Diet Sehat Ibu Menyusui Sesuai Anjuran Dokter

manfaat asi eksklusif

www.awalsehat.nestle.co.id

Diet sehat ibu menyusui adalah salah satu langkah tepat untuk ibu yang ingin mengurangi berat badannya. Banyak para wanita yang tidak sabar untuk menurunkan berat badan setelah proses persalinan. Padahal pada masa-masa itu, seorang wanita membutuhkan banyak energi untuk menyusui bayinya yang baru dilahirkan. Pada masa menyusui, pola makan sehat dan seimbang menjadi sangat penting.

Makanan ibu menyusui haruslah terdiri dari makanan yang kaya karbohidrat seperti nasi, berbagai sayur dan buah, serta makanan mengandung protein dan produk susu.  Beberapa jenis makanan yang dianjurkan diantaranya adalah ;

– Buah-buahan.

Minimal pada diet ibu menyusui terdapat konsumsi buah-buahan atau jus dua kali sehari. Jeruk merupakan sumber vitamin C yang dapat memasok energi atau jenis buah bluberi yang mengandung banyak vitamin dan mineral.

– Kacang dan biji-bijian.

Terutama pilih yang berwarna gelap seperti kacang merah, sebagai sumber protein nabati, sekaligus kaya zat besi.

– Beras merah.

Beras jenis ini dapat menyediakan kalori yang dibutuhkan tubuh, sekaligus mendukung produksi ASI yang baik dan berkualitas.

– Produk susu rendah lemak.

Misalnya, yoghurt, keju dan susu. Susu mengandung protein, kalsium, vitamin B dan vitamin D yang penting untuk pertumbuhan tulang bayi. Dengan minum susu minimal 600 cc per hari, kebutuhan kalsium Anda dan bayi Anda akan tercukupi.

– Daging tanpa lemak.

Kandungan zat besi, protein dan vitamin B12 di dalamnya dapat memenuhi energi yang dibutuhkan ibu pada masa menyusui.

Kebutuhan Kalori Saat Melakukan Diet Sehat Ibu Menyusui

Secara umum, ibu menyusui membutuhkan lebih banyak kalori per hari, yaitu tambahan sekitar 400-500 kalori dibandingkan wanita yang tidak sedang menyusui. Hal-hal lainnya yang perlu diperhatikan adalah tiap wanita memiliki kebutuhan kalori yang berbeda-beda berdasarkan kepada Berat badan, Metabolisme tubuh, Frekuensi bayi menyusu dan Intensitas olahraga. Selain hitungan kalori, ibu menyusui dapat menjadikan rasa laparnya sebagai petunjuk seberapa banyak asupan makanan yang dibutuhkan.

Yang tak kalah penting untuk ibu menyusui adalah menjaga kebutuhan cairan tubuh terpenuhi. Cairan juga dapat diperoleh  dari susu atau jus. Namun, untuk minuman berkafein seperti kopi atau teh, batasi sekitar 2-3 cangkir per hari. Ikan salmon sangat kaya kandungan lemak DHA yang sangat penting untuk pertumbuhan sistem saraf bayi, sekaligus sumber energi yang baik untuk ibu.

Telur sebagai salah satu sumber protein yang mudah ditemukan. Anda dapat merebus, menggoreng, mencampurkan dalam salad atau membuat orak-arik telur untuk menu Anda. Roti gandum utuh atau sereal dari biji-bijian utuh. Kandungan asam folat merupakan nutrisi yang penting untuk kebutuhan produksi ASI. Produk ini juga tinggi kandungan serat dan zat besi. Sayuran hijau memiliki kandungan vitamin A, vitamin C, zat besi dan kalsium di dalamnya sangat baik untuk bayi dan ibu menyusui.

Selain itu, sayuran hijau juga kaya dengan antioksidan dan rendah kalori yang sangat baik untuk jantung. Ibu menyusui boleh menurunkan kelebihan berat badannya yang diperoleh selama kehamilan. Penurunan sekitar 0,5-1 kg per minggu tergolong aman terhadap  produksi air susu ibu (ASI). Kombinasi pola makan sehat dengan olahraga yang moderat, dapat menurunkan berat badan ibu menyusui rata-rata 0,5 kg per minggu. Kedua hal tersebut lebih efektif dibandingkan diet rendah kalori saat dalam masa menyusui.

Anda dapat meningkatkan intensitas olahraga terutama 6-8 minggu setelah melahirkan. Dengan cara-cara ini, Anda dapat menurunkan berat badan secara bertahap dalam waktu satu tahun dan ini jauh lebih aman bagi ibu menyusui. Karena penurunan jumlah asupan kalori dan berat badan  secara tiba-tiba dikhawatirkan akan berdampak kepada produksi ASI.

Memperhatikan saat tepat untuk memulai diet juga penting. Program untuk menurunkan berat badan bagi  ibu menyusui sebaiknya dimulai setelah bayi berusia dua bulan untuk menghindari kekurangan energi dan produksi ASI. Jika ibu mengalami kelebihan berat badan atau obesitas, konsultasikan dengan dokter mengenai kemungkinan waktu memulai proses penurunan berat badan lebih cepat.

Mengatur Menu Diet Sehat Ibu Menyusui

Rencana terbaik menurunkan berat badan setelah  kehamilan yaitu dengan cara bertahap. Misalnya dengan merencanakan mendapatkan berat badan ideal dalam waktu 10-12 bulan. Hal ini dapat membuat anda tetap menjalani peranan sebagai ibu menyusui yang mendukung gizi yang terbaik untuk kesehatan anak. Jangan mencoba untuk menurunkan berat badan dengan diet sampai setidaknya dua bulan setelah bayi Anda lahir.

Diet rendah kalori dalam beberapa bulan pertama bisa membuat anda kehilangan energi Anda dan mengurangi pasokan ASI. Sedangkan apabila anda mengalami kelebihan berat badan atau obesitas, Anda mungkin dapat mulai mencoba untuk menurunkan berat badan sebelumnya tapi pertama meminta dokter Anda untuk meminta nasihat. Dan pastikan untuk tetap terhidrasi, minum minimal 2 liter air sehari.

Penurunan berat badan secara tiba-tiba dan mengurangi asupan kalori Anda dapat mempengaruhi pasokan susu Anda, jadi jangan memilih pada diet ketat untuk menurunkan berat badan dengan cepat. Jika Anda kehilangan lebih dari 1 kg minggu setelah enam minggu pertama, itu adalah tanda yang perlu Anda ambil lebih banyak kalori.

Ragam dan keseimbangan adalah kunci untuk diet sehat ibu menyusui. Konsumsi makanan dengan campuran protein karbohidrat, dan lemak saat makan membuat Anda merasa kenyang lebih lama dan memasok nutrisi yang dibutuhkan tubuh Anda.Karbohidrat kompleks seperti biji-bijian dan sereal dan buah-buahan segar dan sayuran tidak hanya menyediakan gizi lebih akan tetapi jenis tersebut menyediakan pasokan energi yang tahan lama.

 

Share and Enjoy

  • Facebook
  • Twitter
  • Google Plus

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *