terbatas bagi bunda dalam menyediakan makanan untuk si kecil.

Gambaran sayuran di benak si kecil mungkin tidak selalu menyenangkan, beberapa bayi bahkan menolak terang-terangan beragam jenis sayuran. Padahal, dengan terbiasa makan sayuran sejak kecil, dampak kesehatan di masa depan cukup besar. Orang tua harus putar otak untuk memastikan sayuran masuk ke dalam mulut bayi dengan sukarela.

Pembaca mungkin sudah punya ide tersendiri, namun mendapat masukan dari luar tidak ada salahnya. Guna menarik perhatian si kecil, orang tua memberi nama-nama unik pada sayur yang dihidangkan. Tak lupa, dengan sengaja ayah bunda menyantap jenis sayuran tersebut di depan bayi. Sifat si kecil yang masih senang meniru membuat dirinya tak sadar sudah menghabiskan menu makanan bayi 10 bulan berbahan sayur sekalipun.

Share and Enjoy

  • Facebook
  • Twitter
  • Google Plus

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *