Beginilah Perkembangan Kognitif Anak Dari Waktu Ke Waktu

Belajar sambil bermain

E-BookSkart

Perkembangan kognitif yang dimiliki anak sebenarnya sama, hanya hasil yang dicapai oleh anak mungkin berbeda di masa depannya. Hal ini disebabkan oleh berbagai faktor.

Kognitif sendiri merupakan proses berfikir yang mana berhubungan langsung dengan kecerdasan seseorang.

Proses berfikir ini berkaitan dengan bagaimana seorang anak mampu menghubungkan sesuatu, menilai, kemudian mempertimbangkan sebuah kejadian. Hasil dari penilaian ini menentukan langkah apa yang akan diambil oleh seseorang.

Pada kasus anak, proses berfikirnya baru tumbuh. Artinya, ada tahapan-tahapan dimana anak bisa mengambil sikap dari hasil penilaian dan pemikirannya.

Tentunya, tahapan ini akan terjadi setelah anak mulai dewasa. Hanya saja, tanda-tanda kecerdasan anak ini akan semakin terlihat dari waktu ke waktu. Agar semakin terlihat, penting buat Anda untuk merangsang perkembangannya.

Nah, sebelum Anda mengenal tahapan-tahapannya, ada baiknya Anda mengenali dulu pentingnya merangsang perkembangan otak anak.

Pentingnya Stimulasi Perkembangan Otak Anak

Stimulasi tentu sangat penting dilakukan, terlebih untuk mengembangkan otak anak. Setidaknya, ada beberapa hal mengapa Anda perlu melakukan stimulasi tersebut. Diantaranya adalah sebagai berikut ini.

  • Anak bisa mengembangkan kecerdasannya terhadap apa yang dilihat, didengar maupun dirasakannya.
  • Anak mampu menghubungkan segala sesuatu terkait satu peristiwa dengan peristiwa lainnya.
  • Anak mampu melakukan penalaran, baik itu secara spontan maupun tidak.
  • Anak mampu memecahkan sebuah persoalan yang dihadapinya.

Tahapan-Tahapan Perkembangan Otak Anak

Di sini, kami akan menunjukkan pada Anda tentang tahapan perkembangan kognitif anak sejak dilahirkan sampai dewasa. Jadi, mari simak ulasannya berdasarkan teori Jean Piaget (Profesor Psikologi Universitas Geneva, Swiss).

  1. Tahapan Sensorimotor

Ketika anak dilahirkan ke dunia ini, anak sebenarnya sudah dibekali dengan alat untuk berfikir yaitu otak.

Jaringan otak akan semakin baik sejalan dengan bertambahnya usia. Tentu saja harus dibarengi dengan pemberian nutrisi yang bagus untuk perkembangan sel otak.

Pada tahapan pertama dari kemampuan kognitif anak, tahapan itu dikenal dengan sebutan tahapan sensorimotor.

Tahapan ini ditandai dengan kemampuan menggerakkan tubuh atau menggunakan panca inderanya. Hanya saja, gerak reflek ini masih sangat terbatas sekali.

Pada tahapan ini pula, anak-anak sebenarnya belum bisa mempertimbangkan segala sesuatu terkait hidupnya.

Maksudnya, anak belum mampu mempertimbangkan keinginan, apalagi mempertimbangkan kepentingan orang lain.

Tahapan sensorimotor ini terjadi pada anak usia 0-24 bulan. Dan anak yang berada pada tahapan ini masih memiliki sifat egosentris. Artinya hanya mementingkan kepentingannya sendiri.

  1. Tahapan Praoperasional

Kecerdasan kognitif anak akan semakin berkembang ketika menginjak usia 2 tahunan. Dan usia tersebut, anak telah memasuki tahap praoperasional sampai usia 7 tahun.

Pada masa tersebut, anak-anak mulai bisa menerima rangsangan meskipun dalam kadar yang terbatas.

Dicontohkan, anak telah bisa berbicara ketika diajak bicara orang tuanya. Malahan, anak bisa menanggapi sesuatu dengan bahasa tubuhnya ketika diminta oleh orang tuanya.

Tahapan ini memang akan dilewati anak. Anak mulai memperlihatkan tingkah lucunya, bahkan ada yang mengkhawatirkan.

Pasalnya, anak-anak baru berfikir mengenai sesuatu berdasarkan sudut pandang dirinya. Jadi, anak masih sangat egois.

Anda bisa menengok contohnya ketika anak-anak Anda bermain dengan teman sebayanya. Anak masih mementingkan dirinya sendiri, seperti tidak mau berbagi permainan dengan temannya.

Bila diminta untuk melepaskan permainan, anak akan cenderung menangis. Karena anak usia tersebut masih memiliki sifat egois terhadap sesuatu.

Pada tahapan praoperasional ini juga, kemampuan-kemampuan anak semakin terlihat. Contohnya adalah kemampuan bicaranya yang semakin fasih.

Yang perlu ibu/orang tua lakukan tentu menemani sekaligus merangsang perkembangan otak anak. Entah itu berasal dari makanan sampai dengan stimulasi tertentu yang membuat anak bisa mengambil informasi dan mengolahnya.

  1. Tahapan Operasional Konkret

Pada tahapan ini, cara berfikir anak sudah mulai terlihat jauh lebih baik. Tahapan ini terjadi pada anak usia 7-11 tahun.

Kecerdasan ini memang sudah mulai terlihat. Anak sudah mampu mengingat dan berfikir lebih logis. Dicontohkan dengan kemampuan anak dalam memahami sebab akibat di lingkungan.

Kemampuan ini memang terus meningkat seiring berkembangnya cara berfikir dan bertambahnya usia. Hanya saja, kemampuan ini masih dalam batasan memahami dan mengingat benda-benda yang bisa dilihat maupun diraba.

Sementara untuk memahami atau memikirkan benda-benda yang abstrak masih kesulitan. Dan ini adalah kondisi yang sangat normal dimiliki oleh anak.

Pada tahapan ini pula, kecerdasan berfikir anak bisa dilatih dan ditingkatkan. Tentunya dengan menstimulasi anak agar mau berfikir lebih baik.

Anda juga bisa mengajari anak tentang matematika dasar. Yang terpenting, Anda melatih anak sesuatu yang sederhana agar minat anak tumbuh. Ketika minat anak tumbuh, anak akan tertarik untuk melakukan dan cara berfikirnya juga akan mulai meningkat.

  1. Tahapan Operasional Formal

Setelah anak menginjak usia 11 tahun, anak-anak sudah mampu mempertimbangkan sesuatu dengan penalarannya.

Anak mampu berfikir secara abstrak, mempertimbangkan sesuatu dan mulai mengambil sikap sesuai dengan kemampuannya.

Kemampuan ini menjadi landasan yang baik untuk menghadapi masa peralihan ke remaja dan dewasa nantinya.

Kecerdasan dalam mempertimbangkan dan mengambil sikap ini tentunya sudah sangat cukup untuk menghadapi masa dewasanya. Hanya saja, Anda tetap harus membekali dengan pengajaran-pengajaran yang baik.

Pengajaran ini meliputi pengajaran tata krama, bersosialisasi dan lain sebagainya. Tujuannya tentu saja agar anak Anda mampu menghadapi masa dewasanya dengan baik.

Kesimpulannya, kecerdasan anak akan semakin berkembang sejalan dengan usianya. Hanya saja, kemampuan tersebut akan berbeda berdasarkan stimulasi yang diberikan oleh orang tua. Jadi, sadari dan berikan stimulasi yang benar agar perkembangan kognitif anak lebih baik.

Share and Enjoy

  • Facebook
  • Twitter
  • Google Plus

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *