Beberapa Pilihan Game Edukasi Anak

game edukasi anak

www.friso.co.id

Bermain dan game edukasi anak merupakan kebutuhan pokok yang tidak dapat di cegah oleh siapapun termasuk orang tua, karena dengan bermain anak-anak bisa mendapatkan kesenangan dan juga mendapatkan pendidikan. Pelajaran pertama yang mereka kenal adalah bermain dan sesuai tumbuh kembang mereka, proses bermain juga mengalami perubahan sesuai dengan tingkatan usia anak-anak.

Bentuk, jenis dan alat permainan yang ada saat ini memang banyak ditemui dan bisa didapatkan dengan mudah. Apalagi dengan pertumbuhan dan perkembangan teknologi yang semakin cepat khususnya pada media elektronik yaitu ponsel. Jenis permainan juga banyak tertanam di media komunikasi tersebut namun tidak semua permainan yang ada didalam ponsel saat ini memiliki fungsi yang mendidik, bahkan lebih banyak kerugiannya jika dimainkan oleh anak-anak. Pasalnya permainan seperti itu adalah permainan yang akan membuat anak menjadi dan memiliki sifat egois dan tidak mau atau tidak peduli dengan lingkungan sekitarnya.

Bermain permainan di ponsel tidak akan membuat anak menjadi pintar, mereka akan cenderung menyendiri untuk menyelesaikan permainannya dan tidak akan pernah peduli dengan lingkungannya. Ingat permainan yang anak-anak mainkan tidak hanya sekedar membuat mereka senang tapi harus ada unsur pendidikan dan kepedulian terhadap lingkungan sekitarnya. Selain itu, dalam bermain juga mengajarkan anak-anak untuk hidup sederhana. Jika anak-anak selalu diberi mainan yang ada didalam ponsel, maka kesederhanaan tersebut tidak akan pernah mereka miliki.

Game Edukasi Anak Untuk Membantu Perkembangan Si Kecil

Penting untuk orangtua untuk memilihkan game edukasi untuk anak balita untuk menunjang perkembangan kognitif. Dalam masa usia hingga 3 tahun, balita menjalani hidupnya seperti ilmuan kecil yang selalu bereksperimen, membandingkan berbagai hal dan banyak bertanya dengan kalimat-kalimat pendek. Pada tahun pertama, anak mungkin akan bereksperimen dengan benda-benda disekitarnya karena pada saat itu dia baru mulai belajar bicara dan mulai menggunakan kata-kata. Baru pada umur 3 tahun balita akan mulai menanyakan hal-hal tertentu dengan kata terbata-bata.

Bermain menggunakan permainan digital akan membantu balita Anda agar tidak mudah bosan. Media interaktif yang berupa suara, animasi dan game play yang menarik akan membuat rasa keingintahuan balita kita lebih tinggi. Sebagai orangtua yang baik, kita harus selektif dalam memilih game edukasi anak balita. Berikut ini beberapa contoh game edukasi yang baik bagi anak balita:

-Farm 123 ~ StoryToys Jr

Ini adalah game edukasi anak balita yang berupa buku pop-up mini yang berbentuk 3D. Permainan yang dikembangkan oleh storytoys.com ini membantu balita untuk belajar berhitung dengan beberapa tingkat kesulitan. Elemen-elemen dalam permainan ini sangat menarik perhatian balita, sehingga proses belajar akan menjadi lebih mudah. Saat ini Farm 123 ~ StoryToys Jr tersedia di Google Play maupun iTunes sebagai permainan edukasi berbayar yang sangat bagus.

-Endless Alphabet

Permainan yang menggunakan banyak animasi untuk membangun kata-kata. Setiap huruf akan diiringi dengan suara fonetik dalam aksen yang lucu sehingga mendorong anak balita menirunya. Permainan jenis ini sangat bagus untuk mengajarkan beberapa kata dasar yang sederhana dan mudah diingat oleh balita. Permainan yang dikembangkan oleh Originator inc ini dapat di unduh di Google Play maupun iTunes.

-Endless Reader

Adalah game edukasi untuk anak balita yang dikembangkan oleh Originator inc. Permainan ini adalah sekuel dari permainan Endless Alphabet. Game ini berfokus pada penglihatan kata-kata sederhana seperti pergi, rumah, dan masuk. Animasi lucu membantu mengajar kata-kata baru yang sering sulit untuk menjelaskan ekspresinya kepada anak balita. Game ini bisa diunduh melalui Google Play dan iTunes secara gratis.

Hal-Hal Yang Menjadi Pertimbangan Dalam Memilih Game Edukasi  Anak

Game tidak selalu berupa mainan yang berada di hp ataupun komputer. Jika balita masih satu tahun, lebih baik memberikan game yang berupa mainan sederhana seperti cilukba, mengenal anggota tubuh dan sebagainya. Hal ini karena balita satu tahun biasanya belum bisa membedakan benda mana yang bisa dimakan dan yang tidak bisa dimakan. Bila umur sudah dua tahun hingga tiga tahun, Anda bisa mempertimbangkan untuk mengenalkan permainan yang ada di handphone. Balita usia 2-3 tahun biasanya mulai mengeksplorasi segala hal untuk memuaskan keingintahuannya.

Berikut ini beberapa pertimbangan saat akan memilihkan game edukasi untuk anak Anda:

-Terlalu Polos

Balita biasanya masih terlalu polos, dia belum bisa membedakan apa yang nyata dan apa yang berpura-pura. Dia mungkin akan takut pada karakter yang ada dalam game, lalu dia membawanya dalam dunia nyata.

 Dia juga kadang berpikir bahwa kita yang mengawasai tahu apa yang mereka rasakan, padahal kita tidak benar-benar tahu yang dia rasakan sehingga kita sering salah mengartikannya.

-Menggunakan Kelima Indera

Pada tahap perkembangan kognitif, balita berada pada tahap sensori motorik. Hal inilah yang membuat balita akan menggunakan kelima indera yang dimilikinya untuk permainan tertentu. Balita akan menjelajahi semuanya dengan penglihatan, suara, rasa, sentuhan dan indera perasa. Itu artinya mungkin saja dia akan menjilat atau membanting smartphone Anda.

-Selalu Penasaran

Rasa penasaran akan membuat balita selalu bereksperimen dengan benda-benda yang asing. Dia akan tertarik untuk memencet apa saja, jadi sebaiknya pilih game edukasi anak balita yang tidak ada iklan maupun in-app purchase.

Share and Enjoy

  • Facebook
  • Twitter
  • Google Plus

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *