Boys, Berhentilah Mematuhi 4 Aturan Kerja Berikut Ini!

Kebanyakan orang berpikir bahwa kunci keberhasilan karier mereka adalah jika mereka patuh pada aturan, tunduk terhadap atasan, menjalin hubungan baik dengan rekan kerja, menghindari topik yang emosional dan usaha-usaha lainnya. Kamu juga memiliki pemikiran yang sama?

Well, pikirkan lagi, Boys! Bahkan, para ahli mengungkap bahwa sebenarnya ada lho, aturan-aturan kerja yang sebaiknya (atau harus?) dilanggar. Apa saja, sih?

Jabatan bukan hal penting

Ada tekanan dalam budaya yang mengatakan bahwa tak masalah jabatan rendah namun gaji melimpah. Namun Michelle Goodman mengatakan hal berbeda. Seorang pekerja, akan terasa lebih sempurna jika karier naik setingkat demi setingkat. Dengan demikian, pengalaman akan berkembang dan tidak berhenti di satu bidang saja meski gaji yang didapat sudah sangat besar.

Bekerja sesuai posisi

Apa kamu termasuk orang yang melakukan pekerjaan sesuai yang tertera dalam kontrak kerja? Sebaiknya pikirkan lagi. Hal itu akan membuatmu kaku dan seolah tak melihat dunia luar. Tak ada salahnya kamu mengunjungi teman di divisi lain, akan lebih baik jika yang lebih tinggi dari divisi kamu. Bertukar pendapatlah dengannya. Saat ada lowongan di divisi tersebut, sah-sah saja kamu melamar untuk menempati posisi itu. Well, sedikit banyak kamu sudah paham tentang divisi itu, bukan?

Tinggal di kantor

Ada larangan untuk tidak berlama-lama di kantor? Break it, Boys! kamu harus tahu bahwa karier kamu adalah hidup kamu. So, tak masalah jika kamu mengambil hak untuk hidup di kehidupan kamu. Karen Burn mengatakan bahwa kebanyakan solusi dari masalah justru di dapat saat kamu merenung atau mencari pencerahan dengan tinggal lebih lama di kantor, entah itu main-main di garasi, bersantai di kebun atau bersepeda.

Jaga jarak dari topik yang emosional

Banyak perusahaan yang menerapkan aturan ini. Padahal, ini bahkan akan berakibat buruk pada kinerja karyawan. Katakanlah kamu dan rekan memiliki gaya kerja yang berbeda atau terjadi bentrok atas proyek yang ditangani bersama. Sebagai hasilnya, ada ketegangan serius antara kamu berdua yang membuat performa kerja jadi menurun.

Abaikan aturan tersebut dan datangi rekan kamu sambil berkata, “Kamu tampaknya tak pernah setuju pada setiap pendapatku, apa aku melakukan sesuatu yang membuat kamu kesal?”. Sean O’Neil (konsultan manajemen di Pelham, New York) mengatakan ini boleh kamu lakukan untuk menciptakan hubungan kerja yang lebih terbuka.

Jadi, sudah siap untuk break the rules untuk lebih kan, Boys? Semangat!

Share and Enjoy

  • Facebook
  • Twitter
  • Google Plus

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *