Di Usia Berapa Bayi Bisa Melihat?

di usia berapa bayi bisa melihat

Source: Life With Gremlines

Wajar jika orang tua yang baru memiliki anak pertama menggali lebih banyak informasi tentang tumbuh kembang anak, tak terkecuali tentang usia berapa bayi bisa melihat. Orang tua bisa langsung mengetahui bagaimana indera pendengaran bayi. Pasalnya, indera pendengaran sudah berfungsi dengan baik ketika usia bayi baru beranjak 1 bulan. Lain hal dengan indera penglihatan bayi. Butuh waktu yang cukup lama agar indera penghilangan sang buah hati sempurna.

Orang Tua Harus Tunggu Hingga Usia Bayi Di Atas 1 Bulan

Yaps, orang tua harus sabar menunggu lebih lama. Setidaknya, ketika si kecil sudah memasuki usia 1,5 bulan, orang tua bisa memastikan ternyata si kecil sudah bisa melihat. Hal ini bisa orang tua ketahui dengan cara yang sederhana, Cukup dekatkan wajah ayah ke wajah sang buah hati. Lalu gelengkan kepala ayah ke kanan dan ke kiri kemudian lihat reaksinya. Jika si kecil menggerakkan bola matanya atau bahkan sambil tersenyum, itu artinya penghilangan sang buah hati normal. Ia tidak mengalami kebutaan. Hanya saja, penglihatan si kecil belum sempurna.

Jadi, jika ditanya pada usia berapa bayi mulai bisa melihat, pada dasarnya usia 1 bulan ia sudah bisa melihat. Namun, kondisi saraf untuk sistem penglihatan belum bisa sempurna. Menurut dokter, bayi pada usia tersebut hanya bisa melihat obyek yang jaraknya kurang sekitar 30an cm saja.

Lalu, pertanyaannya sekarang, harus menunggu sampai usia berapa bayi bisa melihat secara sempurna? Sebenarnya, sistem penglihatan bayi usia 3 bulan sudah bisa dikatakan sempurna. Pada usia tersebut, bayi tidak hanya bisa melihat obyek yang jaraknya cukup jauh, tapi juga sudah bisa melihat obyek dengan bentuk dan warna yang berbeda. Pada saat inilah orang tua harus membantu menstimulisi penglihatan si kecil dengan cara mengenalkan obyek yang berbeda, membelikan mainan berwarna-warni, dan lain sebagainya. Dengan semakin banyak mengenal obyek yang berbeda, maka tidak hanya sistem penglihatan bayi saja yang semakin sempurna tapi juga hal ini mengoptimalkan perkembangan otak.

Tanda- Tanda Anak Mengalami Buta Bawaan

Pada saat bayi lahir, yang bisa orang tua ketahui hanya bayi secara fisik saja. Biasanya, tenaga medis yang membantu persalinan akan menunjukkan bawasannya apakah ada cacat fisik pada tubuh si kecil atau tidak. Sementara itu, mengenai sistem pendengaran bayi serta sistem penglihatan bayi, ibu belum bisa mengetahuinya sampai usia tertentu.

Lalu bagaimana cara mengetahui bayi orang tua memiliki kondisi penglihatan yang normal atau justru mengalami kebutaan sejak lahir?

Beruntung jika bayi orang tua tidak lahir secara prematur. Menurutu penelitian kesehatan, bayi prematur sangat rentan sekali mengalami kebutaan bawaan. Hal ini disebabkan sistem saraf mata belum terbentuk secara sempurna sehingga penghilangannya mengalami masalah. Dalam dunia medis, kondisi semacam ini disebut juga dengan ROP atau Retinopathy of Prematurity. Akan tetapi, bukan berarti semua bayi prematur bisa mengalami kebutaan. Kemungkinan tersebut memang ada. Ada juga bayi prematur yang perkembangannya lambat. Ini juga berpengaruh pada usia berapa bayi prematur bisa melihat.

Bayi yang mengalami kebutaan secara bawaan bisa dilihat dari bagaimana respon si kecil ketika orang tua menimangnya. Saat usia bayi 2 bulan, ayah harus lebih sering menimang si kecil. Jika perlu, ayah bawa ke luar rumah untuk melihat obyek yang berwarna-warna seperti tanaman hijau. Saat ayah menimang si kecil, bagaimana responnya? Jika tidak ada senyuman atau bola mata tidak bergerak saat ayah menunjukkan benda yang bergerak ke kanan dan ke kiri, ada kemungkinan bayi ibu mengalami kebutaan.

Itulah mengapa saat usia bayi 1-2 bulan, ayah harus lebih sering menimang sang buah hati. Selain itu, istri perlu memberikan ASI eksklusif agar si kecil mendapatkan nutrisi yang dibutuhkan untuk tumbuh kembangnya. Saat usianya sudah mencapai 6 bulan, sudah saatnya orang tua untuk memberikan MPASI yang bergizi. Berikan menu MPASI yang direkomedasikan oleh dokter seperti bubur Nestle Cerelac.

Yang pasti, stimulus dari dalam dan dari luar harus diberikan. Stimulus dari dalam berupa nutrisi. Sementara itu, stimulus dari luar dilakukan dengan cara melatih mata si kecil melihat benda-benda dengan bentuk dan warna yang berbeda.

Penyebab Mata Buta

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, bayi yang lahir dalam keadaan prematur lebih berisiko mengalami kebutaan daripada bayi lahir normal. Namun, yang harus menjadi catatan, itu hanya faktor risiko saja.

Ada faktor lainnya yang juga perlu untuk orang tua ketahui agar risiko bayi mengalami kebutaan bisa dihindari. Menurut penelitian, bayi di Asia rentan terhadap kebutaan bawaan disebabkan karena penanganan secara dini tidak segera dilakukan. Kebanyakan, bayi yang berisiko mengalami kebutaan awalnya mengalami katarak bawaan serta kelainan refraksi. Dr. Florence M. Manurung mengatakan pengecakan sejak dini sangat diperlukan agar faktor risiko tersebut bisa dihindari sehingga anak ibu terhindar dari kebutaan.

Lebih dari itu, ayah juga harus tahu mengenai berbagai jenis kelainan mata. Ada banyak sekali kelainan mata yang ternyata bisa juga menjadi penyebab kebutaan. Ayah harus banyak membaca informasi kesehatan tentang mata juling, glukoma, tumor mata, dan juga Retinopathy of Prematurity yang sering disingkat dengan ROP.

Perhatian khusus dari ayah sangat dibutuhkan untuk memastikan tumbuh kembang sang buah hati lebih optimal. Jadi, tidak hanya mengenai usia berapa bayi bisa melihat yang harus ibu ketahui, tapi juga bagaimana cara mengoptimalkan perkembangan saraf penglihatan bayi serta bagaimana menghilangkan faktor risiko kebutaan yang bisa saja dialami oleh sang buah hati.

Share and Enjoy

  • Facebook
  • Twitter
  • Google Plus

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *