Cara-cara Mengurangi dan Menghilangkan Rasa Sakit saat Gigi Belakang Tumbuh

Sakit Gigi karena gigi belakang

deltadentalmo.com

Saat mencapai usia tertentu terdapat banyak perubahan dalam diri, baik secara emosional maupun fisik. Saat mencapai usia tertentu pula kamu berpotensi besar untuk meninggalkan rumahmu dan jauh dari orangtua. Pada tahap tersebut, bukan hanya kejadian-kejadian baik yang akan kamu alami, tetapi juga kejadian buruk, mulai dari jatuh cinta, mendapat teman-teman baru, sakit hati, sampai sakit gigi. Terkadang ada perasaan tidak enak, malu, maupun takut saat ingin bercerita kepada orangtua. Entah takut diomeli maupun takut membuat orangtua khawatir dengan keadaanmu. Umumnya, rasa tidak nyaman maupun sakit pada gigi muncul saat kamu remaja, tapi tidak semua orang mengalami hal ini loh. Bagaimana cara menghilangkannya, apa penyebab rasa sakit pada gigi tersebut akan dibahas di bawah ini.

Apa itu gigi belakang? Kenapa tiba-tiba muncul?

Saat gigi susu digantikan dengan gigi permanen hanya ada 28 gigi yang ada pada mulutmu. Saat mencapai usia tertentu, umumnya pada usia 17 sampai 25 tahun akan tumbuh 4 (empat) gigi tambahan yang disebut gigi bungsu atau yang selama ini kamu kenal dengan gigi belakang. Keempat gigi tambahan tersebut muncul di bagian belakang gigi geraham ketiga yang letaknya dua di bagian atas kiri dan kanan serta bagian bawah kiri dan kanan. Namun, terkadang walaupun benih gigi tersebut ada, tetapi tidak tumbuh dan merobek gusi.

Mengapa saat gigi belakang tumbuh timbul rasa sakit?

Pertumbuhan gigi belakang seharusnya tidak menyakitkan apabila terdapat cukup ruang dalam gusi. Namun, kebanyakan orang memiliki rahang yang terlalu kecil untuk memasukkan tambahan keempat gigi belakang tadi. Saat rahang Anda terlalu kecil atau ada gigi lain yang menghadang jalan keluar gigi belakang, gigi ini sering bertumbuh membelok, menyamping, atau tak sealur dengan garis gigi lainnya karena saat gigi belakang tersebut tumbuh, gigi ini mencuat ke atas dan mendorong gigi di depannya agar nantinya keempat gigi tersebut dapat tumbuh sempurna. Ketika gigi bungsu bertabrakan dengan gigi di depannya, lapisan gusi yang terbuka dapat terinfeksi karena bakteri dapat masuk ke dalam gusi, sehingga menimbulkan bengkak.

Apa yang perlu kamu lakukan untuk mengurangi maupun menghilangkan rasa sakit tersebut?

  • Konsultasi ke dokter gigi

Umumnya dokter menyarankan untuk mencabut gigi belakang tersebut agar nantinya tidak menimbulkan masalah. Namun, terkadang dokter gigi memerlukan hasil rontgen gigi untuk melakukan operasi. Ada kalanya dokter tidak dapat langsung mencabut gigimu, yaitu saat kamu mengalami infeksi karena gigi yang baru tumbuh tersebut, sehingga kamu perlu menunggu maupun saat kamu sedang hamil.

  • Berkumur dengan air garam

Larutkan garam dalam air hangat. Lalu, berkumurlah dengan larutan tersebut selama beberapa menit.

  • Minum obat penghilang nyeri

Obat pereda nyeri, seperti paracetamol atau ibuprofen dapat membantu menghilangkan rasa sakit. Jika rasa sakit tersebut tidak hilang, pergilah ke dokter gigi.

  • Kompres pipi dengan es

Cara ini sangat membantu jika kamu mengalami bengkak akibat tumbuhnya gigi belakang. Tempelkanlah kompres es di pipi tempat gigi belakang tersebut tumbuh selama 20 menit.

Apa yang perlu kamu lakukan setelah operasi pencabutan gigi belakang?

Perawatan setelah operasi bermanfaat untuk mengurangi rasa sakit pascaoperasi dan mempercepat pemulihan. Kamu dapat mengonsumsi obat pereda rasa sakit, seperti ibuprofen dan parasetamol, serta  aktivitas berat selama beberapa hari. Selain itu, sebaiknya kamu tidak meminum minuman panas. Berkumur dengan antiseptik dapat dilakukan setelah satu hari pascaoperasi. Untuk mengurangi rasa sakit dan peradangan, Anda bisa berkumur dengan air hangat yang dicampur satu sendok teh garam. Hindari memakan makanan padat akan membantu proses pemulihan. Menyikat gigi secara normal biasanya baru bisa dilakukan setelah beberapa hari pascaoperasi. Jangan lupa untuk meminum obat dari dokter dan melakukan pemeriksaan rutin.

Share and Enjoy

  • Facebook
  • Twitter
  • Google Plus

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *