Biasakan Hal Ini Untuk Mengajari Sopan Santun Pada Anak!

cara mendisiplinkan anak

Universal Life Church Monastery

Mengajari sopan santun tidak harus menunggu anak berusia matang. Sejak dini, anak sudah bisa diajarkan caranya menjaga bicara maupun berprilaku yang bagus. Bagaimana caranya?

Dewasa ini, sopan santun sangat mahal harganya. Bukan salah anak jika tidak bisa melakukannya. Karena anak tidak diajari sebelumnya.

Tutur bicara kasar, bahkan cenderung kotor menandai tidak ada sopan santun dari anak. Parahnya lagi, budaya malu dan menghormati orang tua tidak ada sama sekali. Ini bisa dikatakan masalah serius untuk kehidupan anak.

Orang tua manapun tidak mau melihat anaknya bandel, nakal, serta tidak sopan dalam kesehariannya. Peran orang tua sangat diperlukan untuk mendidiknya. Namun apa daya jika orang tua sendiri tidak pernah mengajarinya.

Menyadari akan keadaan ini, wajib bagi orang tua untuk mengajari anak sopan santun. Bagaimana cara mengajari anak dan kapan harus memulainya? Inilah yang akan diulas di sini.

Peran Orang Tua Terhadap Prilaku Anak

Orang tua memiliki andil besar dalam prilaku anaknya. Anak bisa terbentuk prilakunya lantaran apa yang sering dilihatnya. Dari melihat, anak akan mencontohnya.

Bila orang tua mencontohkan hal yang baik, anak juga bisa melakukannya. Sebaliknya, anak juga akan mengikuti hal buruk yang dilakukan oleh orang tuanya. Dengan kata lain, orang tua adalah teladan bagi anak-anaknya.

Umumnya, anak memiliki kecenderungan menyerap berbagai hal. Bahan apapun bisa diserap, dipelajari, bahkan sampai dipraktekkan. Apapun yang didapatkan akan membentuk kepribadian anak.

Sebagai orang tua, Anda harus menyadarinya. Perhatikan setiap tindakan Anda. Contohkan berbagai hal baik di depan anak. Misalnya bagaimana caranya berbicara dengan orang tua, sampai berprilaku sopan pada orang yang lebih tua.

Contoh baik ini akan membuahkan hasil kedepannya. Anak akan berusaha menyamai Anda. Apapun yang dikerjakannya seakan mencirikan apa yang Anda ajarkan. Jadi, jangan coba-coba mengajari hal-hal buruk pada anak meskipun terlihat sepele.

Waktu Yang Tepat Untuk Mengajari Anak Sopan Santun

Mendidik sopan santun anak seharusnya dilakukan semenjak masih dini. Waktu tersebut menjadi waktu yang pas untuk membentuk kepribadiannya. Bahkan kecerdasannya juga akan muncul di waktu tersebut.

Meskipun begitu, bukan berarti jika anak yang telah dewasa dikatakan terlambat. Tidak ada kata terlambat untuk belajar. Anak adalah buah hati Anda, jangan sampai lepas tangan meskipun telah dewasa.

Ini adalah bentuk tanggung jawab Anda sebagai orang tua. Segala hal yang dilakukan memiliki konsekuensinya sendiri. Contohnya adalah baik buruknya nama Anda di mata masyarakat.

Ajarilah anak Anda semenjak masih keci. Mulailah dengan mengajari hal-hal sederhana. Contohkan dan biarkan anak mempraktekkannya secara bertahap. Lama kelamaan, anak akan terbiasa sendiri. Intinya, mulailah mengajari anak mengenai prilaku baik semenjak kecil.

Cara Mengajari Anak Tentang Sopan Santun

Cara mengajarkan si kecil sopan santun cukuplah sederhana. Tetapi, Anda perlu bersabar sampai anak mampu mempraktekkan sekaligus membiasakannya. Anda tidak boleh memaksa, apalagi sampai memarahinya bila belum mau melakukannya.

Setidaknya, ada beberapa hal yang bisa Anda lakukan untuk membentuk prilaku anak yang sopan sampai dewasa nanti. Apa saja hal tersebut?

  • Cara mengajari anak dalam bertutur sapa yang santun

Berkata-kata itu sangat ringan, tetapi bisa melukai hati orang lain. Jika yang melakukannya orang dewasa, tentu timbul kebencian mendalam. Sementara jika anak kecil yang melakukannya, timbul keprihatinan dari orang lain.

Anda harusnya lebih takut bila anak berbicara kotor/kasar. Ketakutan ini lantas memunculkan semangat untuk mengajari anak. Cara sopan santun dalam berbicara wajib hukumnya untuk diajarkan oleh orang tuanya.

Cara termudah adalah terus menjaga perhatian pada anak. Dampingi anak setiap kali bergaul. Kemudian contohkan bagaimana caranya meminta tolong, berterimakasih, sampai bicara yang halus pada orang lain.

Anda bisa mengajarinya di tiap harinya. Misalnya ketika ingin melakukan kebiasaan harian, ajari anak untuk meminta ijin, bahkan mengatakan “tolong” dengan nada yang lembut.

Sama halnya bila anak diajak bicara orang lain, pastikan Anda juga ikut terlibat di dalamnya. Contohkan tentang bagaimana cara membalas lawan bicara dengan kata-kata yang halus.

  • Cara mengajari anak berprilaku santun

Selain mengajarkan anak berbicara sopan, Anda juga perlu mengajari anak tentang bagaimana caranya berprilaku baik dalam pergaulan. Karena hubungan sosial anak juga ada di tiap waktunya. Entah itu dengan teman sebayanya atau dengan orang yang lebih tua.

Biasakan untuk menunjukkan contoh tentang bagaimana berprilaku sopan. Jika dengan teman, ajarkan tentang bagaimana berbagi dan bagaimana mengalah. Sementara jika dengan orang tua, ajarkan untuk menjaga sikap.

Misalnya anak sedang dinasehati, ajarkan untuk mendengarkan dan mengatakan terimakasih. Bahkan, ajari anak untuk minta maaf bila melakukan kesalahan.

Hal Yang Perlu Dihindari Orang Tua Jika Ingin Anaknya Berprilaku Sopan

Contoh sikap sopan santun akan membuat anak terbiasa. Selang beberapa waktu, anak akan mulai mempraktekkannya. Tentunya, ini menjadi hasil dari pengajaran tata krama dari orang tuanya.

Dilihat dari sini, para orang tua harus memberikan contoh yang baik di tiap keadaan. Sebaliknya, jangan sampai tidak memberikan teladan bagi anak. Misalnya, Anda hanya meminta anak untuk melakukannya, tetapi Anda tidak pernah mencontohkan atau melakukannya. Kebiasaan tersebut bisa dianggap main-main oleh anak.

Hal yang harus dihindari orang tua lainnya adalah memaksa dan memarahi anak. Kebiasaan ini membuat anak cenderung tidak mau melakukannya. Bahkan suatu saat, anak akan memberontak.

Kesimpulannya, berikan teladan yang baik dalam hal ucapan dan prilaku harian. Dengan begitu, Anda akan memperoleh hasil manis dari upaya mengajari sopan santun terhadap anak.

Share and Enjoy

  • Facebook
  • Twitter
  • Google Plus

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *