Fakta Senam Ibu Hamil 9 Bulan Perempuan Wajib Tahu

senam ibu hamil 9 bulan

Image Source: Women Fitness

Work out no excuses” yang berarti “Olahraga tidak boleh ngeles (apapun alasannya)” adalah kalimat yang kerap dikumandangkan olah ragawan, bahkan perempuan sekalipun. Sebagai seorang perempuan terutama pecinta olah raga sering mendengar kabar bahwa olah raga jenis apapun tidak baik dilakukan selama kehamilan terlebih bila kehamilan sudah sangat mendekati persalinan. Padahal jaman sekarang, sudah banyak ditemukan senam ibu hamil 9 bulan.

Berbagai macam kelas dengan manfaat bermacam – macam ditawarkan di pasaran. Tidak hanya menyehatkan tubuh, namun juga bisa menambah kenalan dan sarana komunikasi selama kehamilan dengan orang orang yang sedang menghadapi nasib yang sama. Ingat, sosialisasi yang baik akan berdampak positif pada endorphin serta kehamilan. Senam ibu hamil memang banyak macamnya tergantung pada kebutuhan. Sebelum menentukan tujuan anda berolah raga, ada baiknya anda mengetahui terlebih dahulu fakta senam ibu hamil 9 bulan bila dibandingkan dengan mitos senam ibu hamil 9 bulan.

Nafas calon ibu yang berolah raga cenderung lebih pendek dan sering dikaitkan dengan mitos bahwa ibu hamil tidak kuat untuk melakukan aktivitas berat seperti olah raga, atau fisik ibu lemah. Sebetulnya bukan itu yang terjadi. Menurut Dennis Jensen, seorang ahli bergelar Philosophy doctor (PhD) dan juga ketua riset penelitian hubungan antar sesak nafas dan olah raga selama masa kehamilan di Queen’s university, Amerika, nafas pendek ibu hamil sangatlah wajar. Ketika ibu mengandung, anda sejatinya bernafas 20 sampai 25 persen lebih udara dibanding rata – rata demi menghilangkan kadar Carbon Dioxide dalam peredaran darah anda dan janin. Memang, calon bayi belum punya kemampuan bernafas sendiri, tapi janin memproduksi carbon dioxide, yang dikirimkan melalui peredaran arah bunda. Singkatnya, ibu harus bernafas 2 kali lebih banyak demi keselamatan janin. Nafas terasa terhimpit saat berolah raga bukan berarti fisik anda terganggu, tapi tubuh anda sedang mencoba beradaptapsi sebaik mungkin.

Mitos kedua adalah tidak melakukan apa – apa saja hawanya sudah kesal, bagaimana jika bunda berolah raga? pasti lebih kesal lagi. Salah besar. Hamil ataupun tidak, salah satu alasan kenapa orang yang gemar berolahraga cenderung lebih terlihat segar, adalah karena manfaat dasar olahraga melepaskan banyak endorphin dalam tubuh sehingga individu penyuka olah raga lebih sehat. Senam termasuk olahraga, sehingga senam juga bisa mampu membuat ibu hamil lebih bahagia. Berita baiknya lagi, ibu hamil yang rutin melakukan senam setiap harinya, lebih mudah mengontrol mood swing atau perubahan suasana hati dibanding bunda yang tidak. Suami anda senang dengan senyum anda, anda pun bahagia karena tidak ada pikiran menganggu yang anda sendiri pun tidak mengerti dari mana asalnya. Ditambah lagi, gerakan senam yang benar dapat menyembuhkan rasa nyeri yang menganggu sendi dan bagian tubuh perempuan. Membuat hari anda lebih cerah tanpa hambatan yang tak berarti hanya dengan senam.

Jujur saja, penghalang terbesar anda untuk berolah raga yakni ketakutan akan keguguran mendadak selama ibu hamil melakukan senam. Dalam buku keguguran, medis, dan keajaiban (Bantam) karya Bruce K. Young, penyandang gelar Medical doctor alias dokter medis dan professor gynecology dan obstetrics di universitas kedokteran New York, menjelaskan bahwa keguguran dan senam tak ada hubungannya. Olah raga seberat apapun tidak akan menyakiti janin anda, tapi anda akan merasa lelah lebih cepat selama kehamilan. Hal ini dikarenakan kadar darah perempuan naik secara signifikan selama masa kehamilan, tentu saja hal ini membebani kinerja pompa darah jantung 50 persen lebih berat dibanding sebelumnya termasuk ke area plasenta dan organ-organ lainnya. Pendek kata, anda akan merasa rutinitas senam atau olah raga apapun yang anda lakukan terasa dua kali lipat lebih ‘membakar’, ada baiknya bila anda meringankan beban dua kali lipat agar hasil olah raga lebih setara. Bila anda tipe olah ragawan yang suka memaksa diri, sebaiknya hentikan dulu kebiasaan ini sampai buah hati anda lahir.

Banyak orang mengatakan target detak nadi maksimal ada sekitar 140 yang mana sangat penting walau sebenarnya tidak ada batas maksimal detak nadi ketika ibu hamil. Seorang pelatih senam kehamilan bernama Erinn Mikeska, dan juga pemilik pusat kebugaran masa hamil di Dallas, Texas mengaku bahwa sejauh ini peserta hamil yang ia awasi hanya merasa lebih lelah dengan detak nadi beragam. Sama seperti penjelasan sebelumnya, kunci ada pada tingkat kelelahan ibu hamil dan bukan berapa detak nadi anda seharusnya.

Mitos terakhir dan yang paling banyak beredar adalah perempuan hamil dilarang melakukan olah raga atau senam apapun, lebih baik duduk manis di rumah. Tidak begitu salah, namun tidak semuanya benar. Memang ada olah raga seperti berkuda, berenang, atau rutinitas apapun yang bisa membuat bagian perut cidera dilarang dalam kehamilan, tapi bukan berarti semua jenis olah raga dilarang. Bagi anda yang memang sudah terbiasa berolah raga, masa kehamilan adalah masa menyesuaikan diri dan bukan masa memaksa tubuh untuk mengembangkan otot atau semacamnya. Beberapa ibu hamil melakukan bermacam olah raga dalam 1 hari tanpa mendapat masalah apapun. Contoh saja, usai senam ibu hamil pergi jalan sehat. Anda hanya harus tahu diri, di mana senam ibu hamil harus anda hentikan ketika anda merasa pusing berlebih atau kemaluan berdarah.

Share and Enjoy

  • Facebook
  • Twitter
  • Google Plus

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *