Jadwal makan bayi usia 6 bulan

Jadwal makan bayi

Source: Daily Mail

Usia 6 bulan, suatu usia yang juga merupakan bantu loncatan tumbuh kembang si kecil. Harusnya, pada umur setengah tahun si kecil tidak lagi kenyang hanya bermodal air susu ibu. Maka dari itu, makanan padat perlu diperkenalkan lebih lanjut. Asalkan, ayah dan bunda jangan sampai sembarangan dalam memberi makanan padat untuk pertama kali. Jadwal makan bayi harus ditata dengan rapih, lengkap dengan beragam pertimbangan.

Anak nantinya akan susah makan. Fakta satu ini tidak bisa diidahkan maupun dibantah, toh, akhirnya lidah anak yang peka akan menentukan selera makannnya. Kendati demikian, usaha memberi kesan pertama pada anak bakal meringankan beban orang tua kelak saat ‘masa panceklik’ tiba.

Manusia usia berapapun punya cara kerja yang nyaris sama. Percobaan pertama kali, tentu menakutkan. Ilmu pengetahuan yang sangat minim terhadap hal baru membuat prasangka aneh dan buruk bisa langsung muncul secara acak dalam otak. Inilah mengapa, paksaan terhadap hal-hal yang tak diketahui sebelumnya cenderung tidak diterima baik.

Bayi berusia 6 bulan merasakan rasa takut mencoba makanan padat, nyaris sama dengan keraguan mencoba bungee jumping atau ujian nasional pertama kali. Dengan adanya strategi makan anak usia 6 bulan yang tepat, tentu transisi air susu ibu ke makanan padat jauh lebih halus. Inilah mengapa jadwal pengenalan makanan padat harus disusun sedemikian rupa pula.

Perlu diingat, banyak orang akhirnya memutuskan memberi makanan padat karena bayi tidak lagi kenyang hanya dengan minum air susu bunda. Perut tidak terpuaskan bukan berarti tidak butuh, ada perbedaan yang perlu dipahami antara butuh tambahan dengan mengurangi kadar kebutuhan. Bayi memang lebih kenyang diberi makanan padat, tapi bukan berarti air susu ibu harus ditinggalkan.

Air susu bunda bisa dibilang keajaiban dunia. Tidak ada teknologi canggih, atau ahli gizi yang tinggal dalam kelenjar payudara. Namun, payudara bunda mampu produksi dengan takaran nutrisi bersifat custom. Dalam artian lain, setiap tetes air susu bunda bakal terus menyesuaikan kebutuhan si kecil. Bahkan, beberapa dokter setuju memberikan air susu ibu ekslusif hingga usia 2 tahun bukan masalah.

Segala sesuatu yang berlebih tidak membuahkan hasil maksimal, begitu pula dengan kekurangan. Manusia saja butuh pelengkap hidup dan hidup berdampingan, sampai dengan bayi sekalipun punya konsep yang serupa. Si kecil tidak langsung mampu meninggalkan air susu ibu untuk makanan padat, butuh proses imbang diantara keduanya sebelum buah hati ayah bunda siap dilepas.

Imbangnya porsi air susu ibu dengan makanan padat tentu pertumbuhan si kecil tidak perlu lagi dikhawatirkan. Walaupun sebagian besar makanan padat telah mengandung nutrisi yang diperlukan bayi, ada beberapa aspek gizi yang tidak bisa diperoleh dalam kadar sesuai kecuali air susu ibu. Pada kondisi pengenalan pertama sekalipun, bayi belum tentu bersahabat konsumsi makanan padat, karenanya kehadiran air susu ibu bantu atasi kebutuhan nutrisi hari itu.

Bicara soal pengenal pertama, ada beberapa hal yang perlu diketahui. Pertama, kembali ditekankan kalau si kecil akan ‘takut’ dengan jenis makanan apapun meski chef terkenal seperti Gordon Ramsay yang memasak. Tidak perlu namanya memaksa buah hati untuk menghabiskan semua isi makanan dalam piringnya. Sekedar bayi mencium aroma hidangan atau malah menyentuh saja sudah kategori sukses untuk percobaan pertama.

Kedua, tidak selamanya bayi akan senang dengan bahan makan tertentu. Lidahnya yang tergolong amatir dalam topik makanan padat membuat hidangan jenis apapun bukan jadi pertimbangan. Akan tetapi, memberikan menu makanan sehat sejak dini bisa bentuk selera makan si kecil. Tidak ada salahnya memperkenalkan hidangan berbahan dasar sayur mayur yang umumnya tak disukai anak sebagai makanan pertama.

Minggu pertama pengenalan makanan padat, target ayah bunda hanya memberi sekitar satu setengah sendok saja. Tidak ada jam pasti dalam memberikan pengenalan makanan padat, namun usahakan pada jam makan keluarga. Bila pagi kerap jadi jam sibuk, pilih makan malam atau makan siang di hari libur. Melihat anggota keluarganya sedang makan bisa mendorong bayi untuk menyentuh makanan.

Kesabaran jarang sekali berbuah asam. Begitu pula dengan pemberian makanan padat si kecil. hari pertama pengenalan makanan padat, biarkan si kecil berbuat sesukanya. Saking kecilnya kemungkinan bayi mau makan, bunda dan ayah dikatakan sangat beruntung bila buah hati mau menyantap lebih dari 1 sendok makan. Tidak perlu khawatir, selalu ada hari esok.

Hari kedua tidak jauh berbeda dengan hari pertama, tapi umumnya hari ketiga bayi akan luluh juga. Ayah dan bunda bisa bernafas lega kalau si kecil mulai menyantap makanan tanpa perlu ‘acara’ rewel macam sinetron. Nah, saat bayi mulai menerima fakta bahwa konsumsi makanan padat tidak menakutkan, orang tua bisa lanjut ke makanan berikutnya.

Di akhir pekan, bayi umumnya sudah terbiasa makan hidangan yang biasa diberikan. Meskipun orang tua diperbolehkan menambah varian rasa pada menu makanan si kecil, bukan berarti langsung mencoba hal ekstrem. Misalkan saja, bayi sudah terbiasa dengan kentang, sebaiknya tidak langsung berganti sup daging, melainkan pilih bahan makanan yang mendekati kentang seperti ubi.

Perlu ditekankan, tidak hanya pikiran bayi yang masih sensitif, perut bayi juga demikian. Setiap kali ayah dan bunda menyiapkan hidangan baru, sediakan selang waktu sekitar dua sampai tiga hari. Dengan demikian jadwal makan bayi tidak akan rusak dan orang tua bisa mengenali jenis alergi anak. Mari simak lebih detil mengenai perkembangan bayi di e-learning Nestle.

Share and Enjoy

  • Facebook
  • Twitter
  • Google Plus

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *