Kapankah Saat yang Tepat untuk Berlibur (Kebutuhan bukan Keinginan)?

kompasiana.com

Liburan sering diidentikkan dengan bermalas-malasan, istirahat, quality time, wisata kuliner, dan melepaskan penat. Namun, terkadang meminta izin untuk berlibur saat jam kerja sedang padat sering diidentikkan dengan keinginan bukan kebutuhan. Kapankah berlibur dapat dikategorikan sebagai kebutuhan yang wajib dipenuhi agar kegiatan lainnya dapat berjalan dengan baik?

Terlalu sibuk (jam tidur kurang)

Waktu tidur bagi orang dewasa idealnya selama 6-8 jam. Apabila sudah lama Anda merasakan waktu 24 jam dalam sehari tidak mencukupi untuk melakukan segala aktivitas Anda dan merasa penat, sebaiknya Anda meninggalkan pekerjaan dan rutinitas sejenak dan pergi berlibur.

Lebih cepat merasa lapar

Saat manusia berpikir dan bekerja terlalu keras, kebutuhan kalori harian perlu dinaikkan. Jumlah konsumsi makanan dan minuman juga perlu dinaikkan karena Anda akan merasa lebih cepat lapar. Bisa jadi Anda merasa kelaparan tidak lama setelah makan.

Semakin banyak keinginan

Saat tiba-tiba Anda merasa sangat menginginkan sesuatu (misalnya jenis makanan dan minuman tertentu) tanpa penyebab jelas dan daftar keinginan tersebut semakin bertambah dapat menjadi sinyal untuk mengambil waktu berlibur. Saat tubuh dan pikiran kekurangan sesuatu yang dirasa penting untuk menunjang aktivitas, maka keinginan tersebut bertambah. Hal ini juga menjadi ciri Anda sedang merasa stress.

Kinerja kurang maksimal

Setiap orang memiliki tingkat kesalahan rata-rata yang berbeda saat bekerja. Jika kesalahan yang Anda perbuat meningkat karena kurang fokus saat bekerja, luangkanlah waktumu sejenak untuk berlibur.

Lebih cepat emosi dan kurang bertoleransi

Emosi dapat meningkat saat seseorang merasa stress dan tertekan akan hal-hal tertentu. Terlalu banyak pekerjaan dan aktivitas dapat menjadi faktor penyebab perasaan stress dan tertekan tersebut. Selain itu, kedua perasaan tersebut dapat membuat Anda kurang bertoleransi akan kesalahan yang dibuat orang lain, entah saat bekerja maupun hubungan personal. Sudah pasti Anda berpotensi besar untuk kurang disenangi dan dijauhi bahkan oleh orang-orang terdekat Anda.

Merasa bosan dengan tempat beraktivitas atau bekerja

Jika sudah lama Anda merasakan hal ini sampai merasa (atau telah melakukan) mampu memanfaatkan berbagai kesempatan untuk keluar dari rutinitas saat jam kerja sedang tinggi, maka Anda membutuhkan liburan.

Mudah merasa lelah dan lebih cepat sakit

Rasa lelah dan cepat sakit dapat diakibatkan oleh mood swing yang terlalu cepat, stress, tertekan, kurang tidur, tidak pernah berolahrag, hingga kurang tercukupinya kebutuhan harian. Seiring dengan meningkatnya pekerjaan dan aktivitas harian yang perlu dilakukan, maka kemungkinan merasa lelah dan cepat sakit juga meningkat.

Tidak tahu akan berita atau gosip terbaru

Banyaknya load pekerjaan dan aktivitas sering membuatmu merelakan waktu berkomunikasi, membaca dan menonton berita, serta jarang mengecek media sosial. Oleh karena itu, bukan hal mengherankan jika kamu seperti kehilangan arah dengan keadaan di luar pekerjaan dan aktivitasmu.

Jatah belanja sebulan sering tersisa bahkan berlebih

Hal ini dapat menjadi indikasi Anda butuh liburan karena artinya Anda kurang memiliki waktu untuk membelanjakan uang tersebut.

Merasa bosan akan hidupmu

Rasa bosan dapat disebabkan oleh rutinitas harian yang kamu jalani. Jika rutinitas harianmu hanya bangun, mandi, makan dan minum, bekerja, makan dan minum, mandi, kembali tidur, maka luangkanlah waktumu untuk berlibur.

Enggan melihat ponsel

Anda enggan melihat ponsel karena cemas bahkan takut melihat pesan, email, dan telepon tertentu. Bukan hanya pesan, email, dan telepon mengenai tambahan pekerjaan yang menjadi beban pikiranmu, tetapi juga pesan, email, dan telepon dari orang-orang terdekat karena Anda merasa tidak mampu meresponnya.

Teman-temanmu semakin sering mengajak berpergian

Jika teman-temanmu semakin sering mengajakmu berlibur, pergi, bahkan hanya ngobrol di rumahmu, artinya mereka merasa kehilangan dan khawatir akan keadaanmu.

Berapa banyak tanda-tanda kebutuhan berlibur di atas kamu rasakan? Semakin banyak jumlahnya, maka semakin besar alasanmu memutuskan berlibur. Selamat berlibur.

Share and Enjoy

  • Facebook
  • Twitter
  • Google Plus

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *