Hal Yang Ayah Harus Tahu Tentang Ibu Hamil

ibu hamil

dianemckinney.com

Melakukan program kehamilan demi kedatangan buah hati tentu membutuhkan 2 insan. Tanpa adanya sperma dan indung telur keajaiban dunia tidak bisa terjadi. Ketika anugrah berupa kandungan datang, perjuangan tidak hanya bagi bunda saja namun ayah juga harus turut serta. Cinta dari dua belah pihak yakni ayah bunda membutuhkan ikatan erat dan kerja sama. Tentu, ayah tidak bisa merasakan derita ibu hamil seperti mual di pagi hari, ngidam berlebihan, dan banyak lagi. Namun, dengan mengetahui lebih lanjut apa yang menanti di depan ibu hamil, maka ayah bisa lebih persiapan mental dan fisik seperti halnya bunda mempersiapkan jiwa dan raganya demi si kecil.

  1. Hargai pendapat bunda

    Ayah dan bunda mungkin memiliki kebiasaan ‘unik’ dalam mengekspreksikan cinta. Semisal saja, ayah membelikan durian dan makan bersama atau bunda sering mencium bau nafas suami di pagi hari. Suatu hari semua bentuk cinta ‘nyeleneh’ tersebut bisa berhenti seketika karena bunda merasa tidak nyaman. Tak ada angin tak ada hujan, mendadak bunda tidak lagi berminat menunjukkan senyum pada kebiasaan romantis terdahulu.

    Rasa mual kian menjadi – jadi bisa saja disebabkan hal – hal yang dulunya bunda sukai. Bau durian, atau bahkan nafas suami bisa menimbulkan amukan tanpa alasan yang pasti sebelum akhirnya diketahui bahwa beberapa hal memicu rasa mual. Tidak perlu buru – buru ngambek bahkan marah ketika bunda berterus terang bahwa ada hal – hal yang tidak ia sukai mengenai ayah. Dengarkan dan perbaiki diri ayah setidaknya sampai kehamilan berakhir.
  2. Ibu mungkin tidak mau seks tapi bukan berarti tidak cinta

    Hamil di awal bulan saja, sudah bisa menimbulkan pengalaman tersendiri bagi perempuan. Muntah dan mual di jam jam acak seolah bukan berita baru lagi. Setiap hari harapan bunda hanya jangan sampai rasa tidak nyaman kehamilan semakin parah. Hal pertama yang ayah harus tahu tentang kehamilan yakni bukan hanya ayah yang ada di pikiran ibu namun juga janin yang dikandung.

    Bercinta alias make love tentu gairah tersendiri bagi pasangan. Nah, dari penjelasan pada paragraf diatas tentu sudah cukup jelas bahwa kehamilan bukan saat yang tepat. Ketika ayah menggoda bunda untuk berhubungan badan bersiaplah ditolak tapi jangan marah. Rasa tidak nyaman bunda sudah cukup menurunkan hawa nafsu bunda dan hubungan intim jelas bukan solusinya. Jadilah pengertian dan tidak perlu memaksa bunda atau bahkan mencari pelarian. Persiapkan saja batin dan mental untuk bertahan selama 9 bulan kedepan.
  3. Pilihkan susu kehamilan yang baik

    Meringankan rasa tidak nyaman bunda bukan hal mudah namun tetap ada jalan. Nutrisi yang cukup cenderung membuat tubuh bunda bertahan lebih baik dibanding mereka yang tidak. Kalau bunda mengeluh tidak mau makan sayur – sayuran atau daging karena ‘dedek’ (janin) tidak suka maka jangan memaksa. Tenang saja, era modern banyak jalan menuju roma salah satunya susu kehamilan. Rajin – rajinlah mencari informasi mengenai susu kehamilan yang bisa meringankan perjuangan mengandung. Susu kehamilan juga memiliki fungsi tersendiri untuk perkembangan janin yang lebih baik lagi.

    Mencari susu kehamilan yang cocok tidak harus dilakukan sendiri. Ajak bunda, mertua, sampai teman satu konseling kehamilan bisa jadi cara menyenangkan. Jangan lupa untuk selalu membuka komunikasi. Bila bunda merasa tidak nyaman dengan merek tertentu atau rasa, segera cari penggantinya. Percayalah, perjuangan tidak sia – sia.
  4. Gendut = kata tabu

    Tidak bisa dipungkiri kehamilan membuat perut semakin besar. Bahkan ditilik lebih lanjut, organ tubuh ibu mengandung membesar hingga sedemikian rupa agar bayi muat di dalam. Penampakan luar bunda tentu saja …umm.. besar. Candaan jaman masih bujang mengenai perut gendut berarti hamil mungkin ditertawakan istri kala itu, sayang sekarang tidak berlaku lagi. Katakan gendut pada istri bisa berujung pada amarah besar disertai permintaan maaf yang pasti sulit diterima. Bahkan kalau perlu, ayah tidak usahlah mengungkit – ungkit yang namanya berat badan dan fisik saat masa mengandung.

    Perempuan sudah sewajarnya merasa khawatir dengan berat badan yang makin menjadi – jadi. Tidak perlu khawatir bilamana badan tidak kunjung mendukung penampilan tampil seksi. Banyaknya standar kecantikan menyangkut berat badan memang tidak membantu ibu mengandung untuk merasa lebih percaya diri mengenai dirinya. Gunakan kata – kata yang tidak menjurus apabila ayah merasa perlu memberi komentar. Semisal saja ayah khawatir bunda makan es krim terlalu banyak, katakan dengan lembut, “Sayang dedek apa tidak eneg makan es krim terus ?” dan semacamnya.

5. Gantikan pekerjaan rumah

Baik tipe keluarga konvensional maupun modern, ayah harus rela berkorban. Konvensional yang dimadsud disini adalah ayah pergi kerja dan ibu menunggu di rumah. Modern dalam artian ayah bisa saja bekerja atau di rumah dan ibu pergi bekerja. Terkadang, campuran keduanya dimana ayah dan ibu pergi berkerja namun pekerjaan rumah masih dibebankan pada ibu.

Membawa janin dalam perut itu tidak mudah, lho. Tubuh harus menyesuaikan belum lagi beban yang terus bertambah ditambah gumpalan perut yang bikin tidak nyaman beraktivitas. Keadaan makin diperparah tatkakala ayah hanya duduk diam di rumah. Hormon yang meledak hanya membuat bunda dan janin makin stress. Sebagai seorang lelaki, tunjukkan bahwa maskulinitas adalah saat membantu pekerjaan rumah saat ibu hamil sedang tidak dalam kondisi optimal.

Apakah informasi ini cukup membantu para ayah? Kalau ingin tahu lebih banyak lagi, klik ke Awal Sehat Nestle saja.

Share and Enjoy

  • Facebook
  • Twitter
  • Google Plus

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *