Cara melatih anak berbicara agar hubungan makin erat

Cara melatih anak berbicara

Manusia mahluk sosial, artinya anda tidak bisa membantah bila manusia memerlukan komunikasi antar satu sama lain untuk bertahan hidup. Terlepas dari sifat introvert atau extrovert pada akhirnya manusia diciptakan untuk menyampaikan aspirasi pikirannya, dari hal mudah sekalipun seperti menyapa atau menunjukkan metode menggunakan suatu sarana umum.

Sebagai orang tua, tentu saja bila anak anda mampu, cara melatih anak berbicara adalah tanggung jawab dan kehendak anda. Anda boleh memakai alternatif cara melatih anak berbicara apapun selama di akhir hari, ketika ia tumbuh dewasa, anda tidak perlu lagi berbicara untuknya. Anak mampu mengungkapkan isi kepalanya tanpa bantuan anda, dengan norma dan budaya yang benar tentunya.

01. Contoh, contoh, dan contoh
Bayangkan anda di suatu kelas bahasa, latin misalnya. Anda tidak pernah sekalipun menyentuh kamus latin, maupun pernah mendengar bahasa latin sebelumnya. Tiba – tiba saja guru memanggil anda ke depan kelas untuk memberitahu peserta belajar lain bagaimana menyebutkan objek kelas seperti papan tulis, dan kursi dalam bahasa latin. Apa yang anda lakukan ? rekflek pertama umumnya antara ‘korban’ mengaku anda tidak pernah bisa belajar latin sehingga anda butuh contoh. Anak anda juga sama seperti kondisi bayangan anda tersebut. Tidak punya petunjuk apapun kecuali anda menyediakannya.

 

Langkah cara melatih anak berbicara pertama adalah tiap kali anda beraktivitas beri contoh si kecil bagaimana komunikasi. Sebagai contoh, umumnya orang tua hanya diam saat memakaikan sepatu anak, padahal aktivitas kecil seperti ini bisa dimanfaatkan. Alih alih mengunci mulut, gunakan kemampuan komunikasi anda seperti, “Dek sepatu dipakai dulu, ya” sambil membantu anak mengenakan sepatu. Ketika anda melepas sepatu anak, lakukan hal yang sama “dek sepatunya mama lepas ya”. Terus demikian, tiap ada kesempatan melakukan aktivitas dengan anak, ajaklah ia berbicara. Terdengar atau malah terlihat gila dari jauh karena banyak orang menganggap tidak ada tanggapan anak artinya ‘bocah tidak ngerti apa – apa” padahal salah besar. Diamnya anak berarti otaknya sedang proses kosa kata yang anda ucapkan.

02. Pentingnya menghargai usaha
Setelah anda sering mengajak anak berkomunikasi, umumnya anak akan mulai berani mengungkapkan pendapat meskipun tidak jelas. Pernahkah anda mendengar anak mengucapkan satu sampai dua kata berulang seperti “lon..lon” atau “tik..tik” ? Sejatinya anak sedang berusaha menyampaikan aspirasi tentang hal yang ia lihat berdasarkan contoh yang anda berikan. Mungkin yang anak madsud dengan pengulangan kata lon, berarti anak melihat balon dan ingin menunjukkan balon yang ia madsud pada anda. Tidak perlu anda membenarkan kata – kata anak dengan bilang, “bukan lon, tapi ba-lon” atau semacamnya, namun hargai. Bila anda memang ingin membenarkan, cobalah merespon dengan “Balon, ya, dek? Mana coba mama lihat” dengan demikian anak tidak takut berbicara dan makin bersemangat bercerita dengan anda.
Sama halnya ketika anak anda ingin bercerita pada anda. Semisal anda sedang berbaring bersama anak, lalu ia mulai mengoceh dengan bahasa yang tidak jelas. Cobalah menangkap madsud anak anda, memang berat awalnya tapi lama – lama anda terbiasa dan kalian berdua semakin dekat.

03. Kebebasan memilih merupakan hak asasi manusia
Tidak hanya orang dewasa, bukan pula sekedar pilihan kepala daerah, semua orang bebas memiliki suara termasuk anak anda yang belum pandai berbicara. Tahap cara melatih anak berbicara ketiga adalah dimana si kecil sudah bisa berkomunikasi dengan anda meski hanya menggunakan pengulangan 2 kata. Tanda peningkatan kemampuan ini bisa anda sadari ketika tadinya bayi hanya mengangguk ketika anda menangkap tentang balon, sekarang ketika anda balik tanya bayi bisa merespon. Misal saja, anda berkata “Balon besar ya, dek, kemarin yang balon pecah gimana?” Bayi sudah bisa menjawab dengan “tos..tus” yang berarti “balonnya bunyi tus, meletus ma” atau sejenisnya.

 

Sekarang, latihlah anak anda supaya punya pendapat akan dirinya sendiri. Kecuali anda tipe orang tua yang anak harus mengikuti alur yang sudah ada dan tidak akan pernah membuat perubahan maka langkah satu ini bisa anda lewati. Tapi, kebanyakan orang terkenal memang memiliki karakter yakni teguh pada keyakinannya. Jangan remehkan anak, pada usia kecil saja, sebenarnya anak sudah cukup tahu dengan apa yang dia mau, hanya saja belum ahli dalam menyampaikan. Latihlah sejak dini, mudah dan kecil – kecilan. Setiap kali anda hendak membacakan buku dongeng, bertanyalah “adek mau dengar kisah beruang atau singa ?” sambil menunjukkan kedua buku tersebut agar anak mau memilih. Bila anda melihat ekspreksi anak seperti ingin menolak salah satu buku, tanyakan “adek belum mau dibacakan cerita singa?” dengan demikian anak belajar untuk menolak dan mengiyakan.

 

Buah tidak akan jatuh jauh dari pohonnya. Bila anda terlalu sering diam, maka anak belajar untuk tidak banyak berbicara. Jika anda memilih menggunakan metode diatas, maka anak menjadi mudah belajar berbicara. Semuanya sangat tergantung pada anda, anak anda adalah cerminan dari diri orang tuanya sepertinya menjadi pepatah yang sangat pantas pada kasus ini. Yang terpenting, anda harus tetap sabar menghadapi si kecil. Memang tidak mudah, tapi anak bisa merasakan kasih sayang orang tua melalui kesabaran yang anda contohkan. Cara melatih anak berbicara yang ada pada artikel ini, belum tentu berhasil untuk anda, tetap mencoba sampai anda menemukan jalan yang cocok untuk kalian berdua.  

Share and Enjoy

  • Facebook
  • Twitter
  • Google Plus

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *