Kapan Bayi Bisa Duduk?

kapan bayi bisa duduk

Sejatinya orang tua bisa saja menaruh bayi dalam posisi duduk dari hari pertama lahir. Banyak pose foto bayi didasari penataan bayi duduk. Mudah memang, cukup meletakkan bayi pada bidang datar dengan ditumpu tembok atau semacamnya. tapi tentu ayah bunda tidak ingin selalu menata posisi duduk anak seperti boneka. Harapan kapan bayi bisa duduk sendiri tetap ada, terlebih bila memikirkan masa depan.

Sekedar informasi, ketika bayi duduk pertama kali, hal ini akan memberi ‘pandangan’ baru bagi bayi. Seolah olah dunia yang selama ini si kecil kenal tidak sama lagi, seperti membuka cakrawala baru di pikiran bayi. Hal inilah yang mendorong bayi untuk segera belajar merangkak, hingga berjalan dengan tegap. Dalam pikiran bayi mengalir naluri manusia yang biasa kita kenal dengan rasa ingin tahu dan penasaran.

Perkembangan bayi sangat bergantung pada individu masing – masing. Menarik garis statistik memang ada kemungkinan terbesar kapan bayi mulai belajar duduk. Umumnya, bayi mulai belajar duduk ketika dirinya sudah bisa menggulingkan badan sampai mampu merangkak sendiri. Berguling atau merangkak adalah indikasi apabila tulang bayi sudah bertambah kuat.

Beberapa organ penting seperti otot leher, dan tulang badan bayi mulai kokoh di usia 4 bulan menjadikan usia ini menjadi era gerak anak. Apabila bayi sudah menginjak usia 4 bulan dan masi belum duduk juga, ayah bunda tidak perlu khawatir. Kembali lagi, ini hanya statistik, menarik garis rata – rata. Setiap anak memiliki ‘waktu’ pertumbuhan sendiri – sendiri terlepas dari diatas atau dibawah standard yang ditetapkan.

Apabila orang tua melihat anak sudah mulai mengangkat kepala barang sedikit saja namun sering, pelatihan agar si kecil cepat duduk sebenarnya sudah bisa dimulai. Perhatikan saja setiap kali bayi sepertinya sedang berusaha mengangkat kepala hingga sukses berarti ayah bunda sudah bisa mengembangkan keahlian satu ini ke tahap lebih lanjut yakni duduk. Tes mengangkat kepala juga bisa dilakukan dengan berpura – pura melihat keatas dan perhatikan apakah bayi mengikuti gerak orang tua.

Pelatihan pertama dimulai dari pengangkatan kepala. Bayi harus bisa dipancing untuk mengangkat kepala sebanyak – banyaknya dalam sehari. Ibarat olah raga gym yang mengangkat beban sedikit demi sedikit namun terus bertambah, pelatihan bayi juga sama. Mengangkat kepala meski hanya beberapa inci membutuhkan perjuangan yang cukup berat bagi si kecil.

Salah satu hal yang bisa orang tua lakukan adalah membeli banyak mainan gantung dengan warna warna menarik dan mencolok seperti warna merah, kuning terang, dan biru cerah. Warna warna tersebut adalah warna yang bisa dilihat dan ditangkap oleh bayi dengan cepat pada rentan usia 1 sampai  4 bulan. Mainan yang mengeluarkan suara menarik perhatian seperti lagu anak anak juga sangat bagus. Tujuan dari mainan mainan tersebut adalah menarik perhatian bayi agar mau melihat ke atas

Tahap awal memang bayi tidak akan terlihat seperti duduk malah cenderung seperti bayi sedang menaruh beban badan ke perut. Wajar saja, bayi memulai langkah awal duduk dengan menyeret badan ke belakang hingga nyaris membentuk posisi duduk. Perlahan tapi pasti punggung bayi akan lurus dengan sendirinya bahkan jika tak ada yang pernah membantunya sekalipun.

Tahap kedua setelah mengangkat kepala adalah menggerakkan punggung dan mempergunakan otot – otot yang sekarang dia punyai. Bayi mungkin belum paham bahwa ternyata dirinya menyimpan kemampuan baru. Menggerakkan badan maju ke depan sangat membutuhkan tenaga ekstra dengan kemauan cukup kuat.

Peran orang tua dalam ‘membuka’ potensi bayi sangat diperlukan. Bayi masih polos dan tidak bisa dimotivasi dengan kata – kata. Salah satu caranya dengan alat. Mainan gerak yang bisa mengeluarkan bunyi bunyian menarik perhatian merupakan pilihan yang cukup baik sebagai langkah mengajari bayi duduk sendiri.

Mahluk hidup secara otomatis terdorong saat mendengar dan melihat suara. Tidak perlu merasa malu, sebagai evolusi homo sapien, insting ketertarikan pada benda bercahaya atau segala sesuatu yang mengeluarkan suara sangatlah wajar. Bayi masih mengandalkan naluri sehingga adanya bunyi dan cahaya akan mendorong dirinya untuk bergerak.

Caranya cukup mudah, jauhkan sumber cahaya dan suara  dari bayi sehingga si kecil akan mencoba mengejar mobil tersebut. Gunakan teknik ini dengan berbagai macam mainan gerak pilihan ayah bunda. Awal mula bayi mungkin saja hanya merangkak dalam posisi tiduran, tapi perlahan bayi akan mencoba mengangkat badan.

Baik masa belajar maupun ketika bayi sudah bisa duduk, ada kalanya bayi akan senang pamer. Terutama jika bunda dan ayah sangat aktif mendorong bayi untuk terus meningkatkan kemampuan. Masalah pada kala pamer, meski sudah bisa duduk sekalipun, badan bayi masih dalam fase ‘kontruksi’ sehingga pada saat bayi belajar duduk sangat sering badan bayi akan terhempas ke belakang.

Kejadian bayi terhempas ke belakang bukan berita baru lagi. Karenanya menemani si kecil bermain tidak hanya membuat bayi semakin dekat dengan ibu dan ayah namun bisa mempercepat proses duduk. Pada saat bermain alih – alih orang tua melihat dari jauh dengan majalah di tangan, cobalah berada di dekat bayi. Posisikan kaki dalam bentuk huruf ‘V’ dan letakkan bayi dengan posisi duduk, manfaatkan badan orang dewasa sebagai sandaran bayi.

Tidak banyak yang bisa ayah bunda lakukan selain tunggu proses selesai hingga kapan bayi bisa duduk terjawab dengan waktu.

Share and Enjoy

  • Facebook
  • Twitter
  • Google Plus

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *