Cara Mengajari Anak Membaca Sambil Eratkan Hubungan

perkembangan balita

www.ibudanbalita.com

Literasi kerap menjadi ukuran kesejaheraan suatu negara. Dengan pembuktian bahwa mayoritas warga Indonesia mampu baca tulis, berarti kemampuan untuk naik ke jenjang lebih sulit seperti bisnis, negoisasi, dan sebagainya akan sangat mungkin tercapai. Namun, pada dasarnya semua manusia dimulai dari bayi kecil yang tidak tahu apa-apa. Dimana, cara mengajari anak membaca masih menjadi tanggung jawab orang tua.

“Semua orang sukses dimulai dari murid” pepatah tersebut memang benar adanya. Tidak satupun orang di dunia ini sukses tanpa ada langkah-langkah kecil yang dilakukan demi mencapai puncak kejayaan. Orang tua, bertanggung jawab di tahap pertama mencapai masa depan gemilang, salah satunya dengan membaca.

Anak tidak menyukai segala sesuatu berbau serius. Hidupnya masih dipenuhi canda tawa dan menangis di kala lapar. Percuma saja menyeret anak ke meja belajar dan mengancam dirinya untuk langsung paham ‘A,B,C,D’. Ingat, di masa kecil jalinan hubungan jauh lebih penting dibanding nilai A+ di atas kertas ujian.

Belajar sambil membaca sepertinya istilah yang sangat mengasyikkan. Sayangnya, tidak semua orang langsung paham apa yang harus dilakukan demi anak mau belajar namun tidak merusak hubungan. Apabila masih belum mendapat inspirasi mengajar membaca sambil bermain, barangkali rangkaian daftar cara belajar membaca berikut bisa membantu ayah bunda:

  1. Dongeng sebelum tidur

Salah satu adegan klasik pada film adalah memperlihatkan orang tua membacakan dongeng pada anak. Tak disangka, ternyata membaca dongeng untuk anak meningkatkan pengetahuan kata. Meskipun anak belum mampu membaca sekalipun, mendengarkan ayah bunda bicara memudahkan dirinya kenal banyak kata sebelum belajar membaca di kelas.

  1. Lagu A B C
    Lagu paling terkenal di kalangan anak yang sedang belajar membaca adalah A,B,C,D dan seterusnya. Meskipun anak tidak mengenal arti dari lagu tersebut, tidak ada salahnya meyanyikan terus menerus. Logika yang sama berlaku pada sesi belajar dimana semua orang tetap mencatat walau tidak paham, baru kemudian mengerti saat kelas selesai.
  2. Beri label pada barang
    Ada 2 jenis ingatan yakni alam bawah sadar dan sadar. Ingatan sadar berarti seseorang mengetahui darimana suatu memori berasal. Sedangkan, pada ingatan alam bawah sadar, orang tidak menyadari darimana suatu ingatan berasal, namun tiba-tiba saja tercetus di kepala. Umumnya, ingatan bawah sadar berasal dari objek yang dilihat ekor mata dan tidak menjadi pusat perhatian.

Ingatan bawah sadar dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan kemampuan baca anak. Cobalah melabeli setiap barang di rumah dengan tulisan, jangan lupa untuk menyebutkan nama masing-masing objek tersebut. Perlahan tapi pasti anak akan paham pola bacaan tanpa harus diajari dalam kelas.

  1. Ajak ke perpustakaan
    Tak ada yang lebih baik bagi kutubuku selain pergi ke surga buku. Anak sekalipun dapat menumbuhkan rasa cinta pada buku dengan pergi ke perpustakaan dan melihat betapa banyak orang mencintai literasi. Kalau memang orang tua kurang nyaman dengan sikap anak yang masih banyak polah, kini sudah banyak tersedia fasilitas perpustakaan khusus untuk anak kecil.
  2. Buat nuansa rumah penuh buku
    Perpustakaan anak atau publik belum tentu menjadi pilihan utama ayah bunda, dan hal ini tidaklah masalah. Orang tua masih bisa melatih si kecil dengan menyediakan banyak buku di rumah. Tidak perlu yang mewah, cukup rak kecil di kamar tidurnya akan mendorong rasa ingin tahu menyentuh buku.
  3. Langganan majalah

Majalah tidak hanya mencangkup gambar menarik, namun konten dalam majalah akan membantu tingkatkan minat dan hobi. Ajak si kecil untuk setidaknya mau melihat majalah, meskipun belajar membaca belakangan. Setidaknya anak terbiasa melihat susunan kata.

  1. Tunjukkan kata dengan jelas

Usahakan, berlangganan majalah dan menyediakan akses perpustakaan tidak sekedar berakhir dengan lihat-lihat saja. Setelah anak menunjukkan minat untuk duduk dan ikut melihat, cobalah mulai menunjukkan kata dan kalimat yang tertera. Misalkan saja ada kalimat cantik, tunjuk gambar dan katakan, “Anak cantik, C-A-N-T-I-K”.

  1. Ajak main kata di jalan
    Perjalanan umumnya memakan waktu diatas lima menit, kecuali dari toko kelontong sebelah dan bunda berjalan kaki. Namun, naik mobil sekalipun, bunda bisa memanfaatkan waktu dengan bermain kata. A,B,C lima dasar bisa menjadi permainan mendidik nan asyik kalau anak sudah cukup mampu.
  2. Baca surat bersama
    Surat umumnya bersifat formal dan berbeda dengan buku gambar anak, justru, hal inilah yang diincar. Memperlihatkan contoh susunan kata yang sebenarnya pada si kecil, akan sangat membantunya belajar di masa depan kelak saat tulisan tidak lagi satu huruf besar perhalaman. Cukup duduk saja dan bacakan keras-keras isi surat sambil perlahan menunjukkan huruf-huruf tersebut.
  3. Prakarya huruf
    Memotong dan membentuk huruf sambil belajar mengenal tiap huruf sangatlah oke untuk anak kinestetik. Dalam artian, anak yang belajar menggunakan gerak tubuh. Anak akan lebih mudah mengingat ketika tanggannya pernah membentuk huruf tersebut.
  4. Pakai teknologi
    Jangan sekedar pakai handphone untuk main game tidak berguna. Kini, sudah banyak aplikasi mendidik yang siap anak coba.

12. Obrolan kata

Mengobrol tentu jadi bagian yang menyenangkan saat bersama si kecil. Apalagi, bila usianya sudah menginjak lebih dari satu tahun. Salah satu cara mengajari anak membaca adalah mengulang setiap ejaan dari suatu kata, seperti mengatakan, “lihat ada burung, ada apa? B-U-R-U-N-G!” akan sangat membantu meningkatkan kosakata.(HN)

Share and Enjoy

  • Facebook
  • Twitter
  • Google Plus

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *