Dongeng Anak Bahasa Indonesia Yang Bisa Diberikan Untuk Si Kecil

cara mendidik anak disleksia

www.ibudanbalita.com

Dongeng anak semakin hari semakin punah. Seiring perkembangan zaman, banyak orang tua yang meninggalkan budaya mendongeng untuk anak. Kini para orang tua lebih memanfaatkan teknologi digital untuk menghibur buah hati mereka. Padahal dongeng yang dikisahkan langsung dari mulut orang tua merupakan hiburan yang tepat untuk anak. Selain menghibur, aktivitas ini juga memiliki banyak manfaat yang bisa membantu tumbuh kembang anak di masa mendatang.

Tidak ada istilah terlalu dini dalam hal mendongeng. Saat si Kecil masih dalam kandungan pun, aktivitas ini sudah bisa Anda lakukan. Ketika si Kecil sudah lahir, lebih baik untuk melanjutkan kebiasaan baik ini. Memang benar, saat baru lahir si Kecil belum bisa memahami kata-kata Anda, namun mendengar suara Anda bisa menjadi langkah awal untuk merangsang kemampuan mendengarnya dan mengenal suara-suara. Inilah beberapa manfaat mendongeng untuk anak:

-Memperkaya kosakata anak.

-Mendengarkan sebuah cerita bisa menstimulasi daya imajinasi dan berpikir agar si Kecil tumbuh menjadi anak yang kreatif.

-Melatih kemampuan mendengar.

-Usai membacakan dongeng, Anda bisa bertanya kepada anak mengenai cerita tersebut atau membiarkannya untuk bercerita. Hal ini bermanfaat untuk melatih daya ingatnya.

-Memperkenalkan anak dengan hal-hal di sekitarnya, seperti gambar, bentuk, huruf, angka, dan lainnya.

-Makin banyak anak mendengar, maka makin mudah anak untuk berbicara.

-Saat mendongeng, Anda dan si Kecil bisa berpelukan, tertawa bersama dan bermanja-manja. Hal itu bisa mempererat hubungan antara orang tua dan anak.

Akan tetapi yang harus Anda ingat, hindari memberikan dongeng kepada anak melalui perantara teknologi. Contohnya membiarkan anak menonton cerita melalui televisi atau mengunduh aplikasi dongeng pada gadget, lalu membiarkannya melihat dan mendengar cerita melalui layar.

Membacakan dongeng adalah sebuah kegiatan interaktif yang mana Anda dan anak bisa bertukar pikiran tentang cerita tersebut. Namun jika dilakukan oleh media digital, kegiatan ini bisa menjadi satu arah. Dongeng digital bisa membuat anak kehilangan daya imajinasi dan kemampuan berpikir karena dia hanya diberi sebuah tontonan saja.

 

Dongeng Anak Nusantara Berikut Ini Contohnya !

Buaya dan Burung Penyanyi

Suatu hari ada seekor buaya dan burung penyanyi. Mereka hidup dihutan dan bersahabat sangat akrab. Suatu ketika burung penyanyi bernyanyi dihadapan buaya dengan bertengger di hidungnya. Karena sangat asiknya mereka bernyanyi dan mendengarkan suara merdu.

Tak lama kemudian buaya menguap dan membuka mulutnya lebar lebar. Burung penyanyi yang sedang bertengger di hidung buaya terpleset masuk ke dalam mulut buaya. Lalu buaya heran “kemana burung penyanyi?”. Buaya mencari burung penyanyi di semak semak tetapi tetap tidak ada.

Lalu saat buaya sedang mencari burung penyanyi, senandung merdu keluar dari mulut buaya. kata buaya “indah sekali suaraku ” gumam buaya. Lalu buaya menguap dan membuka mulut lebar lebar. Hampir saja buaya menutup mata ada seekor burung penyanyi yang sedang bertengger di hidungnya.

Kata burung penyanyi dengan marah ” kau sangat tidak punya hati buaya , kau biarkan aku masuk ke mulutmu. sampai aku bernyanyi, tapi kau tidak tahu aku ada di dalam mulutmu?”. Kata buaya “aku sama sekali tidak tahu kalau kau masuk ke mulutku , jadi suara yang indah itu bukan suaraku….?”.

Burung penyanyi berkata “iya , itu suaraku bukan suaramu , kau kan tidak bisa bernyanyi sepertiku suaramu itu tidak enak didengar”. Buaya menangis setelah mendengar ucapan burung penyanyi. Lalu burung penyanyi merasa iba karena apa yang dikatakannya menyinggung perasaan buaya.

Lalu burung penyanyi mencari cara untuk menghibur buaya. Burung penyanyi berkata ” tenang buaya , kita akan menyanyi bersama”. Kata buaya” bagaimana caranya aku kan tidak bisa bernyanyi sepertimu?”.Kata burung penyanyi ” mudah saja buatlah gelembung gelembung air lalu aku bernyanyi”.

Setelah itu buaya memasukkan mulutnya ke dalam air dan membuat gelembung gelembung air sedangkan burung penyanyi bertugas untuk bernyanyi. Suara itu sangat pas dan sangat enak di dengar. dan buaya melakukan seperti itu setiap hari dan mereka menjadi sahabat yang setia.

Dongeng Anak Sebelum Tidur Inilah Tips Menjadi Pendongeng yang Baik

Menjadi pendongeng merupakan hal yang mudah, apalagi jika dilakukan dengan rasa senang. Berikut ini beberapa tips untuk menjadi pendongeng yang handal ;

-Pilihlah buku yang bisa menarik perhatian anak-anak, seperti buku yang penuh gambar dan berwarna-warni. Sebisa mungkin, cari buku dengan jenis kertas yang tebal agar tidak cepat rusak akibat digigit oleh si Kecil. Umumnya, anak-anak suka memasukkan segala hal yang dia pegang ke dalam mulutnya. Setelah melihat desainnya, pilih buku dengan cerita yang memiliki pesan moral.

-Sebelum mendongeng, pastikan Anda sudah mengetahui alur ceritanya agar bisa mendalami dan menyampaikan pesannya dengan baik kepada anak.

-Ceritakan dengan penuh ekspresi agar si Kecil antusias mendengarkan dongeng dari Anda. Atur pula nada suara Anda saat menjelaskan alur cerita yang ada. Misalnya ketika menemukan karakter anak-anak pada cerita, ubahlah suara Anda selayaknya suara anak kecil. Begitu pula ketika ada karakter jahat, ubahlah suara Anda menjadi lebih menyeramkan.

-Anda tidak perlu sepenuhnya mengikuti kata demi kata yang tertera pada buku. Gunakan kata-kata Anda sendiri yang mudah dipahami anak.

Sebenarnya mendongeng itu mudah. Luangkan saja 10 hingga 15 menit sehari untuk menceritakan sebuah dongeng anak kepada si kecil. Bisa dilakukan sebelum tidur siang, sebelum tidur pada malam hari, atau jika Anda dan si Kecil tidak sedang lelah. Yang terpenting, lakukan dengan senang agar Anda bisa total saat menyampaikan cerita.

Share and Enjoy

  • Facebook
  • Twitter
  • Google Plus

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *