Cara Melatih Kemampuan Berbicara Saat Perkembangan Bayi 9 Bulan

kemampuan-bicara-perkembangan-bayi-9-bulan

Memang saat perkembangan bayi 9 bulan, si kecil belum bisa berbicara. Namun, sedini mungkin ibu harus mulai mengajarinya bicara. Hal ini disebabkan kemampuan berbicara memerlukan proses yang panjang.

Para ahli Bahasa atau yang sering disebut dengan linguist menjelaskan proses belajar berbicara itu diawali dengan proses mendengar. Bayi mendengar, memproses apa yang ia dengar di otak, lalu berusaha menirukan apa yang ia dengar. Dan proses ini memerlukan waktu yang sangat lama.

Karena proses panjang tersebut, bayi akan lebih mudah belajar bicara ketika ia sering mendengar. Untuk itu, ada beberapa hal yang perlu ibu lakukan untuk memaksimalkan perkembangan bayi usia 9 bulan.

Melatih Kemampuan Bicara Bayi 9 Bulan

Secara teoritis, yang harus ibu lakukan adalah sering mengajak bicara bayi. Ibu juga bisa menyanyikan lagu atau mengajaknya bercanda. Ia tidak bisa merespon. Tapi, karena ia sering mendengar, maka ia akan lebih mudah untuk belajar bicara nantinya.

Namun, hal tersebut tidak cukup dilakukan dengan cara terus mengajak bayi bicara saja. Ada hal lain juga yang perlu untuk ibu perhatikan.

Yang pertama, berbicaralah dengan memberikan gerakan tubuh atau yang sering disebut dengan bahasa tubuh. Meskipun ibu sudah bisa bicara, pasti ibu lebih memahami perkataan orang lain jika ibu memperhatikan bahasa tubuhnya, bukan? Ini pula yang dirasakan oleh bayi. Si kecil akan lebih memahami apa yang ibu ucapkan jika ibu juga menunjukkan Bahasa tubuh. Contohnya saja ibu mengatakan “Jangan menangis ya sayang”, ibu bisa mengatakan itu dengan menunjukkan ekspresi wajah yang sedih. Dengan memberikan isyarat berupa bahasa tubuh, maka si kecil akan lebih mengetahui makna dari perkataan yang ibu sampaikan.

Yang kedua, ibu perlu melakukan kontak mata. Ada yang bilang seseorang bisa dilihat dari matanya. Ini memang benar. Bayi bisa lebih memahami apa yang ibu katakan jika ibu melibatkan kontak mata. Alangkah baiknya jika ibu mengajak si kecil sendau gurau dengan bercerita dan jangan lupa untuk melakukan kontak mata. Maka si kecil akan lebih sering memberikan respon seperti tawa, tangis, dan lain sebagainya.

Yang ketiga, memberikan respon. Saat perkembangan anak usia 9 bulan, ia memang belum bisa bicara secara jelas. Akan tetapi, sudah ada kicauan atau suara yang keluar dari mulut si kecil. Itulah bahasa yang baru ia kuasai. Untuk itu, ibu harus merespon kicauan tersebut dengan respon apapun seperti “Adik mau bilang apa?” “Adik lapar ya?” “Mau bobok?” dan respon lainnya. Memberikan respon jug acara lain agar skill berbicaranya mulai terlatih.

Yang pasti, ibu tidak perlu menunggu si kecil beranjak balita baru kemudian ibu mengajarinya untuk bicara. Seperti yang sudah ibu ketahui, pakar bahasa mengatakan belajar bicara itu diawali dengan proses mendengar. Semakin sering mendengar, maka bayi akan semakin mudah belajar bicara.

Usia Bayi Mulai Menirukan Suara Orang Dewasa

Secara umum, bayi usia 9 bulan baru bisa mengucapkan satu atau dua kata sederhana seperti “mama”, “bu”, “yah”, dan kata-kata pendek yang sering ia dengarkan. Itulah mengapa ibu harus semakin rajin mengulang kata-kata sederhana agar terekam dan bisa ditirukan oleh si kecil.

Akan tetapi, jika ditanya kapan bayi bisa bicara lebih jelas layaknya orang dewasa, umumnya ketika ia sudah beranjak balita sekitar usia 1,5 tahun. Bahkan, pada usia tersebut, si kecil sudah sedikit banyak memberikan respon.

Jadi, pada intinya, saat perkembangan bayi 9 bulan, yang harus ibu lakukan adalah membiasakan si kecil untuk mengenal berbagai kata. Dan pastikan kata yang ibu sering ucapkan itu merupakan kata yang sederhana sehingga ia mudah menirukan. Gunakan bahasa tubuh, kotak mata, serta berikan respon saat si kecil mencoba menirukan.

Lalu, bagaimana dengan anak yang usianya sudah mencapai 1,5 tahun tapi belum kelihatan bisa bicara? Ibu tidak perlu panik. Selama si kecil merespon dengan menolah ke arah ibu ketika ibu memanggil namanya, maka sistem pendengarannya normal. Yang harus ibu lakukan adalah memberikan stimulus terus menerus agar ia menghafal kata-kata dan mencoba menirukan kata tersebut.

Ada baiknya juga jika ibu lebih sering mengajak si kecil bermain dengan bayi yang seumuran. Dengan cara tersebut, ia akan termotivasi untuk mengucapkan satu atau dua patah kata.

Banyak sekali orang tua yang panik ketika anak mereka belum bisa merespon dengan kata-kata ketika usianya menginjak balita. Ibu bisa ikuti forum ibu dan balita agar ibu tahu bagaimana setiap ibu memberikan stimulus yang tepat. Yang pasti, semakin sering mengajak si kecil bicara, maka semakin cepat ia akan bicara bicara.

Selain itu, ibu juga perlu memperhatikan asupan nutrisi. Bayi usia 9 bulan sudah harus mendapatkan nutrisi dari makanan, tidak hanya dari ASI saja. Maka dari itu, ibu perlu mencari menu makanan bayi yang benar-benar bergizi. Akan lebih baik jika ibu membuatkan makanan yang terbuat dari ikan. Pasalnya, ikan mengandung omega 3 yang sangat baik untuk perkembangan otak.

Saat usianya sudah balita, sebaiknya ibu memberikan Frisian Flag Jelajah. Dengan memberikan susu balita terbaik, kebutuhan nutrisi harian pasti terpenuhi sehingga perkembangan si kecil menjadi lebih optimal.

Untuk saat ini, ibu lebih memfokuskan memberikan menu MPASI yang bergizi tinggi saja agar perkembangan bayi 9 bulan benar-benar sesuai dengan yang sudah ditentukan oleh pakar kesehatan bayi.

Share and Enjoy

  • Facebook
  • Twitter
  • Google Plus

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *