Gejala Bayi Tidur Bermasalah!

tidur bayi

The Baby Sleep Site

Bayi tidur harusnya terlihat damai, menenangkan hati. Ibarat lagu Michael learns to rock berjudul sleeping child menggambarkan bayi yang sedang tidur terlihat nyaman seolah membangun kerajaannya sendiri dalam mimpi. Orang tua juga pastinya senang melihat si kecil tidur lelap, terlebih kalau usaha menidurkannya bikin geleng-geleng kepala.

Orang pada umumnya mungkin beranggapan tidur bukan sesuatu yang istimewa, sekedar rutinitas saja. Padahal, ada beberapa bayi tak beruntung yang mengalami masalah tidur. Ya, penyakit seperti imsonia pada bayi sangat mungkin terjadi, bahkan berlanjut hingga usianya mencapai balita. Fenomena yang sebetulnya tidak boleh diremehkan, sayangnya tetap terjadi dan butuh penanganan sedini mungkin.

Menilik sejarah anak kecil, terlebih bayi, agenda di ranjang sudah jadi masalah tersendiri. Hal inilah yang menyebabkan identifikasi gangguan tidur bayi gampang-gampang susah. Layaknya semua tantangan di dunia, ada jenis yang semua orang akan mengalami pada suatu titik hidupnya, ada pula yang memang sangat sulit hingga butuh solusi khusus. Begitu pula dengan masalah tidur, ada yang bermasalah dalam batas wajar, ada pula yang melebihi standard.

Harap diingat, semua bayi punya jam tidur dan kebutuhan yang berbeda. Walaupun nantinya bayi ternyata mencerminkan sebagian besar gejala masalah tidur, bukan berarti si kecil bermasalah. Karenanya pemeriksaan lebih lanjut entah berupa pengamatan terlebih dahulu atau langsung pada ahlinya jangan terburu-buru.

Secara garis besar, bayi tidur jauh lebih lama dibanding orang dewasa. Fakta yang cukup tak terbantahkan namun belum beredar secara matematis. Kalau dihitung, bayi butuh paling tidak dua belas jam lebih sehari untuk perkembangan yang optimum. Lain cerita dengan balita yang malah butuh empat belas jam, dibagi jadi tidur siang dan di waktu malam. Balita jauh lebih mudah diatasi karena tubuhnya terbiasa tidur dalam jangka waktu lama.

Bangun mendadak di tengah malam sudah sangat biasa bagi bayi. Kemampuan dengar dan melihat si kecil masih sangat diragukan. Hidup bayi di usia dini ibarat tinggal dalam kotak super gelap, tak ada visual, hanya audio samar-samar, satu hal yang membuat bayi bertahan adalah sentuhan lembut dari orang tua. Jangan heran, kalau bayi digendong biasanya lebih tenang, karena dekapan memberikan sinyal situasi aman terkendali.

Momen si kecil tidur sebetulnya terbagi menjadi dua yakni berat dan ringan. Berat berarti tubuh bayi benar-benar terbang ke alam mimpi, sedangkan ringan berarti bayi masih setengah tidur. Suara yang transparan seperti putaran kipas angin, kibaran tirai jendela, atau debu lewat tidak akan membangunkan buah hati ayah bunda. Lain cerita, dengan suara keras seperti iklan TV, dering telefon genggam, atau kereta yang langsung bikin bayi buka mata.

Kesigapan bunda dan ayah dalam menidurkan bayi kembali akan sangat membantu. Pasalnya, perhatian bayi sangat gampang teralihkan. Melihat ada orang tertawa atau senyum pada bayi saja, dirinya bisa langsung merasa segar dan masuk mood bermain. Belum lagi, kalau bayi telanjur kesal dan tidak mau lagi memejamkan mata.

Dalam situasi normal, ayah bunda yang langsung menggendong bayi, lalu menyanyikan lagu pengantar tidur, harusnya tidak mendapati masalah. Bayi perlahan tapi pasti akan kembali dalam mode tidur, walaupun masih disertai fase tidur ringan sebelum memasuki fase yang berat hingga dirinya bisa bermimpi. Nah, disinilah titik yang membedakan bayi dengan kemampuan tidur normal dengan tidak.

Bayi yang memiliki masalah tidur biasanya tidak pada awal jadwal istirahat. Justru, masalah dimulai ketika bayi butuh kembali ke tempat tidur. Bayi dengan kondisi imsonia atau gangguan tidur ringan menemui kesulitan saat harus kembali pada fase tidur berat. Suara di sekitarnya terasa sangat menganggu, meski bunda dan ayah sudah memastikan tidak ada sumber berisik yang bisa bikin kaget.

Kadar lampu bisa sangat menentukan jika bunda menghadapi tipe bayi yang punya gangguan tidur. Logika saja, salah satu ilmu desain adalah menentukan kadar lampu. Lampu yang terang dengan cahaya remang-remang memberikan kesan berbeda dengan nuansa yang lain pula, begitu pula dengan bayi. Beberapa bayi bahkan menuntut tingkat cahaya tertentu supaya bisa tertidur kembali.

Orang tua mungkin berpikir kenapa menidurkan si kecil bisa ribet sekali? Apa penyebab gangguan tidur bayi?

Genetika tidak selalu penentu utama kesulitan bayi tidur. Terkadang tindakan orang tua yang terlalu lengket pada si kecil bisa merusak jadwal tidur. Misalkan saja, supaya bayi tidak menangis, ayah atau bunda sengaja mengelus tubuh bayi, entah tangan, atau kepala. Dari jauh kesannya lembut sekali, padahal kalau ditilik kembali, tindakan satu ini kurang mendidik anak.

Bayi memang tidak mampu bicara karenanya, sentuhan pada tubuh jauh lebih diingat dibanding suara. Ketika bunda membiasakan diri mengelus bayi sebelum tidur, si kecil bisa panik kalau tiba-tiba diberhentikan. Bahkan, saat buah hati terbangun dan mendapati tidak ada siapa-siapa, rasa diabaikan bisa saja muncul dan menyulitkan ayah dan bunda.

Tidak ada yang salah dengan sayang dan perlakuan lembut pada bayi. Hanya saja, pada batas tertentu, orang tua musti menahan diri dan mulai tegas pada bayi. Misalkan saja, biarkan bayi menangis beberapa saat, tapi tahan kebiasaan buruk mengelus bayi sebelum tidur. Disiplinkan diri untuk tidak langsung luluh melihat tangisan bayi. Menurut Dokter Richard Feber, butuh waktu untuk bayi tidur dengan benar setelah bermasalah.

Share and Enjoy

  • Facebook
  • Twitter
  • Google Plus

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *