Belajar Sambil Bermain Agar Si Kecil Pandai Membaca

Belajar sambil bermain

Image Source: Funderstanding

Zaman dulu sekolah hanya membawa beberapa buku, apalagi jika masih di sekolah dasar pertama kali, yang dipikirkan kapan pulang hingga bisa bermain dengan teman – teman. Fenomena yang terjadi sekarang ini adalah berat tas beda jauh dengan berat badan atau kemampuan anak membawa barang itu sendiri. Belum lagi, metode sekolah mengharuskan anak duduk pasif di meja mendengarkan guru dan berharap bahwa semua siswa dalam kelas lulus ujian akhir. Belajar sambil bermain sepertinya hanya menjadi mimpi belaka. Teknologi yang sangat maju menuntut manusia agar lebih pintar dari mesin, serta harus selalu berinovasi, tentu tidak salah jika pemerintah terpaksa membebankan begitu banyak segi akademis sejak dini.

Sebenarnya apakah sistem pendidikan tanah air memang salah? Mari berkaca dari negara luar. Firlandia telah membebaskan setiap guru untuk mendidik siswa dengan anggapan bahwa pemegang kendali kelas jauh lebih paham dibanding pemerintah. Sejatinya, sistem pemerintah Indonesia yang telah dikembangkan tidak sepenuhnya salah. Sebagai negara berkembang, otomatis warga Indonesia harus bersaing lebih ketat dengan warga berkembang lainnya agar bisa memajukan negara sehingga menjadi negara maju. Kekurangan dari sistem ini tentu saja, anak – anak semakin ditekan agar mencapai target internasional terlepas apakah selepas sekolah ilmu tersebut akan terus digunakan atau tidak dalam kehidupan sehari – hari.

Perlu diketahui, bahwa tidak melulu sekolah menjadi andalan ayah bunda dalam mendidik anak, namun bukan menjadi alasan solid bagi orang tua untuk tidak menghiraukan kepentingan sekolah. Sebagai orang tua, kemungkinan besar anda tidak ingin membebani si kecil terlalu dalam, walau jauh dalam lubuk hati berharap anak selalu mendapatkan nilai sempurna. Bukan berarti dengan menambah jam belajar anak setiap harinya, entah dengan mengundang guru les atau bahkan memaksa anak duduk di meja sampai paham atau hapal semua pelajaran adalah jalan keluar. Belajar sambil bermain sebenarnya tidak mustahil untuk dilakukan selama cara yang digunakan memang tepat sasaran dan menyenangkan. Berikut ini adalah daftar belajar sambil bermain

  1. ABC lima dasar  
    Bagi anda yang lahir di era tahun 90’an sepertinya tidak asing lagi dengan permainan ABC lima dasar. Kalau anda belum pernah dengar, ABC lima dasar adalah permainan kata yang bergantung pada huruf yang dipilih. Semisal saja topik permainan adalah binatang dan huruf yang dipakai huruf A, maka masing – masing pemain harus menyebutkan binatang berawalan huruf A sampai tersisa pemain yang tidak memenuhi syarat. Tentu saja, karena tujuan dari bermain yakni meningkatkan pelajaran topik yang digunakan bisa bervariasi. Untuk anak play group mungkin cocok untuk mengenal buah – buahan. Bagi anak yang sudah masuk sekolah dasar, topik bisa diganti menjadi lebih sulit seperti organ tubuh, atau tokoh bersejarah. ABC lima dasar sangat populer karena permainan yang cukup mudah, mengasyikkan, dan tidak membutuhkan modal besar.
  2. Pancing lagi
    Membaca telah menjadi cerminan ilmu banyak negara. Bila anda sedang melihat kondisi pendidikan suatu wilayah, umumnya literatur yang dijadikan tolak ukur. Literatur sendiri bermakna literasi, atau kemampuan membaca suatu populasi. Dengan mampu membaca seseorang bisa memaknai beragam informasi dari jendela dunia alias buku. Tidak ada salahnya mempertajam kemampuan membaca belajar sambil bermain asyik dengan bermodal kertas dan alat tulis saja. Pertama – tama potong kertas menjadi seukuran kartu, sediakan dalam jumlah genap. Tulis satu kata yang sama pada 2 kertas berbeda, dan teruskan  hingga semua ‘kartu’ tadi sudah berisi tulisan.

    Cara bermain cukup gampang dan langsung bisa dipahami selama pemain telah memiliki kemampuan baca yang tidak begitu buruk. Minta semua pemain duduk dalam satu lingkaran kemudian bagikan secara rata kartu – kartu hingga pemain mendapatkan 3 kartu di tangan, dan sisanya ditaruh di tengah atau biasa disebut kolam. Saat permainan dimulai, secara bergiliran pemain menyebutkan salah satu kata yang ia pilih dari kartunya dan tanyakan apakah ada yang memiliki kata yang sama. Bila ada yang serupa, maka bisa saling memberi kartu sehingga beban kartu telah berkurang bagi 2 pemain. Kalau ternyata tidak ada yang memiliki kartu serupa, maka pemain lain mengatakan ‘pancing lagi’ yang berarti pemain malang tersebut harus mengambil satu kartu dari kolam. 2 pemain pertama yang berhasil menghabiskan semua kartu di tangan menjadi juaranya. 
  3. Tepuk tangan
    Anak tidak diminta tepuk tangan keras – keras, karena bukan tepuk tangan yang menjadi inti permainan melainkan tepuk tangan adalah bagian dari permainan. Apakah anda kenal permainan kartu bernama tepuk nyamuk? Ya, bagi anda yang tidak tahu, tepuk nyamuk sangat digemari terutama di kalangan anak muda. Satu orang yang tidak termasuk pemain membagikan kartu sambil mengurutkan As sampai dengan 2, dan setiap kali ada kartu yang serupa dengan angka yang sedang diucapkan, semua pemain harus memegang kartu itu. Kadangkala permainan tepuk nyamuk bisa menimbulkan cedera. Kendati demikian, permainan tepuk tangan tidak berbahaya meski memiliki dasar yang sama.

Kembali dengan bolpoin dan kertas, tuliskan beragam kata di kartu beserta pasangannya. Bila tujuan anda memperdalam matematika maka berikan 1 kartu berisi “1+1=” dan kartu lain 2. Acak kartu tersebut seperti kartu tarot. Buka satu persatu dan apabila ada yang berhubungan, semua pemain harus bertepuk tangan. Asyik bukan, belajar sambil bermain ?

Share and Enjoy

  • Facebook
  • Twitter
  • Google Plus

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *