Gizi Balita Tak Diserap, Bayi Kurus

Apakah ibu sudah memberikan makanan yang mengandung gizi balita? Kalau pun jawabannya sudah, percuma saja apa yang ibu sudah lakukan jika ternyata asupan nutrisi di dalam makanan yang ibu berikan tidak diserap dengan baik oleh si kecil.

Ibu pasti pernah lihat balita yang makannya sangat lahap namun berat badannya rendah. Bisa jadi balita tersebut mengalami cacingan. Tidak menutup kemungkinan ada hal yang membuat nutrisi balita tidak bisa dialirkan ke organ yang membutuhkan sehingga berat badannya rendah.

Penyerapan Gizi Balita

Ada satu hal yang harus ibu ketahui. Baik atau tidaknya kondisi kesehatan balita tidak hanya ditentukan oleh makanan atau minuman yang ibu sudah berikan. Hal tersebut juga dipengaruhi bagaimana gizi di dalam makanan dan minuman tersebut diserap. Ada istilah bioavailabilitas. Ini merupakan istilah yang digunakan untuk menunjukkan bagaimana gizi diserap oleh tubuh balita.

Terima kasih kepada Tuhan karena manusia dikarunia tubuh yang bisa bekerja secara otomatis. Semua orang harus tahu jika tubuh kita sudah secara otomatis menyerap nutrisi yang dibutuhkan dengan kadar yang sesuai dengan kebutuhan. Begitu pula gizi untuk balita. Meskipun anak ibu masih kecil, tubuhnya sudah bisa mengkondisikan berapa jumlah kalori yang harus diserap, berapa jumlah vitamin harus didapatkan, dan seterusnya.

Hanya saja, ada keadaan di mana gizi tersebut tidak diserap oleh tubuh secara maksimal. Ada faktor penghalang di mana tubuh tidak bisa mendapatkan nutrisi sesuai dengan kadar yang dibutuhkan. Dan inilah yang membuat balita mudah sakit dan memiliki berat badan di bawah angka normal.

Penghambat Penyerapan Gizi

Jika berbicara tentang penghambat penyerapan gizi anak, banyak sekali hal yang harus ibu pelajari. Akan tetapi, untuk saat ini, sebaiknya ibu mengetahui kebiasaan yang dilakukan oleh orang tua yang ternyata menjadi salah satu penyebab terhambatnya penyerapan gizi.

Penghambat yang dimaksud adalah kombinasi antara makanan dan minuman secara bersamaan. Ibu pernah dengar nasehat dari dokter agar tidak memberikan makanan dan minuman kepada balita secara bersamaan, bukan? Hal tersebut sebenarnya bukan tanpa alasan. Membiarkan balita makan dan minum secara bersamaan ternyata membuat penyerapan gizi terganggu. Apalagi jika ada dua kandungan yang saling bertentangan atau yang sering disebut dengan inhibitor. Contohnya kandungan kalsium dengan zat besi. Jika dua kandungan ini bertemu secara bersamaan, maka ada salah satu yang penyerapannya terganggu, yaitu zat besi. Karena pada dasarnya kalsium lah yang mengganggu penyerapan zat besi.

Dari penjelasan singkat di atas, apakah ibu tahu apa yang seharusnya dilakukan? Setidaknya setiap kali ibu memberikan makanan kepada balita, jangan suguhkan susu secara bersamaan. Untuk memastikan kandungan susu balita terbaik bisa diserap oleh tubuh si kecil, maka sebaiknya ibu berikan susu 15-20 menit setelah makan. Itu jarak yang ideal untuk memastikan tidak ada dua gizi yang saling menghambat penyerapan.

Terlepas dari itu semua, ibu harus fokus untuk memberikan makanan yang mengandung gizi balita. Jangan lupa untuk terus memotivasi si kecil agar mau minum susu setiap hari. Terkadang anak susah sekali untuk diminta minum susu mengingat sudah banyak sekali jenis minuman yang lebih manis dan lebih enak.

Namun, ibu harus terus menerus memastikan si kecil mengkonsumsi susu. Ibu bisa berikan susu Frisian Flag yang rasanya sangat enak. Dan yang pasti, susu ini mengandung semua kebutuhan gizi balita.

Share and Enjoy

  • Facebook
  • Twitter
  • Google Plus

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *