Cara Menyapih Anak Bisa Berbeda-Beda, Namun Kuncinya Hanya Satu

susu anak

Source Image: Hang The Bankers

Apa yang ibu rasakan ketika sudah saatnya menerapkan cara menyapih anak? Kebanyakan akan merasa galau dan penuh dengan emosional. Mereka merasa tidak tega melihat anak menangis terus menerus. Selama ini, si kecil minum ASI langsung dari payudara dan tiba-tiba hal tersebut harus dihentikan. Tidak hanya bagi anak saja yang menyakitkan tapi juga sebagai seorang ibu juga merasakan hal yang sama.

Meskipun demikian, menyapih itu suatu keharusan. Tidak mau kan anak ibu minum ASI terus menerus hingga usia sekolah. Dan para ahli kesehatan anak sudah menjelaskan menyapih itu seharusnya dilakukan ketika usia anak mencapai 2 tahun.

Tentu ibu harus melawan rasa galau dan emosional ketika harus menyapih anak. Dan caranya bukan dengan memaksakan diri untuk menghentikan menyusui. Namun ibu harus tahu tips menyapih anak yang tidak membuat ibu dan juga anak ibu merasa sakit.

Menyapih Berdasarkan Kerelaan

Kekhawatiran ibu saat harus mulai menyapih tentu ada alasannya. Ibu pasti tidak tega melihat anak menangis merengek minta disusui. Apalagi ketika malam hari anak biasanya tidak bisa tidur pulas. Setiap jam ia bangun dan ingin menyusui dari payudara ibu. Ibu pasti tidak tahan dengan rengekan atau tangisan tersebut.

Namun, kekhawatiran tersebut tidak akan ibu rasakan jika ibu menyapih atas dasar kerelaan dari sang buah hati. Inilah sebenarnya kunci dari semua cara menghentikan ASI pada anak 2 tahun.

Lalu, bagaimana agar anak rela tidak minum ASI lagi sehingga ia tidak harus menangis ketika ibu mulai menyapih? Ini menjadi pertanyaan besar. Memang kelihatannya tidak mudah namun bukan berarti tidak bisa ibu lakukan. Beberapa ibu sharing di forum Friso tentang pengalaman mereka ketika mulai menghentikan pemberian ASI kepada buah hati mereka. Dan ternyata, ada yang berhasil melakukan hal tersebut. Hanya dalam beberapa hari saja, anak tidak lagi minta untuk minum ASI. Meskipun pastinya anak mereka awalnya menangis, tapi tidak lama kemudian anak mereka mau beralih dari ASI ke susu balita.

Nah, ini dia yang harus ibu pelajari bagaimana menyapih dengan kerelaan dari anak ibu sehingga ia tidak perlu menangis dan segera bisa berhenti minum ASI.

Langkah Menyapih Tanpa Paksaan

Intinya satu. Ibu harus bisa menyapih tanpa paksaan. Ini artinya ibu tidak boleh marah-marah ketika anak tetap minta disusui. Dan ini bukan berarti ibu tetap memberikan ASI ketika usia anak mencapai 2 tahun. Karena semakin lama ibu memberikan ASI, maka akan semakin sulit si kecil untuk berhenti menyusui.

Lalu, apa yang harus ibu lakukan?

Pertama-tama, ibu harus yakin bahwasannya ibu pasti bisa. Keyakinan ini modal yang berharga. Banyak orang yang tidak yakin dan akhirnya setengah-setengah dalam menyapih anak. Pada akhirnya anak tetap minum ASI terutama di malam hari ketika akan tidur. Jadi, ibu harus percaya diri dulu bahwa ibu bisa. Ini setidaknya akan membuat ibu mengurangi rasa khawatir tentang hal yang akan terjadi ketika ibu mulai menyapih.

Yang kedua, komunikasi dengan sang buah hati. Ketika usia anak hampir mencapai 2 tahun, mungkin sudah berusia 22 atau 23 bulan, ibu harus mulai memberitahukan bahwasannya sebentar lagi si kecil tidak boleh lagi minum ASI, melainkan minum susu balita menggunakan botol atau minum minuman yang lain. Ini harus dijadikan sebagai cara menyapih anak yang harus ibu terapkan. Mungkin ibu merasa tidak ada gunanya berbicara dengan anak yang masih kecil. Namun, ibu harus tahu komunikasi seperti ini harus dimulai. Dan ibu bisa melatih anak untuk berkomunikasi atau berdikusi ketika ibu akan menyapih.

Yang ketiga, memberikan susu balita terbaik. Karena anak tidak lagi minum ASI, ibu harus siapkan susu balita yang terbaik, yaitu susu yang mengandung nutrisi yang hampir sama dengan ASI. Kadar protein, kalsium, vitamin, dan lain sebagainya harus seimbang. Dan ibu bisa memilihkan susu Friso Gold untuk sang buah hati. Susu ini bisa ibu berikan di pagi hari ketika sarapan, siang hari, dan juga malam hari ketika anak akan tidur. Dengan demikian, ia tidak lagi ingin minum ASI.

Yang keempat, mengenalkan beberapa varian minuman bergizi. Sebenarnya, ada anjuran dari ahli kesehatan anak di mana balita usia di atas 1 tahun harus mengurangi mengkonsumsi susu. Ini bukan berarti mengurangi nutrisi yang ia harus dapatkan. Mengurangi mengkonsumsi susu diperlukan agar ia bisa mencoba minuman bergizi lainnya seperti jus, teh, yogurt, dan lain sebagainya. Selain nutrisi terpenuhi, minuman bergizi yang bervariasi akan membuat anak mengenal berbagai varian minuman.

Langkah demi langkah tersebut terdengar mudah untuk dilaksanakan. Namun, pada praktiknya, ibu akan menemui kendala. Meskipun demikian, ibu tidak boleh pesimis. Ingat, langkah pertama yang harus ibu lakukan adalah optimis bahwasannya ibu pasti bisa menyapih tanpa membuat ibu dan anak merasa sedih.

Kapan itu, ibu harus menyapih. Tidak menyapih justru membuat anak mengalami masalah. Masalah dalam pergaulan karena ia akan ditertawakan teman-temannya jika ia masih minum ASI. Masalah yang lainnya juga seperti tidak mendapatkan kesempatan untuk mandiri karena lebih sering minum ASI langsung dari payudara ibu. Berbeda dengan anak yang sudah minum susu dengan gelas. Ia sudah mulai membuat susu sendiri dan bisa tidur sendiri tanpa harus menyusu ASI melalui payudara ibu. Jadi, cara menyapih anak tidak  hanya sekedar metode saja, tapi lebih sebagai pembelajaran agar anak bisa lebih mandiri.

Share and Enjoy

  • Facebook
  • Twitter
  • Google Plus

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *