Cara Menghitung Usia Kehamilan Tanpa HPHT

menghitung usia kehamilan

www.bidanku.com

Salah satu cara menghitung usia kehamilan yang paling mudah untuk dilakukan adalah dengan memanfaatkan kalkulator online. Tinggal memasukkan informasi yang diperlukan, maka akan langsung terlihat berapa usia kehamilan dan kapan HPL atau hari perkiraan lahir. Ibu bisa menggunakan fasilitas kalkulator kehamilan online ini di situs Ibu dan Balita ya.

Sayangnya, ibu tidak bisa menggunakan kalkulator ini jika ibu lupa HPHT. HPHT ini kepanjangan dari hari pertama haid terakhir. Ini merupakan data atau informasi yang harus ibu masukkan ke dalam kolom kalkulator kehamilan online.

Namun, tenang saja. Selain kalkulator ada juga cara menghitung kehamilan lainnya. Apa saja itu?

Menghitung Usia Kehamilan Dari Gerakan Janin

Ada satu masalah jika ibu menggunakan cara yang satu ini. Memang, cara ini tidak menggunakan HPHT. Akan tetapi, jika kehamilan ibu masih sangat muda, maka ibu tidak bisa menggunakna cara ini. Pasalnya, janin yang masih muda belum bergerak. Umumnya, bayi di dalam kandungan sudah mulai bergerak ketika usianya sekitar 3 bulan atau bisa dikatakan sudah hampir masuk usia kehamilan trimester kedua.

Setidaknya, jika ibu sudah merasakan adanya gerakan dan ibu merasa itu adalah gerakan pertama bayi di dalam kandungan, kemungkinan besar usia kandungan ibu sudah memasuki usia trimester kedua.

Memang cara ini tidak valid. Dan asal ibu tahu, semua cara termasuk cara menghitung usia ibu hamil dengan kalkulator sekalipun tidaklah valid. Itu semua hanya bersifat perkiraan saja. Jadi, ibu bisa coba dengan cara yang satu ini.

Mengetahui Usia Kehamilan Dengan Tes USG

Sebenarnya ini cara yang paling valid di bandingkan dengan cara-cara yang lain. Namun, tetap saja tidak ada cara yang 100% valid memberikan informasi yang tepat mengenai usia kehamilan.

Teknologi USG sekarang ini semakin diperbaiki. Sekarang, sudah ada USG 3D di mana ibu bisa melihat janin di layar USG dengan lebih jelas. Selain itu, informasi yang diberikan pun semakin akurat, mulai dari usia janin, berat badan dan panjang janin, jenis kelamin, dan lain sebagainya. Bahkan, dengan dilakukan pemeriksaan USG, dokter kandungan bisa memberitahu ibu apakah ada hal yang perlu dikhawatirkan atau tidak seperti kelainan kromosom, perkembangan organ tubuh yang kurang optimal, dan lain sebagainya.

Usia Janin Diketahui Dengan Cara Fundus Uteri

Bisa dikatakan ini cara yang paling konvensional untuk mengetahui usia kehamilan. Tidak dibutuhkan alat atau rumus apapun.

Sebelumnya, ibu harus tahu apa itu fundus uteri. Fundus uteri ini merupakan puncak rahim. Ini bisa diketahui dengan cara memasukkan jari ke dalam vagina. Jadi, berapa usia kehamilan bisa dilihat dari seberapa dalam fundus uteri.

Sekarang bagaimana cara teknis mengetahui usia kehamilan dengan fundus uteri ini? Caranya sangat mudah namun sepertinya ibu harus hati-hati. Ibu hanya perlu meraba bagian rahim dengan cara memasukkan jari melalui vagina. Ibu akan merasakan adanya bagian yang menonjol. Dan itu adalah fundus uteri. Jika jaraknya sekitar 28 cm, itu artinya usia kehamilan ibu sekitar 28 minggu.

Sepertinya mudah, bukan? Akan tetapi, jika ibu tidak yakin, sebaiknya gunakan saja cara menghitung usia kehamilan dengan kalkulator online saja. Sama-sama kurang valid, tapi menggunakan kalkulator kehamilan jelas lebih mudah. Untuk masalah HPHT, ibu bisa ingat perkiraannya saja. Toh pada dasarnya, bukan usia kehamilan yang harus ibu ketahui secara pasti. Ibu hanya perlu tahu kira-kira berapa usia janin di dalam kandungan. Dengan harapan, setelah ibu tahu usia kehamilan, ibu bisa melakukan langkah atau upaya yang tepat untuk menjaga kesehatan bayi di dalam kandungan.

Dari beberapa cara untuk menghitung usia kehamilan tersebut, ada satu kesamaan. Yaitu, ibu hanya mendapatkan informasi perkiraan usia kehamilan. Dengan demikian, ibu juga akan mendapatkan informasi kira-kira tanggal berapa bayi akan lahir ke dunia.

Dari sini pula, ibu bisa memperkirakan kapan ibu harus siap-siap. Jika ibu seorang karyawati, maka ibu bisa mulai sekarang menata jadwal dan segera mengajukan cuti. Dengan demikian, pihak kantor atau perusahaan juga siap ketika ibu harus cuti melahirkan.

Dan lebih dari itu, ibu juga bisa mengatur pekerjaan. Jika ada project jangka panjang yang ibu kerjakan, setidaknya ibu sudah menyiapkan apa saja yang perlu disiapkan agar orang yang ibu delegasikan untuk meneruskan project tersebut tahu apa yang harus dilakukan.

Lebih dari itu, ibu juga bisa mengatur budget. Biaya persalinan bisa saja mahal jika ibu ternyata harus melahirkan dengan cara caesar. Biayanya bisa mencapai di atas 10 juta rupiah lho. Jadi, ibu harus mempersiapkan budget tersebut.

Belum lagi dengan pakaian bayi. Jadi, mulai sekarang, ibu bisa mencicil apa saja yang diperlukan. Jika ibu belum tahu jenis kelamin sang buah hati, ibu bisa coba menata kamar calon bayi tersebut. Ibu bisa beli tempat tidur bayi terlebih dahulu. Baru ketika usia kehamilan sudah mencapai trimester ketiga, ibu bisa mulai membeli baju bayi.

Siapapun ingin sekali melahirkan secara normal dan sesuai dengan prediksi. Jangan sampai bayi lahir prematur karena ibu akan sedikit kerepotan. Perawatan bayi prematur jelas berbeda dengan bayi normal. Untuk itu, ada baiknya ibu mengikuti forum ibu dan balita agar ibu tahu bagaimana pengalaman para ibu lainnya tentang bagaimana mempersiapkan persalinan. Dengan demikian, ibu siap dan ibu bisa benar-benar melahirkan secara normal dan lancar. Jadi, yang terpenting bukan cara menghitung usia kehamilan, melainkan apa yang harus ibu lakukan setelah tahu prediksi usia janin di dalam kandungan.

Share and Enjoy

  • Facebook
  • Twitter
  • Google Plus

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *