Hati-Hati Saat Mengajari Bayi Tengkurap

www.ibudanbalita.com

www.ibudanbalita.com

Banyak orang tua yang bertanya kapan bayi tengkurap. Sebenarnya, pertanyaan tersebut bisa dijawab dengan jawaban yang berbeda-beda. Hal ini disebabkan setiap bayi memiliki perkembangan yang berbeda. Ada cepat dan ada juga yang lambat.

Contoh kasus, bayi yang lahir dalam keadaan prematur kebanyakan mengalami keterlambatan dalam perkembangan. Apalagi jika kondisi prematur tersebut tidak dibarengi dengan pemberian nutrisi yang lengkap. Ibaratnya, bayi prematur itu memiliki start yang berbeda dibandingkan dengan bayi yang lahir normal. Makanya, hanya dengan memberikan nutrisi yang lebih banyak yang bisa membuat bayi prematur memiliki perkembangan yang sama dengan bayi normal.

Maka dari itu, usia bayi bisa tengkurap itu berbeda-beda. Ada yang usianya baru 2 bulan sudah bisa tengkurap. Namun, kebanyakan bayi bisa tengkurap ketika usianya mencapai 4 bulan.

Yang menjadi masalah adalah terkadang orang tua tidak paham bagaimana cara mengajari bayi tengkurap. Bukan berarti usianya sudah 4 bulan ibu bisa begitu saja membuat posisi bayi tengkurap. Jika salah, bukan tidak mungkin bayi akan mengalami masalah. Posisi tengkurap merupakan posisi di mana dada menjadi tumpuan. Bayi yang belum siap bisa mengalami sesak nafas di posisi seperti ini. Bahkan, bukan tidak mungkin bayi mengalami keseleo.

Oleh sebab itu, ibu harus tahu bagaimana cara yang benar ketika mengajari bayi tengkurap.

Cara Mengajari Bayi Tengkurap

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, cara yang tepat dalam mengajari bayi tengkurap diperlukan agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan seperti bayi mengalami sesak nafas dan ada tulang yang keseleo.

Lalu, bagamana cara yang tepat?

Salah satunya dengan memberikan pancingan. Artinya, ibu menggunakan sesuatu yang membuat bayi ingin tengkurap. Contohnya saja ibu bisa bawakan mainan yang ia sukai. Biasanya, bayi suka sesuatu yang warnanya mencolok. Tempatkan mainan seperti itu di dekat si kecil dan buat ia tengkurap sendiri.

Selain itu, ibu bisa mengajak si kecil bercanda. Dengan demikian, bayi tidak merasa kewalahan ketika membuat posisi badannya tengkurap. Dan ketika bayi tengkurap, usahakan agar ia menahan posisi tersebut untuk beberapa lama. Semakin sering ia tengkurap, maka akan semakin terbiasa bayi menggulingkan badannya entah itu tengkurap atau kembali ke posisi terlentang.

Yang perlu juga ibu lakukan adalah memanfaatkan mainan yang mengeluarkan bunyi. Ini bisa digunakan untuk mencuri perhatian bayi. Tempatkan mainan yang mengeluarkan bunyi-bunyian tersebut di atas sang buah hati. Buatlah ia mencari sumber suara tersebut sehingga akhirnya si kecil mau terlentang.

Pada intinya tengkurap tidak boleh dipaksakan. Akan lebih baik jika bayi mencoba membuat tubuhnya tengkurap sendiri.

Waspada SDIS

Mungkin ibu belum tahu apa itu SDIS. Ini adalah singkatan dari sudden death Infant Syndrome. Ini merupakan istilah yang menjelaskan bagaimana seorang bayi tiba-tiba meninggal.

Ada banyak faktor yang menyebabkan SDIS ini. Anehnya, salah satu penyebabnya adalah bayi tengkurap. Kenapa bisa demikian? Seperti yang sudah disinggung sebelumnya, saat posisi tengkurap, pernafasan bayi terasa lebih berat. Bahkan, bayi yang belum siap untuk tengkurap namun dipaksakan tengkurap bisa mengalami kesulitan bernafas. Dan jika hal ini terjadi dalam kurun waktu yang lama, bisa saja terjadi kematian.

Akan tetapi, kasus SDIS pada bayi yang tengkurap lebih sering disebabkan oleh bayi tengkurap saat tertidur. Karena ia sedang tidur, ia tidak sadar dan tidak bisa mengontrol pernafasannya. Akibatnya, bayi meninggal karena pada saat tidur secara tengkurap, oksigen tidak masuk ke dalam tubuh secara lancar. Inilah yang menyebabkan bayi tiba-tiba meninggal.

Maka dari itu, para orang tua harus berhati-hati ketika bayi baru mulai tengkurap. Ada baiknya ibu selalu mengawasi sang buah hati saat ia mulai belajar tengkurap. Jika ia terlihat mengalami kesulitan bernafas, segera ubah posisinya menjadi terlentang. Dengan demikian, ia bisa bernafas dengan lega.

Begitu pun ketika bayi sedang tidur. Terkadang, bayi usia 4 bulan lebih sudah mulai menggulingkan badannya sendiri ketika tidur. Saat ia tengkurap, pastikan bayi tidak pada  posisi seperti dalam kurun waktu yang terlalu lama. Seperti yang sudah disinggung sebelumnya, kasus SDIS sangat sering terjadi karena hal semacam ini.

Tanda Bayi Siap Untuk Tengkurap

Bukan usia yang menunjukkan bayi siap untuk tengkurap atau tidak. Yang menjadi patokan adalah bagaimana kondisi fisiknya.

Setidaknya, ada satu hal yang bisa dijadikan patokan apakan bayi siap tengkurap atau tidak, yaitu ketika bayi sudah mampu mengangkat kepalanya. Jika itu sudah bisa dilakukan, maka bayi bisa tengkurap sendiri.

Untuk membuat bayi segera bisa mengangkat kepalanya sendiri, maka tulang terutama bagian leher harus kuat. Itulah mengapa ibu harus pastikan memberikan nutrisi yang seimbang. Ibu harus mensukseskan program pemberian ASI eksklusif karena ASI eksklusif saja mengandung semua nutrisi yang dibutuhkan oleh bayi. Jangan berikan makanan sebelum usianya mencapai 6 bulan. Memberikan makanan terlalu dini justru menyebabkan terganggunya perkembangan bayi.

Sebagai orang tua, tentu ibu harus tahu lebih banyak tentang tahap perkembangan bayi, tidak hanya mengetahui kapan bayi mulai tengkurap. Oleh sebab itu, ibu sebaiknya rajin mengikuti update informasi terbaru di www.ibudanbalita.com. Di salah tempat di mana ibu bisa mendapatka referensi informasi tumbuh kembang anak paling bisa dipercaya. Ibu juga bisa memanfaatkan fasilitas tanya jawab atau konsultasi kesehatan anak secara online dengan pakarnya secara langsung. Jadi, banyak hal yang akan ibu ketahui, tidak hanya sekedar bagaimana cara mengajarkan bayi tengkurap.

 

Share and Enjoy

  • Facebook
  • Twitter
  • Google Plus

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *