Cara Menjaga Kehamilan Ketika Risiko Keguguran Sangat Mungkin Terjadi

kehamilan yang sehat

Source: Fit Pregnancy

Ada beberapa wanita yang sangat berisiko mengalami keguguran. Mereka inilah yang harus tahu cara menjaga kehamilan. Mereka harus bertindak lebih ekstra lagi untuk menjaga rahim yang mereka kandung.

Siapa saja yang berisiko mengalami keguguran? Apakah ibu termasuk di dalamnya?

Wanita Yang Risiko Keguguran Tinggi

Semoga saja ibu bukan termasuk wanita yang risiko kegugurannya tinggi. Berikut ini hal-hal yang membuat seorang ibu hamil memiliki risiko mengalami keguguran.

  • Kelainan kromosom

Yang mengetahui hal ini hanya dokter kandungan saja. Dan itupun baru bisa diketahui setelah dilakukan pemeriksaan medis.

Ibu pernah dengar anak wanita yang melakukan tes kehamilan dengan menggunakan test pack dan hasilnya positif namun ternyata tidak ada janin di dalam kandungan? Itu bukan berarti janin di curi oleh jin. Secara medis, hal tersebut memang bisa terjadi.

Test pack mengeluarkan hasil positif lantaran di dalam plasenta sudah mengeluarkan hormon. Sayangnya, rahim kosong lantaran sperma memiliki jumlah kromosom yang salah. Inilah yang kemudian disebut dengan kelainan kromosom. Akibatnya, telur yang telah dibuahi mungkin tidak bisa berkembang dan akhirnya mengalami keguguran.

Apakah keguguran ini bisa dicegah? Kemungkinan itu masih ada. Hanya saja, sangat kecil kemungkinan janin bisa berkembang dengan baik. Penanganan dari dokter sangat diperlukan selain mempratekkan semua untuk menjaga kehamilan.

  • Riwayat Keguguran

Untuk yang satu ini, ibu bisa tahu dengan sendirinya. Apakah ibu pernah mengalami riwayat keguguran sebelumnya? Jika pernah, maka risiko itupun masih tetap ada pada kehamilan selanjutnya. Sebaiknya, ibu menerapkan tips menjaga kehamilan untuk menurunkan atau bahkan menghilangkan risiko tersebut.

  • Usia

Mengapa dokter menyarankan wanita hamil di bawah usia 30 tahun? Karena memang pada usia itulah kondisi rahim sangat bagus. Lain hal jika usia wanita sudah mencapai di atas 30 tahun. Bahkan, ketika usia wanita di atas 40 tahun, sangat tidak dianjurkan bagi wanita tersebut untuk hamil. Pasalnya, risiko keguguran teramat tinggi. Belum lagi kehamilan usia tua berbahaya bagi ibu hamil itu sendiri.

  • Masalah Pada Serviks

Seorang wanita yang baru saja menikah sangat disarankan untuk melakukan pemeriksaan pada bagian serviks. Hal ini untuk mengetahui apakah ada masalah pada bagian tersebut atau tidak. Serviks bisa bermasalah, entah itu leher rahim lemah atau terdapat pita jaringan parut yang membuat seorang wanita sangat mungkin mengalami keguguran ketika hamil.

Jadi, pemeriksaan ini sebagai langkah pencegahan jangan sampai wanita mengalami keguguran lalu baru tahu jika ada masalah pada serviks.

  • Infeksi

Apakah ibu pernah mengalami infeksi seperti campak, gondok, rubella, atau yang lainnya? Sebaiknya cek dulu ke dokter dan pastikan infeksi tersebut sudah 100& teratasi. Artinya, sudah tidak ada lagi virus yang menyebabkan infeksi tersebut yang berada di tubuh ibu. Pasalnya, inilah yang juga menjadi salah satu penyebab kegugran.

  • Perokok dan Peminum Berat

Tidak hanya ibu hamil saja yang dilarang merokok dan mengkonsumsi alkohol. Saat belum hamil pun sebaiknya seorang wanita tidak merokok dan minum minuman keras.

  • Kegemukan

Paling mudah untuk menjaga kehamilan jika ibu memiliki berat badan ideal. Lain hal dengan mereka yang memiliki masalah obesitas atau kegemukan. Meskipun tidak ada yang bisa memastikan apakah ada korelasi antara kegemukan dan keguguran, ada beberapa studi yang mampu membuktikan beberapa kasus keguguran yang ternyata disebabkan oleh kegemukan.

Apakah ibu termasuk wanita yang berisiko mengalami keguguran?

Cara Mencegah Keguguran

Berikut ini beberapa cara mencegah keguguran yang harus diketahui oleh semua hamil, tidak hanya ibu yang berisiko keguguran saja. Cara berikut sekaligus menjadi cara untuk menjaga kehamilan.

  1. Cek Kesehatan Secara Berkala

Ibu bisa melakukan jadwal pemeriksaan kehamilan mulai awal kehamilan hingga nanti waktunya persalinan. Pemeriksaan ini sebaiknya dilakukan rutin sekali dalam satu bulan.

Pemeriksaan ini tidak hanya untuk mengetahui kondisi janin di dalam kandungan. Lebih dari itu, ibu juga akan tahu apakah ada risiko keguguran atau tidak. Jika hal tersebut ditemukan, maka dokter akan memberikan saran dan bahkan melakukan tindakan agar risiko tersebut bisa dihilangkan.

  1. Mengurangi Kegiatan Fisik

Ini bukan berarti ibu tidak larang bekerja lho. Ibu tetap bisa melanjutkan karir namun kurangi kegiatan fisik. Usahakan agar ibu istirahat cukup.

  1. Mengatur Stres

Yakin bisa mengatur stres? Namun, harus diketahui ibu akan lebih sering merasakan stres saat hamil. Stres saat hamil tidak hanya disebabkan oleh masalah yang ibu hadapi, tapi juga disebabkan oleh perubahan hormon. Saat hamil, produksi hormon meningkat sehingga menyebabkan ibu mudah mual, pusing, dan juga mudah mengalami stres. Tidak jarang juga ibu hamil yang merasakan mood swing. Ini merupakan kondisi di mana perasaan ibu bisa berubah-ubah. Inilah mengaa ibu harus pandai mengatur stres.

  1. Selektif Dalam Memilih Makanan

Tidak semua makanan sehat itu boleh dikonsumsi untuk menjaga kehamilan lho. Makanan fast food jelas harus dihindari. Namun, ada makanan yang mengandung nilai gizi tinggi yang tidak boleh dikonsumsi saat hamil.

Akan lebih baik jika ibu ikut diskusi di forum ibu hamil. Di sana, dibahas juga makanan apa saja yang boleh dan tidak boleh dikonsumsi ketika hamil. Durian dan nanas contoh buah yang segar dan bergizi namun tidak boleh dikonsumsi lho. Dan masih banyak lagi contoh yang lainnya.

Jadi, banyak hal yang harus ibu lakukan sebagai cara menjaga kehamilan. Ini sebuah keharusan agar ibu tidak berisiko mengalami keguguran.

Share and Enjoy

  • Facebook
  • Twitter
  • Google Plus

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *