Bayi 6 Bulan, Banyak Pekerjaan Menanti

bayi 6 bulan mpasi

www.ibudanbalita.com

Banyak pekerjaan yang harus ibu lakukan ketika ibu sudah memiliki bayi 6 bulan. Memang beban ibu semakin ringan karena ibu tidak harus fokus memberikan ASI mengingat bayi usia 6 bulan sudah mendapatkan MPASI atau makanan pendamping ASI. Setidaknya, bayi ibu sudah boleh mendapatkan nutrisi selain dari ASI. Jadi, ibu tidak stres ketika ASI ibu tidak banyak. Ibu bisa memberikan jus buah atau menu makanan lunak lainnya.

Namun, di satu sisi, banyak hal yang harus ibu lakukan. Saat usia si kecil mencapai 6 bulan, perkembangannya sangat tergantung pada bagaimana ibu merawat sang buah hati.

Menyiapkan Menu MPASI Yang Tepat

Mudah saja sekarang untuk menyiapkan MPASI. Sekarang sudah banyak menu makanan instan untuk bayi usia 6 bulan. Akan tetapi, apakah ibu akan memilih untuk memberikan menu makanan seperti itu?

Sebaiknya ibu pertimbangkan dulu untuk memberikan MPASI yang alami. Ibu bisa memilih berbagai sayuran atau buah-buahan yang dihaluskan sebagai menu makanan si kecil. Dengan membuatkan menu makanan seperti ini, bayi ibu akan semakin sehat karena makanan yang ia konsumsi tidak mengandung bahan pengawet yang biasanya ada pada makanan bayi instan.

Bayi Rentan Terkena Penyakit

Sebenarnya, yang paling rentan adalah ketika bayi berusia baru beberapa hari. Jika usianya sudah 6 bulan, risiko terkena penyakit menurun. Hanya saja, ibu tetap harus waspadas.

Beberapa keluhan kesehatan mungkin akan dialami oleh bayi ibu ketika usia 6 bulan. Saat ibu mulai memberikan MPASI, biasanya bayi mengalami konstipasi atau susah buang air besar. Ini merupakan respon yang alami ketika bayi baru mengkonsumsi MPASI. Sistem pencernaan belum terbiasa mencerna makanan sehingga bayi ibu mungkin akan mengalami konstipasi.

Tidak ada hal yang perlu ibu khawatirkan. Ibu hanya perlu membantu si kecil melewati masa itu. Sebaiknya ibu memberikan menu MPASI yang terbuat dari satu bahan utama saja. Dan pastikan juga menu makanan tersebut tidak terlalu keras. Tambahkan air agar teksturnya sedikit lebih cair. Hal ini akan membuat risiko konstipasi bisa dikurangi. Dan jika si kecil mengalami konstipasi, ibu harus memberikan lebih banyak ASI. Karena inilah cara yang tepat untuk mengatasi konstipasi.

Keluhan kesehatan lainnya yang juga bisa dialami oleh bayi 6 bulan adalah keseleo atau terkilir. Ini juga paling sering dialami. Tandanya biasanya bayi menangis, susah tidur, dan terkadang disertai dengan demam. Bayi bisa saja terkilir karena ia sering bergerak. Seperti yang ibu ketahui, bayi usia 6 bulan susah mulai bergerak, seperti merangkak, dan bahkan ada yang sudah ingin berjalan layaknya orang dewasa. Bukan tidak mungkin ototnya keseleo karena gerakan-gerakan yang ia lakukan tersebut.

Sangat disarankan ibu membawa si kecil ke tempat baby spa. Mungkin ibu bisa jadwalkan satu kali dalam satu bulan. Perawatan seperti ini diperlukan saat bayi ibu mulai belajar bergerak atau berjalan. Akan lebih baik juga ibu perhatikan dan pelajari bagaimana therapist di baby spa melakukan pijatan pada tubuh si kecil. Jadi, ibu bisa praktekkan sendiri di rumah bagaimana cara memijat bagian punggung, bagian tangan, dan juga bagian kaki. Bagian tubuh itulah yang paling sering mengalami masalah.

Memaksimalkan Perkembangan Motorik

Salah satu hal yang istimewa saat usia bayi 6 bulan adalah pergerakan motorik yang ia lakukan. Di dalam dunia medis, pergerakan motorik dibagi menjadi dua; yaitu motorik kasar dan motorik halus. Gerakan motorik kasar merupakan gerakan yang menggunakan otot besar seperti merangkak dan berjalan. Sementara itu, gerakan motorik halus hanya melibatkan otot kecil seperti kemampuan memegang sesuatu.

Salah satu yang bisa ibu lakukan untuk memaksimalkan gerakan motorik kasar dan halus adalah dengan memberikan stimulus yang tepat. Ibu bisa siapkan berbagai jenis permainan seperti bola yang bisa memicu anak untuk bergerak. Jika ia sudah ingin mulai belajar jalan, ibu bisa ajak si kecil berjalan dengan cara memegang kedua tangannya. Tidak perlu ibu belikan baby walker karena menurut pakar perkembangan anak, alat bantu jalan tersebut justru membuat perkembangan tulang anak tidak maksimal. Pasalnya, tubuh ditopang oleh baby walker, bukan tulang kakinya sendiri.

Untuk informasi lebih lengkap mengenai perkembangan bayi, ibu bisa baca artikel kesehatan di situs Ibu dan Balita. Yang pasti, bukan hanya stimulus dari luar saja yang harus diberikan untuk memaksimalkan perkembangan motorik bayi, melainkan juga nutrisi untuk otak. Hal ini disebabkan gerakan bisa dilakukan karena adanya perintah yang berasal dari otak yang kemudian disalurkan ke otot dan organ tubuh tertentu untuk bergerak.

Memang banyak sekali hal yang harus ibu lakukan dan ibu pelajar lebih jauh lebih mengenai tumbuh kembang bayi. Jangan sia-siakan masa tumbuh kembang si kecil. Ibu harus memaksimalkan dengan menerapkan cara perawatan yang tepat.

Dan jika usianya sudah balita nanti, tentu banyak hal lagi yang harus ibu pelajari mengenai bagaimana memaksimalkan tumbuh kembang balita. Ibu harus memilihkan susu yang terbaik untuk balita untuk memastikan kebutuhan nutrisi harian si kecil terpenuhi. Untuk saat ini, ibu fokus dulu untuk mengoptimalkan perkembangan bayi 6 bulan.

Share and Enjoy

  • Facebook
  • Twitter
  • Google Plus

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *