Ibu Sendiri Bisa Lho Menghitung Masa Subur

menghitung masa subur

friso.co.id

Ada dua cara menghitung masa subur yang bisa ibu lakukan sendiri. Ibu tidak perlu datang ke bidan atau dokter untuk mengetahui hal tersebut. Hanya saja, jika ibu tidak yakin atau sekalian ingin berkonsultasi mengenai masalah mengapa ibu tidak segera mendapatkan keturunan, ibu bisa datang saja ke bidan atau dokter.

Hanya saja, dengan duaa acara berikut ini, sebenarnya ibu sudah bisa mengetahui kapan waktu subur ibu. Apa saja dua cara tersebut?

Dua Cara Menghitung Masa Subur

Dua cara ini sebenarnya sama-sama mudahnya. Hanya saja, ibu bisa coba cara yang paling mudah dulu.

  1. Menggunakan Kalkulator Masa Subur

Ibu mungkin sudah pernah dengar ada kalkulator usia kehamilan. Selain itu, ada juga lho kalkulator masa subur. Kalkulator ini ada di www.friso.co.id. Di sana, terdapat tool berupa kalkulator online yang bisa menunjukkan kepada ibu kapan usia subur ibu.

Ada data yang dibutuhkan, yaitu data berupa HPHT atau hari pertama haid terakhir dan lama siklus haid rata-rata. Dua data itu saja yang harus ibu masukkan. Kemudian, ibu bisa mendapatkan informasi tentang tanggal kapan ibu berada pada masa sangat subur.

  1. Menghitung Secara Manual

Jika ibu konsultasi dengan dokter kandungan atau bidan, ibu akan diajarkan bagaimana cara l secara manual, yaitu dengan cara mengurangi dengan angka 14. Apa yang dikurangi? Yang dikurangi adalah tanggal menstruasi berikutnya.

Ibu pasti tahu kan kapan biasanya mengalami menstruasi. Kemudian, ibu bisa melakukan prediksi tanggal berapa ibu mengalami menstruasi berikutnya. Ibu tinggal kurangi tanggal tersebut dengan angka 14. Misalkan saja ibu menstruasi berikutnya pada tanggal 20, maka kurangi saja dengan 14. Hasilnya 6. Jadi, pada tanggal 4,5,6,7, dan 8 itulah masa subur ibu. Mudah, bukan?

Sayangnya, prediksi tersebut tidak 100% valid. Apalagi jika masa menstrusi ibu tidak teratur. Maka, prediksi akan semakin tidak valid. Meskipun demikian, bukan berarti ibu tidak perlu mencobanya, bukan?

Mengapa Harus Tahu Waktu Subur?

Sebenarnya, ibu tidak wajib tahu juga kapan waktu atau periode subur. Hanya saja, menurut medis, berhubungan suami istri saat masa subur itu lebih mudah hamil daripada ketika tidak dalam periode subur. Ini menjadi alasan utama.

Hanya saja, bukan tidak mungkin juga ibu bisa hamil ketika berhubungan tapi tidak pada saat waktu subur. Ini hanya bersifat perkiraan saja. Jika berhubungan suami istri saat waktu subur, maka prosentasi hamilnya lebih tinggi daripada ketika tidak pada periode subur.

Itulah mengapa bidan, dokter kandungan, atau ahli kesehatan ibu hamil lainnya memberikan masukan kepada pasangan suami istri untuk mengetahui masa subur. Ini biasanya menjadi cara yang paling awal untuk pasangan suami istri yang kesulitan mendapatkan momongan. Bidan atau dokter menyarankan agar melakukan hubungan suami istri pada saat subur. Untuk itu, ibu sebaiknya tahu bagaimana cara menghitung masa subur.

Faktor Lain Cepat Hamil

Tentu saja bukan hanya kapan waktu yang tepat untuk melakukan hubungan saja yang bisa membuat ibu secepat hamil. Ada faktor lain yang juga tak kalah penting.

  • Stamina

Banyak sekali wanita yang susah mendapatkan momongan lantaran melakukan aktivitas yang menguras tenaga. Inilah yang memang sering terjadi. Ini juga yang memunculkan stigma di mana wanita karir lebih sulit hamil daripada ibu rumah tangga.

Pada hakekatnya, stigma tersebut kurang tepat. Siapa saja, entah itu wanita karir atau ibu rumah tangga yang tidak pandai menjaga stamina akan mengalami kesulitan hamil. Untuk itu, intinya adalah bagaimana ibu menjaga stamina. Apapun kegiatan ibu setiap hari, ibu harus tahu bagaimana menjaga stamina.

Ibu harus bisa membagi waktu antara melakukan kegiatan dengan istirahat. Ini menjadi hal paling esensi  untuk menjaga stamina.

  • Makanan Bergizi

Kualitas hormon sangat menentukan apakah pasangan suami istri bisa segera mendapatkan momongan atau tidak. Dan kualitas hormon ini sangat dipengaruhi oleh makanan yang dikonsumsi, tidak hanya suami tapi juga istri.

  • Usia

Wanita yang usianya antara 20-30 tahun dikatakan sebagai wanita yang dalam usia yang sangat subur. Sementara itu, jika usianya sudah mencapai 30 puluhan tahun, maka kesuburannya menurun. Jika usianya di atas 40 tahun, banyak ahli kesehatan mengatakan sangat rentan bagi wanita usia tersebut untuk hamil. Bahkan, akan sangat sulit bagi mereka untuk hamil mengingat kondisi rahim dan hormon yang sudah berkurang di dalam tubuh.

Jadi, tidak bisa dipungkiri jika usia menjadi salah satu faktor utama apakah ibu bisa cepat hamil atau tidak. Itulah mengapa para ahli kesehatan menyarankan agar seseorang menikah di usia antara 20-30 tahun karena masa itulah masa subur. Rahim sudah siap dan sehat untuk menjadi tempat di mana janin berkembang.

Itulah informasi mengenai bagaimana cara mengetahui masa subur. Dan ibu juga mendapatkan informasi yang lebih lengkap lagi, yaitu tentang faktor-faktor lain yang bisa membuat ibu cepat hamil.

Sebenarnya, kesiapan tubuh ibu untuk mengandung menjadi hal yang sangat krusial. Itulah mengapa ada juga wanita yang harus mendapatkan treatment tambahan agar tubuh mereka siap untuk hamil. Treatment tersebut bisa berupa mengkonsumsi multivitamin atau bahkan penyuntikan hormon.

Yang pasti, semua yang ibu lakukan termasuk menghitung masa subur hanyalah ikhtiar atau usaha. Hasilnya Tuhan yang menetuntukan.

Share and Enjoy

  • Facebook
  • Twitter
  • Google Plus

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *