Jangan Gunakan Botol Untuk Menyajikan Susu Pertumbuhan Anak

susu pertumbuhan anak

www.santuiyi.com

Sangat lazim ketika susu pertumbuhan anak disajikan dengan menggunakan botol. Akan tetapi, tidak semua hal yang lazim dilakukan oleh masyarakat secara umum itu baik lho. Salah satunya menyajikan susu ke dalam botol.

Mungkin ibu selama ini memberikan susu untuk anak dengan menggunakan botol. Setelah mengetahui penjelasan berikut ini, ada kemungkinan ibu akan menghentikan memberikan susu dengan menggunakan botol.

Alasan Mengapa Sebaiknya Tidak Menggunakan Botol Susu

Setidaknya ada tiga alasan mengapa sebaiknya ibu tidak menyajikan susu balita dengan menggunakan botol.

Yang pertama, minum susu melalui botol merupakan kebiasaan yang kurang baik. Banyak sekali balita yang usianya sudah menginjak 3 tahun lebih masih menggunakan botol ketika minum susu. Bahkan, tidak jarang anak yang sudah masuk sekolah masih minum susu melalui botol. Hal inilah yang sebenarnya dikhawatirkan.

Kebiasaan minum susu menggunakan botol sulit untuk dihentikan. Sekalipun anak ibu nanti sudah besar, ibu harus melakukan upaya yang tidak mudah agar si kecil tidak lagi minum susu balita dengan menggunakan botol.

Alasan yang kedua adalah kesehatan. Kenapa gelas kebanyakan terbuat dari kaca? Karena bahan kaca ini mudah sekali untuk dibersihkan. Berbeda dengan plastik yang merupakan bahan untuk membuat botol. Selain sulit untuk dibersihkan, ada penelitian di mana partikel plastik mudah rusak. Dikhawatirkan partikel tersebut tertelan oleh si kecil jika mengkonsumsi botol.

Namun, kekhawatiran tersebut sepertinya sudah tidak perlu lagi mengingat sekarang ini sudah ada botol standar khusus untuk susu balita. Botol tersebut terbuat dari plastik yang tidak mudah rusak. Selain itu, plastik tersebut juga tidak berbahaya, bukan jenis plastik yang digunakan untuk membuat kantong plastik.

Sayangnya, kehigienisan masih belum bisa diatasi. Botol plastic sulit sekali dibersihkan. Apalagi bentuknya yang cekung sehingga sulit untuk dibersihkan seperti halnya gelas. Dan inilah yang sering menjadi penyebab bayi mengalami keracunan. Terdapat bakteri yang masih menempel pada botol karena botol tersebut tidak dibersihkan benar-benar bersih.

Alasan ketiga dan mungkin ini yang paling penting adalah bawasannya mengkonsumsi susu dengan menggunakan botol cenderung membuat anak mengalami obesitas. Hal ini bukan tanpa alasan. Balita yang minum susu untuk pertumbuhan dengan menggunakan botol cenderung mengkonsumsi susu dalam jumlah yang banyak. Berbeda ketika susu disajikan dengan menggunakan gelas. Dan ketika susu dikonsumsi dalam jumlah yang berlebihan, bukan tidak mungkin balita ibu akan mengalami obesitas. Awalnya mungkin ia akan susah makan lantaran sudah merasa kenyang setelah minum susu. Namun, lama kelamaan badan si kecil bisa semakin gemuk karena terlalu banyak mendapatkan nutrisi dari susu.

Tiga alasan tersebutlah yang menjadi hal yang perlu dikhawatirkan. Meskipun demikian, bukan berarti ibu tidak boleh menyajikan susu pertumbuhan untuk anak dengan menggunakan botol. Namun, alangkah baiknya jika ibu mulai sejak dini menyajikan susu menggunakan gelas.

Sulit Menghentikan Menyajikan Susu Dengan Botol

Jika mulai dari awal ibu menyajikan susu balita menggunakan botol, tentu sangat sulit untuk menghentikan kebiasan tersebut. Namun, tips berikut ini mungkin bisa menjadi solusi yang tepat.

  • Belikan Training Cup

Training cup merupakan botol yang tidak menggunakan dot. Bagian ujung yang masuk ke dalam mulut pilih seperti mulut bebek. Ini disebut training cup karena botol ini akan secara perlahan-lahan membuat anak semakin tidak suka mengkonsumsi susu dengan menggukan botol dot. Lambat laun, ia akan lupa dan terbiasa minum susu tidak menggunakan botol.

  • Makan Bersama

Terkadang, orang tua tidak membawa si kecil di meja makan untuk makan bersama-sama, Sebenarnya ini kesalahan. Ibu harus tahu balita itu lihai dalam meniru apa saja yang dilakukan oleh orang dewasa. Oleh sebab itu, ada baiknya ia melihat bagaimana cara makan dan bagaimana cara minum orang dewasa.

Ajaklah si kecil untuk makan di meja makan bersama. Siapkan susu di gelas sama seperti bagaimana ibu minum minuman, yaitu menggunakan gelas. Awalnya mungkin sulit bagi balita ibu untuk minum susu untuk pertumbuhan dengan menggunakan gelas. Namun, tak lama kemudian, ia pasti akan terbiasa.

  • Merubah Kebiasaan Secara Perlahan

Tentu saja ibu tidak bisa merubah kebiasaan secara langsung. Merubah kebiasaan harus dilakukan secara bertahap dan perlahan-lahan. Awalnya, ibu bisa tetap memberikan susu menggunakan botol ketika si kecil akan tidur. Namun, di pagi dan di siang hari, ibu bisa sajikan susu tidak dengan menggunakan botol.

Itulah beberapa hal yang bisa ibu lakukan untuk menghentikan kebiasaan anak minum susu dengan menggunakan botol. Yang diperlukan adalah ketelatenan dan kesabaran ketika ibu menerapkan tips tersebut. Jika tips tersebut tidak berhasil, ibu bisa meminta nasehat dari pakar perkembangan anak. Ibu bisa tanya pakar secara online di www.friso.co.id. Yang pasti, jangan sampai anak ibu minum susu menggunakan botol hingga ia menginjak usia sekolah. Semakin dini ibu menghentikan kebiasaan ini, maka itu akan semakin mudah.

Yang tak kalah penting lagi, ibu harus memilihkan susu untuk pertumbuhan anak yang terbaik. Susu Friso Gold 4. Ini merupakan susu untuk pertumbuhan anak usia 3 sampai 12 tahun. Susu ini tidak hanya mengandung nutrisi yang sempurna dengan kadar yang seimbang. Susu ini juga terjaga kualitasnya karena wadah yang higienis. Wadah tersebut memastikan susu pertumbuhan anak tidak terkontaminasi bakteri yang bisa menyebabkan balita mengalami keracunan.

Share and Enjoy

  • Facebook
  • Twitter
  • Google Plus

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *