Hindari Makanan Buruk Gigi Bayi

makanan untuk bayi tumbuh gigi

Commack Dental Design

Namanya masa tumbuh gigi sering buat orang tua garuk-garuk kepala. Tangisan bayi mungkin sudah berita lama, tapi kalau sudah masalah rasa sakit sampai tidak mau makan tentu masalah baru. Makanan untuk bayi tumbuh gigi sampai menjadi topik hangat dalam forum orang tua, pasalnya buah hati kian terlihat kurus setiap harinya.

Bayi sedang dalam masa pertumbuhan yang cukup genting. Dikatakan genting karena salah ambil keputusan bisa berimbas pada masa depan si kecil nantinya. Alasan bayi tidak mau makan kemungkinan besar bukan rasa makanan, melainkan tekstur yang tidak tepat memperparah derita bayi. Niat baik ayah bunda memberikan makanan enak yang biasanya dilahap si kecil, malah menimbulkan bencana karena salah pilih.

Sama dengan kondisi pada umumnya selalu ada saran dan larangan. Dalam topik kali ini, yang dimadsud adalah beberapa jenis pantangan makanan bayi tumbuh gigi. Ingat, kurangnya pengetahuan bisa membuat niat baik malah jadi bencana tak diinginkan. Untung saja, dengan pengetahuan modern, sangat mudah untuk identifikasi makanan berbahaya untuk masa tumbuh gigi.

Mari simak lebih lanjut dan lihat seberapa jauh pengetahuan ayah bunda dalam merawat dan membahagiakan masa kecil yang sedang ‘panceklik’ ini.

1. Buah kering

Kalau bicara buah kering untuk bayi rasanya tidak ada dosa, ya. Rasa gurih dan manis yang terkonsentrasi padat dalam bentuk mini membuat banyak bayi jatuh cinta dengan rasanya. Apalagi, kalau mengingat fakta bahwa reputasi buah adalah menyehatkan tubuh siapa saja. Hmm.. tunggu apa lagi, langsung saja sajikan pada bayi.

Buah kering terdengar sempurna, padahal tidak selalu demikian. Buah hati boleh saja makan buah kering, hanya saja masa tumbuh gigi bukan saat paling tepat bagi si kecil untuk konsumsi makanan manis nan lengket seperti buah kering. Pertama, bayangkan saja betapa sulitnya bayi mengkunyah buah kering, yang ada malah menempel di langit-langit mulut.

Kuman dan bakteri dalam gigi sebetulnya sangat menyukai manisan. Kalau ayah dan bunda sering lihat iklan bakteri jahat menari-nari tiap kali ada permen atau sisa makanan bergula, sebetulnya gambaran tersebut tidak salah. Apalagi, di usia yang sangat belia, membiasakan si kecil konsumsi hidangan manis-manis malah makin merusak diri sendiri.

Gigi sedang dalam masa pertumbuhan dengan pertahanan yang masih sangat lemah pula. Terlalu banyak gula yang tersisa dalam mulut bayi, malah sangat beresiko. Tidak hanya buah kering saja, makanan apapun yang mengandung terlalu banyak gula sangat berbahaya. Jangan sampai, begitu gigi muncul, langsung kuman menyambut dan siap memporak poranda kondisi mulut bayi.

2. Duh asam !
Makanan asam sangat populer di Indonesia. Ya, memang rasa asam lebih kuat dan mudah dikenali otak dibanding jenis rasa lain. Seenak apapun makanan asam, tidak selamanya selalu bahagia. Pada saat bayi tumbuh gigi, gusi menjadi sangat sensitif. Serangan rasa asam justru menambah rasa sakit yang diderita si kecil.

Memang, makanan asam cenderung kaya vitamin C, yang katanya bisa menambah antibodi atau kekebalan tubuh, kenyataan bisa sedikit berbeda. Makanan asam mungkin saja mengandung vitamin C, tapi terlalu banyak mendekatkan gigi pada makanan asam bukan langkah bijak.

Pada gigi manusia terdapat enamel, atau pelindung gigi luar, dimana pelindung gigi inilah yang berusaha keras menjaga kesehatan manusia. Sayangnya, makanan asam berpotensi merusak enamel dalam jumlah besar.

Bayi yang sedang berusaha tumbuh gigi secara tidak langsung pasti membangun enamel. Ya, enamel merupakan cikal bakal pelindung gigi yang cukup penting. Kalau sampai orang tua memberi makanan asam terlalu sering, kemungkinan enamel terkikis sebelum gigi muncul ke permukaan akan jauh lebih besar.

3. Asin memang menggoda
Indonesia terkenal dengan kulinernya yang sangat nikmat. Kekayaan Indonesia terhadap rempah-rempah membuat hidangan lokal cenderung nano-nano alias beragam rasa. Seringkali, dominasi asin muncul dalam masakan, garam di Indonesia diburu Indonesia. Bayangkan saja, rasa asin sendiri bisa menambah kenikmatan jenis rasa lain. Tak heran, cemilan yang biasa beredar di tanah air umumnya mengandung garam asin yang cukup tinggi guna meningkatkan kualitas rasa.

Pada makanan bayi, bunda dan ayah kemungkinan besar sering menambahkan garam ke dalam hidangan. Biasa saja, toh, setiap kali masak, garam tidak mungkin kelupaan, justru rasanya aneh bila melihat gaya hidup orang yang tidak mau makan garam. Rasanya, orang yang masak tanpa garam tidak merasakan nikmatnya dunia.

Dalam dunia kesehatan gigi, memang air garam bisa membantu beberapa penyakit gigi seperti bengkak pada gigi yang mungkin sedikit cocok untuk kondisi bayi. Garam memiliki kemampuan sterilisasi, atau dalam bahasa gampang mengusir kuman penganggu. Sayangnya, garam biasa dikonsumsi dalam bentuk makanan, dan disinilah letak permasalahan.

Makanan enak sangat mungkin dibuat dengan mudah hanya bermodalkan gula dan garam. Gabungan antar keduanya memang benar memanjakan lidah, padahal kalau dikaji lebih lanjut efeknya cukup berbahaya. Asupan garam yang berlebih justru merusak kesehatan tulang, perlahan-lahan tulang bisa keropos, jangan lupa, gigi termasuk tulang juga, lho.

Nah, itu tadi 3 jenis hidangan yang sangat disarankan untuk dijauhi. Kalau ayah bunda masih mau memberikan salah satu dari 3 jenis hidangan tersebut karena merasa tidak masalah bagi bayi, silahkan saja. Hanya saja, data pantangan makanan untuk bayi tumbuh gigi diatas berdasarkan cangkupan rata-rata.

Share and Enjoy

  • Facebook
  • Twitter
  • Google Plus

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *