Cara Mendidik Anak Kebutuhan Khusus

cara mendidik anak

Active for Life

Cara mendidik anak ada beragam, tapi tidak banyak yang memberitahu anda bagaimana cara mendidik anak berkebutuhan khusus. Dari namanya saja, anak anda memiliki sesuatu yang anak lain tidak miliki, suatu takdir spesial. Tentu saja cara mendidik anak spesial akan berbeda dengan anak lain yang terlahir sama rupa tanpa ada suatu yang khusus. Disini akan dijelaskan apa saja yang perlu anda tanamkan dalam diri anda supaya anak tumbuh besar yang sukses mengejar mimpi dalam bentuk apapun itu.

01. Anak anda sama saja dengan anak lain

Stigma yang beredar di masyarakat tanah air Indonesia atau bahkan negara tetangga sekalipun adalah anak dengan kebutuhan khusus merupakan anak yang akan gagal atau aib yang perlu orang tua sembunyikan. Salah besar. Anak anda sejatinya diberkahi sesuatu untuk diperjuangkan, dan anak anda memiliki kemungkinan sukses sama besar dengan anak lain. Anda tidak perlu merasa malu hingga berusaha sebisa mungkin agar anak anda terlihat seperti anak – anak lain pada umumnya. Anak anda dari lahir tidak ditakdirkan menjadi bagian masyarakat yang telah sistematis ‘dipukul rata’, kenapa anda harus berusaha menjadikannya rata – rata? Biarkan anak anda menjadi apapun yang anak mau, anda hanya perlu mendukung kemauan anak, dalam bentuk apa saja.

02. Jujur pada orang sekitar anak anda

Ketika anak anda bertingkah tidak biasa, semisal anak lain berdansa mengikuti lagu yang dimainkan, sedang anak anda hanya diam saja, bagi orang lain yang tidak tahu terbesit di pikiran mereka anak anda adalah pemalas. Bisa jadi, anak anda malah mengamuk ketika dibacakan dongeng padahal anak lain mampu mendengarkan dengan tenang. Pada banyak kasus, orang tua hanya menggigit bibir, berharap anak anda akan segera berhenti berperilaku ‘aneh’. Orang lain yang tidak tahu menahu kondisi anak anda wajar saja merasa terganggu, terlebih kala kumpul keluarga, kalau sudah begitu bisa saja bisik bisik di belakang terjadi. Seharusnya anda terus terang saja bahwa anak anda memang dilahirkan spesial, tidak sama dengan anak lain. Jelaskan dengan jujur apa saja kondisi anak, sehingga orang – orang di sekitar anda bisa setidaknya berhenti bertanya – tanya. Dalam banyak kasus, usai penjelasan anda, kebanyakan orang termasuk keluarga besar akan berusaha mendukung serta membantu anda.

03. Jangan malu meminta bantuan 

Bantuan rasanya seperti sinyal tidak mampu dari orang tua, walau sejatinya tidak begitu. Ketika anda meminta pertolongan orang lain, anda sebenarnya mulai membuka diri untuk mengembangkan ilmu mendidik anak. Semisal saja, anak anda tidak mampu berbicara alias terlahir bisu, bila anda tidak pernah sekalipun mengenal bahasa isyarat, tidak ada salahnya menghubungi ahli, saudara, teman, bahkan orang tua yang mampu bahasa isyarat. Bisa anda bayangkan jika anda tetap menutup diri dan berpegang teguh pada prinsip bahwa anda bisa melakukan semuanya sendiri? Anda tidak akan maju sebagai orang tua, anak anda tidak bisa berkembang lebih jauh untuk masa depannya. Tuhan tidak pernah memberi cobaan melebihi kemampuan hambanya mungkin kalimat paling tepat untuk menggambarkan situasi anda. Berhenti menepis uluran tangan, mereka tidak mencemooh anda, malah berusaha meringankan beban anda sebagai orang tua.

04. Anda adalah cermin anak anda

Rasa putus asa, tidak mau menerima anak berkebutuhan khusus banyak dijumpai oleh orang tua ketika tahu kondisi anak. Masalah yang kerap terjadi, orang tua malah marah pada diri sendiri, menyalahkan satu sama lain, dan belum apa – apa menyerah sebelum mencoba menyelesaikan amukan anak. Bahkan di usia belia, anak bisa merasakan emosi orang tua yang tersirat maupun tersurat, terlepas dari anak berkebutuhan khusus atau tidak. Kalau anda menjalani hidup kedepan dengan amarah penolakan kondisi anak, maka si kecil akan tumbuh besar dengan amarah terhadap dirinya sendiri. Mimpi menjadi candaan tidak lucu baginya. Apabila anda tetap bersikap positif, dengan semangat serta canda tawa, anak juga merasa bahwa dirinya bukan beban. Kisah nyata Madelline Stuart, seorang model dengan keterbelakangan fisik merupakan contoh paling tepat dimana orang tua yang begitu semangat menghasilkan anak sukses.

05. Pegang kendali pendidikan anak

Cukup disayangkan bahwa di Indonesia tidak banyak sekolah yang mendukung anak berkebutuhan khusus. Kalaupun ada, orang tua sebenarnya tidak boleh membiarkan orang lain memegang kendali penuh terhadap pendidikan anak. Sejatinya, anak berkebutuhan khusus memerlukan dukungan orang paling ia percaya, yakni anda untuk meyakinkan bahwa hidup anak tidak ada masalah, bahwa dirinya punya kesempatan setara dengan yang lain. Apalagi, jika anda terpaksa memasukkan anak ke dalam sekolah biasa dimana tidak ada jaminan untuk anak berkebutuhan khusus. Metode pembelajaran yang diberikan memang tidak terlalu cocok dengan tipe anak anda. Maka dari itu, cobalah mengajar anak sendiri di rumah. Pelajari betul apa tipe pembelajaran anak sebenarnya. Secara garis besar terbagi menjadi 3 yakni auditory (lisan), visual (pengelihatan), dan kinesthetic (gerakan). Lisan atau auditory diperuntukkan bagi anak yang jauh lebih cepat menangkap pembelajaran dengan cara mendengarkan. Lagu, ceramah, atau cerita akan sangat bermanfaat meningkatkan kecerdasan. Visual dalam kata lain pengelihatan berarti anak lebih fokus pada tipe belajar dengan alat peraga. Sedangkan kinesthetic atau gerakan, anak anda akan senang cara mendidik anak dengan berolah raga sambil bermain serta menyentuh alat peraga secara langsung. Anda juga bisa mengajarkan mereka disiplin.

Share and Enjoy

  • Facebook
  • Twitter
  • Google Plus

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *