Inspirasi Ide Kreatif Permainan Anak Mancanegara

Belajar sambil bermain

E-BookSkart

Globalisasi adalah momen paling tepat untuk mengenal budaya dari dalam maupun luar. Memang kesan belajar budaya luar terdengar susah padahal sebetulnya tidak demikian. Justru, dengan memiliki terpikiran terbuka, pembaca bisa saja peroleh ide kreatif permainan anak berbasis negara luar.

Seorang anak dilahirkan dengan hati suci, dan pikiran bebas penuh kebahagiaan. Rasanya tidak ada yang lebih berarti dari hidup buah hati selain permainan. Dibanding hanya jadi penonton saat imajinasi si kecil menari liar, mengapa tidak dimanfaatkan. Ya, memperkenalkan budaya pada anak bisa melalui permainan.

Tidak selamanya segala sesuatu yang kuno berarti buruk. Sejatinya, justru permainan tradisional bisa mengalihkan perhatian si kecil dari elektronik yang hanya merusak mata. Ditambah lagi, hubungan sosial dalam permainan tradisional di beragam negara sangatlah tinggi dibanding jenis lain. Nah, ini dia beberapa permainan tradisional mancanegara yang bisa dicoba:

  1. Kagome, Jepang

“Kagome kagome (Kagome kagome)
Kago no naka no tori wa (Burung di dalam kandang)

Itsu Itsu deyaru (Kapan, oh kapan burung akan bebas?)

Yoake no ban ni (Pada malam senja)
Tsuru to kame ga subetta (Burung jenjang terjatuh)
Ushiro no shoumen daare (Siapa yang ada di belakang kamu sekarang?)”

Lirik lagu diatas banyak didendangkan anak-anak di Jepang. Permainan kagome memang cukup digemari, mengingat mudahnya peraturan namun tetap asyik. Bahkan, beragam literasi sengaja ditulis guna menggambarkan betapa asyiknya permainan anak asal Jepang satu ini.

Dibutuhkan setidaknya 3 anak, makin ramai, maka kagome akan berlangsung seru. Satu anak akan dipilih untuk menjadi ‘kagome’ yakni burung dalam kandang. Sedangkan, sisanya berpengangan tangan membentuk lingkaran layaknya ‘kandang’ atau penjara, mengeliling si ‘kagome’ yang duduk menutup mata.

Anak yang menjadi ‘kandang’, melantunkan lagu kagome dengan lantang. Begitu lagu selesai, anak yang berperan menjadi kagome harus menebak siapa yang ada di belakangnya. Sebenarnya dengan perhitungan matematis, sangatlah mudah untuk dapatkan jawaban tepat. Tapi, sebetulnya dalam permainan kagome, anak tanpa sadar belajar pola tata letak demi menang.

  1. Skippyroo kangaroo asal Australia
    Bicara mengenai negara Australia, kanguru bisa jadi terlintas di pikiran pertama kali. Ya, hewan loncat berkantung ini kebanyakan ada di Australia. Meski tidak tergolong hewan ‘terlindungi’ mengingat beberapa daerah di Australia konsumsi kanguru layaknya mengkonsumsi kambing di Indonesia, maka dapat dibilang kanguru hanyalah ciri khas.

    Di Kalangan anak-anak sendiri, kanguru lebih dikenal luas sebagai suatu permainan yang disebut skippyroo kangoroo. Umumnya permainan skippyroo kangoroo membutuhkan paling tidak dua puluh lima pemain, yang tersusun sesuai dengan letak masing-masing. Nyaris sama dengan kagome, skippyroo kangoroo menuntut satu orang di tengah, sambil dikelilingi peserta lain, dan sama-sama memiliki lantunan lagu yang berlirik:

    “Skippyroo, kangaroo, dozing in the midday sun, comes a hunter, run, run, run.”
    “Skippyroo, kangaroo, melamun di siang bolong, datang pemburu, lari, lari, lari”

    Setelah lagu usai, ‘wasit’ yang umumnya orang dewasa akan menunjuk satu anak untuk menghampiri Skippyroo, kangaroo atau pemain yang berada di tengah yang tak mampu melihat karena menutup mata. Peserta yang ditunjuk menghampiri anak yang di tengah, sambil mengatakan skippyroo kangoroo, dan dirinya akan aman jadi ‘pasak’ di tengah kalau tidak ketahuan jati dirinya.

    Meski terdengar sederhana, skippyroo kangaroo bisa melatih kemampuan ingatan auditori. Anak perlahan tapi pasti mulai tunjukkan perhatian pada suara yang ada di sekeliling.

  2. Inggris, hadiah bergilir
    Siapa sih yang tidak suka hadiah?
    Manusia terkadang menyukai hal yang tidak pasti, atau dalam artian senang dengan yang namanya kejutan. Permainan hadiah bergilir asal Inggris ini terapkan konsep yang memanfaatkan keinginan dasar tersebut.

    Hadiah bergilir membutuhkan paling tidak lima sepuluh anak, sehingga cocok dimainkan dalam acara ulang tahun, syukuran, atau pesta. Setiap pemain berbaris menghadap ke samping. Hadiah yang telah dibungkus tebal, dengan kertas berlapis sesuai jumlah pemain atau lebih,  diberikan pada anak terdepan. Satu lapis kertas dirobek, dan hadiah digilir ke anak berikutnya.

    Anak dalam barisan mendapat kesempatan yang sama untuk membuka kertas. Apabila sudah mencapai titik akhir dan bungkus belum habis maka digilir pada anak pertama. Permainan berakhir bila hadiah terbuka, dan anak yang beruntung membuka kertas terakhir boleh memilih tidak menerima hadiah atau terima, atau dibagi bersama yang lain jika memungkinkan.

  3. Ounch neech Pakistan
    Serumpun dengan India, orang Pakistan terkenal dengan seni dan semangat membara. Jangan heran kalau permainan asal Pakistan sendiri cukup ‘nyeni’ dan butuh energi yang cukup. Ounch neech merupakan permainan yang sebetulnya cocok dimainkan oleh negara mana saja.

Umumnya ounch neech dimainkan bersama empat atau lebih anak di luar ruangan, misalkan taman bermain. Setidaknya dibutuhkan dataran tinggi, misalkan perosotan, ayunan, pohon dan sebagainya, dan dataran rendah yakni tanah. Setelah lakukan hom pimp ah, akan ditentukan siapa yang ‘ounch neech’. Anak diberi pilihan ingin menjadi ‘ounch’ (Atas) atau ‘neech’ (bawah), gampangnya kalau pilih ounch maka pemain yang lain harus ke dataran rendah untuk menghindari ‘ounch neech’.

Permainan ounch neech tidak hanya melatih otot namun juga otak. Strategi harus tersusun baik kalau ingin berhasil menangkap anak yang lain. Tentunya ide kreatif permainan anak dapat dimodifikasi dengan permainan yang lain seperti ounch neech tergantung keinginan orang tua.(HN)

Share and Enjoy

  • Facebook
  • Twitter
  • Google Plus

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *