Bubur bayi organik vs Non-Organik

bubur bayi organik

Source: MyaParentingJournal

Era dua ribu tujuh belas seolah jadi ajang perbaiki kondisi tubuh. Mayoritas masyarakat mulai sadar akan pentingnya kesehatan. Tak jarang, bayi sekalipun menjadi beban pikiran demi pastikan masa depan si kecil akan cerah. Istilah bubur bayi organik sudah sering tersebut ketika berbagi tips dan trik dengan sesama orang tua.

Apa sih makanan organik?

Iklan dengan embel-embel organik sangat banyak ditemui. Peningkatan gaya hidup zero waste, cinta alam, dan sejenisnya membuat oportunis tak mau ketinggalan menyediakan produk eco friendly atau ramah lingkungan. Sayangnya, kadang konsumen sendiri tidak memahami arti kata organik. Kebiasaan buruk yakni membeli sebelum mengerti sepertinya masih banyak melekat.

Organik diambil dari bahasa latin, organikus yang bermakna organ, atau instrument. Dari segi makanan, organik pertama kali diperkenalkan oleh Rudolf Steiner, seorang pria kebangsaan Jerman pada tahun seribu embilan belas dua puluh empat. Rudolf menyadari fakta bahwa tanah yang baik akan menumbuhkan tanaman yang tak kalah baik pula.

Cinta pada cocok tanam pasti memahami konsep Rudolf. Bagi yang belum paham, gampangnya tanah adalah rumah bagi tanaman. Bila tanah dalam kondisi baik, akan lebih mudah bagi tanaman untuk tumbuh maksimal. Siapa saja yang mengkonsumsi tanaman dengan kualitas tinggi baik manusia maupun hewan tentu akan rasakan manfaatnya.

Kenapa organik cenderung lebih mahal?

Mari diakui saja, manusia membuat kesalahan. Setiap kemajuan, penemuan bangsa manusia selalu disertai resiko. Polusi, limbah, belum lagi bekas perang kedua membuat bumi tidak lagi subur. Apalagi, pohon-pohon terus ditebangi, kekayaan alam digerus tanpa perhitungan, hanya uang di dalam kepala, semakin buat kondisi planet ini memprihatinkan.

Tanah untuk tanaman organik harus melalui beragam uji.  Setiap rutinitas perawatan tanaman dipastikan agar tidak ada kimia yang tercampur. Resiko tanaman gagal tumbuh juga tetap ada mengingat segala sesuatu harus mengikuti kondisi alam. Bisa dibayangkan betapa sulitnya perawatan tanaman organik padahal tingkat keberhasilan tidak selalu seratus persen. Wajar saja bila patokan harga lebih mahal dibanding bahan makanan sejenis.

Apa untungnya makanan organik?

Gagal tentu bukan alasan utama kenapa bahan organik cenderung lebih menguras kantong. Toh, di akhir hari konsumen tidak akan peduli masa produksi, inti membeli produk adalah tak perlu berupaya keras untuk memperoleh manfaat. Kata kunci ‘manfaat bahan organik’ adalah alasan mengapa produsen makanan organik berani mematok harga di atas rata-rata.

Peningkatan demand alias permintaan untuk bahan makanan membuat banyak petani non-organik mengambil jalan pintas. Hama-hama yang berdatangan diusir paksa menggunakan petisida penuh bahan kimia, tak jarang buah-buahan disuntik dengan cairan yang konon bisa memaksa percepatan matang. Dikaji lebih lanjut, justru bahan-bahan kimia yang akan mencelekakan kesehatan pengkonsumsinya kelak.

Organik mengutamakan jalan alami sebisa mungkin. Kimia sangat tabu dalam kamus organik, sehingga label organik berarti jaminan bebas kimia. Bayi tergolong mahluk yang cukup lemah dibanding fase hidup yang lain. Apalagi, pertumbuhan si kecil masih dalam proses dan kondisi tubuh sangatlah rentan. Akan sangat baik bila anak tidak bersentuhan dengan kimia berbahaya sebelum masuk dalam usia matang.

Lebih baik non-organik atau organik?

Pelik rasanya jika harus memilih dalam hidup ini. Beragam pertimbangan harus disusun dengan baik, terlebih kalau sudah membahas resiko. Termasuk dalam memilih bahan bubur bayi saja, orang tua harus memikirkan baik-baik langkah apa yang harus diambil. Berhubung anggaran belanja pasti punya batas, sebaiknya tiap rupiah yang dikeluarkan berarti sesuatu.

Institusi kesehatan nasional Amerika menjelaskan bahwa nyaris tidak ada perbedaan antara makanan organik dan non-organik. Apel yang ditanam dengan cara super alami sekalipun pada akhirnya tak jauh berbeda dengan apel yang disiram petisida. Begitu pula dengan jeruk, seledri, atau daging ayam, secara garis besar kandungan di dalamnya tidak akan sirna.

Kalau begitu, non-organik lebih baik?

Baik atau tidak dilihat dari faktor penentu. Bila melihat dari segi kandungan saja, tentu bahan makanan non-organik seolah terlihat lebih baik. Kendati demikian, tidak selalu makanan non-organik jauh lebih baik dibanding organik.

Dokter Michael Jacobsen dan Dokter Daryth Stallone, peneliti pusat ilmiah mencoba menjelaskan fenomena makanan organik. Memang, organik tidak banyak diminati karena harganya yang kadang kurang bersahabat. Namun, berdasarkan faktor lingkungan dan kesehatan, makanan organik akan mendapat rekomendasi lebih banyak dibanding makanan non-organik.

Kimia yang dipakai untuk menumbuhkan makanan non-organik cenderung membunuh semua mahluk hidup di sekitar tanaman, baik buruk ataupun tidak. Beberapa jurnal juga menunjukkan rantai makanan mengalami kerusakan selama beberapa tahun terakhir akibat ulah manusia.

Masalah kimia tidak hanya selesai pada pembunuhan massal mahluk hidup tak bersalah. Petisida yang digunakan ternyata akan masuk dalam buah atau sayur. Apalagi, beberapa produsen sengaja menyutikkan pengawet supaya buah tetap segar dalam waktu lama selama pengiriman. Bisa dibayangkan bahan-bahan tak bertanggung jawab masuk ke dalam tubuh anak.

Share and Enjoy

  • Facebook
  • Twitter
  • Google Plus

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *