Bayi 9 Bulan Belum Tumbuh Gigi?

Bayi 9 bulan belum tumbuh gigi

Baby Centre

Saat menanti pertumbuhan bayi, ada 2 hal yang sangat diperhatikan dari bagian mulut. Kapan bayi mengucapkan kata pertama dan momen gigi pertama memunculkan dirinya. Rasa penasaran makin menjadi – jadi apabila bayi 9 bulan belum tumbuh gigi. Orang tua manapun pasti bisa membayangkan bagaimana rasanya melihat bayi – bayi lain memamerkan gigi kecil nan lucu yang telah muncul ke permukaan. Rasa iri bisa jadi tapi rasa khawatir pasti hadir. Apa yang salah dengan si kecil ? kenapa bayi 9 bulan belum tumbuh gigi ? berbagai pertanyaan seolah meletup – letup di kepala menginginkan jawaban.

Apa sih, yang sebenarnya terjadi dibalik pertumbuhan gigi ? mari mengintip sedikit proses pertumbuhan gigi di balik layar. Biasanya, orang tua tidak tahu menahu bagaimana alur tumbuh gigi, pokoknya kalau bayi sudah rewel masalah gigi, kemungkinan besar mau keluar tuh gigi mungil nan lucu. Secara medis, gigi sebenarnya masuk dalam keluarga tulang, bahkan, gigi memegang peringkat sebagai senjata rahasia manusia dalam mempertahankan diri. Ya, jangan meremehkan orang dengan gigi sehat nan kuat, ketika harus memperjuangkan nyawa, gigi bisa sangat berguna. Di dalam gusi, telah bersemayam cikal bakal gigi yang sedang ‘bertapa’ menumbuhkan saraf atau akar gigi agar semakin kokoh. Apabila akar gigi sudah siap maju solo, tulang akan mendorong gusi agar ‘membukakan pintu’. Tentu saja jangan membayangkan tulang ‘ketuk – ketuk’ gusi dengan sopan, melainkan tulang merobek gusi sehingga ada tempat untuk gigi. Ibarat kata, gusi dibedah dengan paksa dari dalam, rasa sakit yang dialami balita tentu luar biasa.

Rata – rata bayi sudah mulai memunculkan gigi pada ulang tahun ke enam sampai delapan bulan. Gigi yang paling pertama berhasil mendobrak gusi ada pada gigi bagian bawah dan tengah. Penampakan gigi kelinci cukup wajar terjadi pada bayi – bayi yang baru menikmati gigi pertamanya. Jangan lupa, sebelum ada kebahagiaan selalu ada masa masa sengsara. Bayi menangis, bangun tengah malam, mulai menggigit – gigit mainan merupakan pertanda mulut bayi sedag dalam proses pemunculan gigi. Siklus tumbuh gigi akan terjadi berulang – ulang setidaknya hingga bayi mencapai usai tiga puluh minggu atau dua tahun lebih. Sederetan gigi lengkap siap menyambut dunia si kecil. Tinggal bagaimana orang tua memberi asupan gizi agar pertumbuhan lancar tanpa hambatan dari segi nutrisi. Nah, pertanyaannya apakah asupan gizi kurang juga termasuk penyebab gigi bayi tumbuh terlambat ?

Memandang dari segi gizi, tidak bisa dilakukan sebelum mengetahui terlebih dahulu nutrisi apa saja yang dibutuhkan bayi demi perkembangan gigi sehat. Ada 2 nutrisi yang cukup diinginkan tubuh untuk membantu peran pertumbuhan gigi yakni kalsium dan vitamin D. Kalsium selalu identik dengan tulang, dan seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, gigi termasuk keluarga tulang. Dengan kehadiran kalsium sebagai bagian ‘tim’ pertumbuhan gigi, tentu tubuh bisa lebih cepat menghasilkan gigi yang kuat. Kedua, vitamin D bak robin bagi batman, tuyul bagi mbak yul, keduanya tidak bisa terpisahkan. Tanpa kehadiran vitamin D, tubuh kesulitan menyerap kalsium. Percuma saja meminumkan suplemen kalsium setiap harinya, habis berbotol – botol kalau tubuh tidak bisa memanfaatkan kalsium. Jangan sampai perumpamaan ‘mutiara tidak berguna untuk babi’ teraplikasikan pada kasus kekurangan vitamin D bayi. Sumber kalsium dan vitamin D ada pada susu, jika ingin vitamin D maksimal menjemur bayi di bawah terik matahari sebelum jam 9 adalah keputusan yang bagus.

Pada beberapa kasus, orang tua memang sudah memberikan yang terbaik terutama untuk pertumbuhan gigi bayi. Setiap pagi bayi dijemur di bawah terik sinar matahari, kemudian diberi minum susu. Bahkan ada juga orang tua penuh persiapan dengan meminum suplemen vitamin D dan kalsium jauh sebelum bayi lahir. Sayangnya, ada satu kelainan genetis yang membuat tubuh tidak mampu menyerap vitamin D alias kebal vitamin D. Entah diberi berapa dosis sekalipun, tubuh tidak bisa menerima vitamin D sehingga berujung kekurangan kalsium. Kondisi inilah yang menyebabkan gigi tak kunjung muncul ke permukaan karena tulang yang menjadi cikal bakal gigi tidak mampu berkembang.

Kondisi genetis memang tidak bisa diprediksi. Down syndrome tentu sudah banyak dikenal sebagai kelainan gen, dan memang bayi dengan kondisi down syndrome cenderung mengalami keterlambatan pertumbuhan dibanding bayi – bayi lain. Beberapa kondisi juga menyebabkan bayi – bayi tidak bisa menumbuhkan gigi sama sekali atau malah terlalu banyak gigi namun kondisi ini jarang terjadi. Bayi yang terlahir premature juga banyak mengalami keterlambatan pertumbuhan gigi maupun perkembangan badan lain. Faktor keturunan tentu mampu melatar belakangi hambatan pertumbuhan gigi dan keterlambatan lainnya.

Memang ada banyak kemungkinan kenapa seorang bayi mengalami keterlambatan dalam masa pertumbuhan. Tenang, tidak seharusnya menyalahkan diri sendiri maupun pasangan karena tidak akan ada jalan keluar yang berarti. Bilamana memang bayi tidak kunjung tumbuh gigi hingga usianya melebihi 1 tahun, maka ini saatnya orang tua berkonsultasi dengan dokter kepercayaan. Apapun hasil pemeriksaan dokter, setidaknya orang bisa lebih terarah. Mulai dari perbaikan pemberian gizi, kebiasaan bayi baru yang harus dilatih dan masih banyak lagi. Apapun itu, orang tua sangat diharapkan bersabar dan memberikan kasih sayang. Bayi 9 bulan belum tumbuh gigi memang tidak seharusnya dipaksa atau berasumsi berlebihan terhadap kondisi tubuh.

Share and Enjoy

  • Facebook
  • Twitter
  • Google Plus

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *