Dampak Positif Ketika Bayi Tidur Tengkurap

www.ibudanbalita.com

www.ibudanbalita.com

Tidak bisa dipungkuri, muncul kekhawatiran ketika bayi tidur tengkurap. Khususnya bagi orang tua yang baru memiliki bayi pertama kali, mereka akan sangat khawatir jika sang buah hati mereka tidur dengan posisi tersebut.

Kekhawatiran tersebut memang masuk akal. Namun, ibu harus tahu tidur dengan posisi tengkurap memberikan efek yang sangat baik untuk tumbuh kembangnya. Ibu tidak boleh percaya dengan hal yang satu ini jika bukan dokter atau pakar perkembangan anak yang berbicara. Namun, ternyata para dokter dan pakar perkembangan anak lah yang menyatakan bawasannya banyak manfaat yang bisa didapatkan jika bayi tidur posisi tengkurap.

Manfaat Bayi Tidur Tengkurap

Mungkin setelah ibu mengetahui penjelasan berikut ini mengenai manfaat tidur tengkurap untuk bayi, kekhawatiran ibu langsung hilang.

  • Tidur Tengkurap Membuat Bayi Tidur Lebih Pulas

Ada yang disebut dengan refleks moro. Ini merupakan refleks yang dilakukan oleh bayi, terutama bayi yang baru saja lahir. Biasanya, hal ini ditunjukkan dengan gerakan terkejut, yaitu gerakan yang tidak bisa dikontrol oleh bayi itu sendiri. Dan ternyata refleks moro inilah yang menjadi salah satu penyebab bayi mudah terbangun di malam hari dan menangis karena terkejut dan tidak nyaman saat tidur.

Dan ternyata, menidurkan bayi dengan posisi tengkurap akan membuat refleks moro tersebut bisa dihindari. Akibatnya, bayi tidak mudah terkejut dan akhirnya ia bisa tidur lebih pulas.

  • Mencegah Kepala Peyang

Bidan yang sudah sangat profesional tahu apa yang harus dilakukan setelah bayi lahir. Biasanya, bayi yang dilahirkan secara normal akan mengalami beberapa masalah, terutama kepala peyang. Hal ini disebabkan karena posisi vagina kecil yang membuat kepala terlihat gepeng. Hanya saja, karena kepala bayi masih sangat lunak, maka bentuk kepala bisa kembali normal dengan cara pijatan kecil.

Akan tetapi, kepala peyang atau gepeng ini tidak hanya disebabkan oleh proses persalinan normal saja lho. Ini juga bisa disebabkan oleh bayi yang sering tidur dengan posisi terlentang. Kepala bagian bawah menjadi gepeng.

Untuk mengantisipasi hal tersebut, ada baiknya ibu sesekali menengkurapkan bayi ketika tidur. Jadi, kepala bagian bawah bayi tidak sering menempel pada permukaan tempat tidur yang berakibat pada kepala bayi yang peyang.

  • Mengembangkan Kemampuan Gerakan Motorik Bayi

Ada satu penelitian yang patut untuk ibu ketahui. Perkembangan motorik bayi lebih cepat jika bayi tidur secara tengkurap daripada bayi yang tidur terlentang. Tentu saja penelitian ini bukan tanpa alasan. Jika bayi sering ditengkurapkan, maka otot leher akan lebih kuat. Ketika bayi tengkurap, bayi cenderung ingin mengangkat kepalanya. Dan inilah yang membuat otot leher bayi lebih cepat kuat.

Tidak hanya otot leher saja yang terpengaruh. Otot-otot lainnya pun juga terpengaruh. Akibatnya, menurut penelitian, ketika bayi sering tengkurap, di usianya yang 4 bulan ia akan lebih cepat bergerak seperti berguling. Ini pula yang menjadi salah satu perbedaan mengapa ada bayi yang ketika usianya 4 bulan sudah bisa berguling, namun ada juga yang belum bisa berguling.

Sekarang sudah jelas mengapa ibu tidak perlu khawatir lagi untuk menekurapkan sang buah hati. Dan jika ibu masih belum yakin, ibu bisa temukan lebih banyak lagi manfaat bayi tidur tengkurap di situs Ibu Dan Balita.

Ibu Harus Waspada

Meskipun ada manfaat dari bayi yang tidur secara tengkurap seperti yang dijelaskan sebelumnya, bukan berarti ibu tidak perlu melakukan langkah untuk mewaspadai hal-hal buruk yang mungkin terjadi. SIDS (sudden infant death syndrome) atau yang dalam istilah Bahasa Indonesia kematian bayi yang mendadak bisa saja terjadi karena posisi tidur tengkurap. Posisi tidur ini membuat bagian dada bayi tertekan oleh tubuhnya sehingga sulit sekali bagi oksigen untuk masuk ke dalam tubuh. Hal ini bisa saja menyebabkan kematian.

Akan tetapi, ibu tidak perlu khawatir. Asalkan ibu menemani si kecil saat tidur, maka hal tersebut tidak akan terjadi. Yang perlu ibu lakukan adalah membalikkan tubuh si kecil ketika ia sudah terlalu lama tengkurap.

Selain itu, sebaiknya ibu memilihkan tempat tidur yang empuk. Jika perlu, ibu bisa gunakan bantal untuk menopang dada ketika bayi tidur posisi tengkurap. Dengan demikian, dada tidak terlalu tertekan sehingga oksigen pun bisa masuk dengan mudah.

Hal lain yang harus ibu waspadai juga adalah pegal-pegal. Biasanya, bayi itu menangis karena merasa tidak nyaman. Ketidaknyamanan tersebut bisa saja karena udara yang pengap, panas, atau terlalu dingin. Akan tetapi, bukan tidak mungkin ketidaknyamanan tersebut disebabkan oleh otot yang tidak rileks atau pegal. Hal ini juga bisa terjadi jika bayi terlalu lama tidur tengkurap.

Jadi, selain hal-hal positif yang bisa didapatkan oleh bayi saat ia tidur tengkurap, ada juga hal negatif yang bisa saja terjadi. Yang perlu dilakukan adalah langkap pencegahan. Dalam hal ini, peran ibu sebagai pelindung bayi harus benar-benar dilakukan. Lakukan pengawasan saat bayi tidur tengkurap. Buat bayi mendapatkan manfaat tidur tengkurap tanpa harus merasakan dampak negatif yang bisa terjadi.

Terlepas dari hal itu semua, tetap saja perkembangan bayi sangat tergantung dari nutrisi yang ia dapatkan. Berikan ASI eksklusif sampai usia bayi mencapai 6 bulan. Kemudian, berikan menu MPASI yang bergizi. Saat balita, beri asupan nutrisi balita yang seimbang dengan cara memberikan 3 gelas susu balita terbaik.

Ibu tidak boleh main-main mengenai masalah kesehatan dan tumbuh kembang bayi. Ibu harus dengarkan penjelasan dari pakarnya, bukan hanya mengetahui rumor di masyarakat. Contonya saja masalah bayi tidur tengkurap. Sekarang ibu tidak lagi khawatir, bukan?

Share and Enjoy

  • Facebook
  • Twitter
  • Google Plus

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *