Cara Meningkatkan Kecerdasan Balita Sejak Dini

kecerdasan anak

www.ibudanbalita.com

Kecerdasan balita bisa diasah sejak ia masih berusia 1 bulan. Balita yang aktif kadang memang sulit sekali dikendalikan dan tak bisa diam. Tetapi biarkan saja, jangan dimarahi. Sebenarnya saat itu anak sedang berusaha mengenali sekitarnya. Sebagai orangtua, Anda bisa mengarahkan anak untuk bermain sambil belajar dengan cara efektif. Ikatan emosional yang semakin kuat bisa terjalin sejak buah hati terlahir ke dunia. Anda bisa melakukan sebuah pjiatan atau skin to skin contact.

Dengan cara memberikan pijatan yang lembut pada tubuhnya, sering berbicara dengan buah hati, memandikan bayi dan menggunakan pakaiannya.   Tindakan ini bisa sangat menjadikan ikatan emosional semakin erat antara ibu dan balita. Jangan pernah bertengkar dengan siapapun di depan bayi, karena dia akan ikut merasa cemas. Buah hati Anda mungkin belum lancar cara bicaranya, tapi Anda harus tetap mengajak dirinya berbicara. Karena semakin banyak kosakata yang didengarnya sejak belia, maka  kemampuan berbicara buah hati akan cepat berkembang.

Kecerdasan Balita Yang Diinginkan Para Orangtua

Balita bisa dikatakan memiliki tingkat IQ yang tinggi, kalau di usia 3 tahun dia sudah bisa berkomunikasi dengan lancar.  Supaya anak bisa berkembang sebagai anak yang cerdas, maka sangat baik untuk berbicara dengan nada bervariatif. Ketika balita berusia 3 sampai 4 bulan, maka dia sudah bisa menangkap beragam ekspresi dari orang-orang yang berada di sekelilingnya. Kemampuan dalam membaca ekspresi wajah ini adalah dasar dari komunikasi verbal si buah hati.

Jadi ketika mengajak bayi berbicara, pastikan Anda selalu menunjukkan ekspresi wajah yang selalu bahagia dan ceria.  Dengan demikian bayi akan berkembang sebagai sosok yang selalu bahagia dan ceria. Lebih baik menggendong bayi, dibandingkan menaruhnya di dalam stroller. Menggendong dengan tangan lebih baik, dibandingkan dengan menggendongnya memakai kain atau gendongan kangguru. Karena saat digendong dengan tangan telanjang, akan menjadikannya mudah bergerak dengan leluasa termasuk bisa melihat ke berbagai sudut pandang.

Sehingga bayi dapat belajar banyak hal dari lingkungan di sekelilingnya. Ketika sedang berbicara kepada buah hati sebaiknya sambil menunjukkan benda tertentu dan menjelaskan benda itu. Memang bayi belum bisa memahaminya, namun dia sudah bisa mengingat apapun yang didengarnya. Metode ini bisa menjadikan dirinya lebih cepat mengasah kemampuan berbicaranya. Dengan menerapkan kelima cara agar bayi tumbuh cerdas di atas dengan teratur, maka Anda bisa melihat buah hati tumbuh cerdas lebih cepat dibandingkan anak seusianya. Sangat penting juga untuk selalu menjauhkan buah hati dari suara bising, karena bisa menjadikan daya ingatnya melemah.

Tingkatkan Kecerdasan Anak Melalui Banyak Hal

Jika Anda sering berpikir apakah salah kalau berusaha menjadikan anak kita lebih unggul. Memberikan yang terbaik untuk anak tak pernah menjadi hal yang salah. Namun, cara berikut mungkin dapat membantu meningkatkan kecerdasan anak: Beri anak stimulasi sesuai dengan usianya. Semua orang tua pasti ingin perkembangan anaknya optimal. Namun, mereka seringkali terjebak menjadi orangtua yang terlalu cemas karena terkesan terburu-buru dalam memberikan stimulasi untuk anaknya.

Setiap anak pasti memiliki bakat. Agar tidak menjadi hurried parents, pastikan dulu anak memiliki 3 hal diantaranya kemandirian, rasa aman, dan kemampuan berkomunikasi.  Dalam mengajarkan baca misalnya, di usia 2, 3, 4 tahun sebenarnya anak cukup sampai pada proses pengenalan saja, tanpa perlu berharap ia akan menguasai. Nantinya, di usia matangnya, 5 tahun, bila tidak ada masalah, ia pasti akan bisa membaca. Berikan anak ruang untuk mengembangkan bakatnya.

Jika Anda belum yakin dengan bakat anak, ajak anak mengikuti berbagai kegiatan yang ia mau atau mencoba aneka kursus. Anak yang berbakat, akan terlihat sekali semangatnya saat harus mengikuti kegiatan yang memang menjadi bakatnya. Setelah menemukan bakatnya, pastikan anak menikmati kegiatan-kegiatan yang berkaitan dengan pengembangan bakatnya.  Namun, bila anak akhirnya terus mengeluh malas saat harus mengikuti kursus yang Anda anggap dapat mengembangkan kecerdasan  atau bakatnya, coba tanyakan kembali kepada diri Anda.

Hindari memberi label positifatau pujian-pujian yang bentuknya mengingatkan anak bahwa dia berhasil melakukan sesuatu karena bakat kepintaran yang ia miliki ternyata bisa menghilangkan motivasi anak untuk berusaha lebih keras. Anak akan kehilangan tantangan dan rasa ingin bersaing. Tentunya Anda boleh memuji anak. Namun, daripada menggunakan kata pintar atau mengingatkan kalau dia mempunyai bakat, coba ucapkan kalimat yang memberitahunya bahwa hasil baik yang ia dapatkan adalah akibat kerja keras yang ia lakukan.

Memberi tahu anak bahwa ia pintar juga membuat anak berpikir ia harus selalu terlihat pintar, hal ini bisa membuat anak malah menjadi takut untuk mengeksplor hal baru yang belum ia kuasai. Mendengar kata Inteligensi atau biasa dikenal dengan kecerdasan, yang ada di benak kita adalah kecerdasan dalam arti kapasitas yang dimiliki individu, sehingga memungkinkan seseorang untuk belajar, bernalar, memecahkan masalah, dan melakukan tugas-tugas kognitif lainnya. Intelegensi yang tinggi selalu dikaitkan dengan orang yang mempunyai kemampuan seperti Albert Einstein.

Sementara individu yang berada pada ekstrim satunya, dicap sebagai orang dengan inteligensi rendah atau keterbelakangan mental. Meskipun para ahli terutama di bidang psikologi belum mampu merumuskan term inteligensi dengan tepat, sudah banyak usaha yang dilakukan untuk melakukan pengukuran terhadap inteligensi bahkan sejak awal 1900-an. Ini bermula dari sebuah sekolah di Perancis yang ingin membuat program pendidikan berdasarkan kecerdasan anak agar diperoleh manfaat yang optimal. Hingga tercipta sebuah tolok ukur bernama IQ atau kecerdasan balita.

 

Share and Enjoy

  • Facebook
  • Twitter
  • Google Plus

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *