Cap Makanan Bergizi untuk Ibu Hamil yang Tak Sesuai Ekspektasi

nutrisi untuk ibu hamil muda

www.ibudanbalita.com

Makanan bergizi untuk ibu hamil tentu diperlukan untuk optimalisasi tumbuh kembang janin. Wajar saja bila bunda membuat daftar belanja dengan sangat teliti. Tidak hanya berdasar pertimbangan budget atau anggaran rumah tangga, namun faktor gizi pula. Lagipula, semua orang tahu asupan gizi saat mengandung menentukan banyak hal.

Tidak semua orang lulusan universitas kedokteran, atau minimal paham pengertian jurnal ilmiah. Kebanyakan orang tua hanya menyusun menu makan sehat tanpa pertimbangan dari segi ilmu pengetahuan alam. Selama terlihat sehat, dan dapat cap rekomendasi, maka produk itulah yang dipilih.

Pedagang makanan kemungkinan besar tidak akan berbohong mengenai kandungan produk. Namun, konsumen cenderung terbawa prespektif umum tanpa cek kebenaran terlebih dahulu. Banyak sekali jenis makanan tidak bergizi yang dianggap sehat. Diantaranya..

  1. Veggie burger
    Umur panjang telah menjadi trademark penganut gaya hidup konsumsi non hewani atau biasa disebut vegetarian. Memang, secara ilmiah, orang yang rajin makan sayur cenderung berumur panjang. Serat, vitamin, dan mineral, dalam sayur mendorong fungsi tubuh supaya berfungsi lebih optimal, sehingga cenderung ‘awet’.

    Rasa kangen terhadap beberapa jenis makanan seperti burger bisa saja muncul. Sayangnya, keyakinan tidak mau makan hewan nyaris membuat penganut vegetarian urunkan niat. Inilah mengapa produk yang menggabungkan hidangan hewani dengan elemen sayur diciptakan, termasuk veggie burger.

    Veggie burger adalah singkatan dari vegetarian burger. Patty, atau daging cincang diganti dengan tumpukan kentang, jamur, tempe, dan subtitusi lain. Bahkan beberapa produsen sukses menipu cita rasa sayur semirip mungkin dengan daging. Mengingat kandungannya seratus persen sayur, bunda hamil yang ngidam burger sering jadikan veggie burger sebagai pilihan.

    Salah besar.

    Sayur memang sehat, tapi dengan pengolahan yang salah, tidak ada beda antara sayur dengan daging berlemak. Pada banyak resep, veggie burger menggunakan garam dan keju berlebih untuk menyeimbangkan rasa hambar pada sayur. Jangan mudah terkecoh dengan penampilan pada iklan, terkadang tidak semua sebaik penampilan.

  2. Protein bar
    Janin masih dalam masa pertumbuhan dimana peran sel sangat penting, bahkan cenderung prioritas. Salah satu mineral yang bertanggung jawab atas performa tumbuh kembang sel dikenal dengan protein. Tak heran, makanan dengan kandungan protein tinggi diincar demi memastikan perkembangan janin tetap pada jalur yang tepat.

    Protein bar boleh saja melabeli diri dengan kata ‘protein’, tapi berbeda dengan makanan lainnya, produk satu ini perlu koreksi.

    Jangan salah paham, konsep produk protein bar memang cukup bagus. Orang dapat asupan protein dengan sangat mudah, praktis, dan cepat. Sayangnya, terkadang produk murni dirusak demi meningkatnya cita rasa. Ya, kebanyakan produk protein bar di luar sana menambahkan gula dan perasa lainnya hingga protein tidak lagi bintang utama. Dapat ditebak, hasilnya adalah kenaikan berat badan yang tak membantu janin berkembang.

    Kalau bunda memang ngidam protein bar, masih ada solusi mengatasinya. Walau protein bar tidak terdengar seperti ide yang bagus, dengan kandungan yang tepat seharusnya beri manfaat untuk kehamilan bunda. Pilih protein bar yang masih menggunakan buah dan biji-bijian yang memang bermanfaat. Hindari memilih produk protein bar yang lebih banyak mengandung gula dan perasa buatan lain.

  3. Gluten free
    Artis reality tv show yang dikenal dengan sebutan Kardashian berhasil mencuci otak masyarakat luas mengenai konsep gluten free. Bermodal paras menawan dan badan elok, artis-artis ini meyakinkan banyak orang untuk menjalani diet bebas gluten atau menghindari makanan yang mengandung gluten seperti roti dan nasi.

    Bunda mengandung bisa jadi ikut-ikutan diet gluten free dengan harapan tubuh kembali langsing walau kondisi janin tetap optimal. Sebetulnya ide bebas gluten tidak selalu baik dan layak ditinjau ulang. Kecuali seseorang memang menderita alergi gluten, maka harapan turun berat badan dengan hindari gluten belum tentu terpenuhi seratus persen.

    Makanan yang tidak menggunakan gluten seperti biskuit, justru mengandung gula dan kalori yang sangat tinggi. Ujungnya, masalah pelik berupa berat badan tidak kunjung usai.

  4. Kerupuk sayur
    Inovasi dunia kuliner semakin kreatif dengan adanya produk yang menggabungkan elemen yang berlainan. Salah satu contoh terbaru adalah kerupuk sayur. Rancangannya cukup sederhana yakni sayur kering digoreng dan dijadikan cemilan dengan embel-embel sehat.

    Akurasi kesehatan kerupuk sayur memang masih tanda tanya besar. Pasalnya, kandungan dalam sayur hanya mampu bertahan pada suhu tertentu saja. Selepas dari suhu tersebut, dapat dipastikan sayur tidak lagi memiliki kandungan yang dapat diserap tubuh. Menimbang proses kerupuk sayur sendiri, jelas sekali bahwa panas yang harus ditempuh sayur diatas rata-rata. Kalau memang ingin cemilan mungkin salad masih opsi terbaik.

  5. Salad dressing rendah lemak
    Bicara mengenai salad, semua orang telah cap salad sebagai makanan sehat. Bahkan, banyak pula pelaku kreatif yang memilih ‘saus’ salad dengan label rendah lemak. Harapannya tentu saja, makanan semakin menyehatkan tubuh tapi tidak bikin gendut.

    Salah besar.

    Asal tahu saja, sebagian besar salad dressing rendah lemak atau bahkan tidak mengandung lemak sama sekali mengandung garam yang tinggi. Padahal, tubuh masih membutuhkan lemak untuk menyerap sayuran dan mengubah makanan menjadi energi. Usahakan mencari salad dressing dengan bahan alami dengan sedikit lemak. Ingat, selama tergolong lemak tidak jenuh maka akan sangat bagus untuk menu makanan bergizi untuk ibu hamil sembilan bulan kedepan.(HN)

 

Share and Enjoy

  • Facebook
  • Twitter
  • Google Plus

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *