Inspirasi Makanan Sehat untuk Bayi 6 Bulan Keatas Tak Terduga dari Berbagai Negara

bayi 6 bulan mpasi

www.ibudanbalita.com

Era globalisasi membuka inspirasi dari seluruh dunia, baik yang terduga sampai dengan tidak terduga. Dalam konteks makanan sehat untuk bayi 6 bulan sekalipun, ada saja fakta yang buat kepala geleng-geleng karena heran. Tidak hanya karena beberapa di antaranya di luar pemikiran, namun di saat bersamaan rasanya masuk akal.

Beberapa negara seperti Afrika, Meksiko, India, dan lainnya punya makanan bayi unik untuk tumbuh kembang si kecil. Mungkin saja, beberapa makanan pada daftar dibawah ini membutuhkan pikiran terbuka, apa sajakah? Langsung saja:

  1. Afrika, Kenya dengan Ngwaci

Afrika hanya beberapa pulau dari Indonesia bila dilihat di peta dunia. Negara yang masih termasuk wilayah ASEAN ini punya menu berbeda dengan tujuan yang khusus. Kebanyakan orang tua kenya menghidangkan ngwaci atau ketela manis bahkan di usia bayi yang masih belia sekalipun.

Bayi yang kekurangan vitamin A mencapai delapan puluh lima persen populasi Kenya. Buta dan gangguan pengelihatan di kalangan anak kecil sudah bukan rahasia lagi. Pilihan ketela manis sudah pasti menjadi keputusan paling tepat. Berdasarkan eksprerimen lembaga Nutrition Action Health Letter’s yang melibatkan lima puluh delapan sayuran berbeda, dengan analisa vitamin A tertinggi, ketela manis muncul sebagai pemenang pertama.

Kelebihan ketela manis tidak hanya dari segi gizi namun juga rasa. Tekstur ketela yang masih keluarga kentang terbilang fleksibel. Dimasak, direbus, bahkan dipanggang sekalipun, ketela manis mampu memberikan cita rasa yang berbeda satu sama lain. Bentuk bubur ketela manis sekalipun bisa menggoda iman bayi yang ngambek tidak mau makan.

  1. Rempah Khicdhi dari India

Negara asal aktor terkenal, Sharu khan tidak mau ketinggalan dalam memperbaiki gizi. Penduduk yang membludak dengan banyaknya anak dalam satu keluarga sudah pasti menjelaskan kenapa ibu di India sudah sangat paham mengatasi gizi anak – anaknya.

Salah satu bubur tradisional India yang cukup populer dan menarik perhatian dunia kesehatan disebut khicdhi. Campuran sayur mayur dengan rempah mampu menggoyang lidah, menjelaskan kenapa warga India seolah tidak punya rasa kaget dalam merasakan bumbu masakan. Kandungan khichdi yang kaya akan protein, vitamin, kalsium, dan serat tanpa menggunakan produk hewani sama sekali membuat khichdi punya posisi istimewa di kalangan orang tua vegetarian.

  1. Tantangan Pedas asal Meksiko

Warga Meksiko dikenal sebagai lidah kebal pedas, yang berarti mayoritas penduduk tidak masalah makan cabe berapapun. Cerminan perilaku ini ternyata dimulai dari bayi. Orang tua keturunan meksiko gemar memberikan cabe di manapun dan kapanpun bahkan pada bayi sekalipun. Buah apel dipotong kecil – kecil ditambah taburan bubuk cabe diharapkan mendorong bayi untuk menyantap lahap hidangan yang disediakan.

Usut punya usut, makanan pedas punya kelebihan tersendiri. Penggemar masakan pedas cenderung terhindar dari serangan jantung dan stroke. Tidak hanya itu, kolesterol secara otomatis menurun. Bisa dibayangkan bayi meksiko yang tahan pedas sudah dapat keuntung tersebut.

  1. Menu sehat bikin ramping dari Prancis

Perhatikan lekuk tubuh orang Prancis. Baik pria dan wanita, sepertinya penduduk prancis sangat jarang terlihat gemuk dan menggelembung. Gambaran tubuh kurus nan anggun sepertinya sudah tidak asing lagi di jalanan Prancis. Usut punya usut, ternyata di kalangan bayi, Prancis mempunyai tingkat obesitas terendah di seluruh dunia.

Indonesia, masih suka memberikan makanan hambar berupa nasi pada bayi. Berbeda jauh dengan Prancis yang justru mengutamakan keluarga sayur mayur untuk perkembangan buah hatinya. Sayur bayam, hiasan buah bit, bahkan kudapan brokoli sekalipun bukan hal aneh di Prancis. Dukungan dari pemerintah berupa larangan iklan kudapan sambil menonton tv turut meningkatkan pendidikan makan pada anak.

Prancis, sebagai kota cita rasa cenderung  mendorong anak untuk menghargai suatu makanan sebagaimana rasanya. Tidak ada namanya susu rasa kimia, atau cokelat batangan dari toko. Warga Prancis sadar betul bahwa pengolahan makanan yang sehat akan berdampak baik bagi anak kecil yang dimulai dari bayi.

  1. Tradisi Okuizome dari negeri Jepang

Menurut Wikipedia, Jepang menduduki peringkat kelima dalam konteks kematian bayi terendah, menjadikan asupan gizi di Jepang cukup menjanjikan. Umumnya, bubur yang disediakan tidak jauh berbeda dengan Indonesia. Nasi tim, dengan sayur mayur sudah seperti makanan wajib bagi bayi sebelum usia seratus hari.

Berbeda dengan banyak negara, Jepang sangat memegang teguh tradisi. Okuizome merupakan tradisi hidangan Jepang kala usia bayi sudah seratus hari atau tiga bulan lebih sepuluh hari. Bayi dihadapkan dengan menu makanan tradisional Jepang yakni ikan, sekihan (nasi dengan kacang kedelai merah), sumashi jiru (sup tradisional Jepang), dan Ishi (Biji buah plum yang sudah diempukkan). Empat bahan tersebut menggambarkan perkembangan si kecil saat ini.

Jangan salah, bayi tidak langsung memakan semuanya. Orang tua masih membantu bayi dalam menyantap masing – masing hidangan sambil memperhatikan kekuatan bayi. Sekilas, sepertinya tidak sehat, namun tiap hidangan ternyata memiliki kadar nutrisi yang cukup tinggi. Kedelai merah misalnya, dalam satu biji saja sudah mengandung zat besi, magnesium, asam folat, dan potassium. Belum lagi ikan yang kaya akan protein dan sumber vitamin lain.

Setiap orang tua punya cara tersendiri untuk memastikan si kecil tumbuh sehat dan cemerlang. Pemahaman makanan sehat untuk bayi 6 bulan keatas bisa saja berbeda antar orang tua, dan tidak masalah selama senyum si kecil tetap bersinar.(HN)

 

Share and Enjoy

  • Facebook
  • Twitter
  • Google Plus

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *