Kebutuhan nutrisi ibu hamil demi janin sehat!

nutrisi ibu hamil

Source: Bellefit

Kehamilan memang saat menegangkan namun juga membahagiakan. Membahagiakan karena akhirnya bunda dan ayah mendapat harapan kehadiran buah hati. Menegangkan jika mengingat kekurangan nutrisi ibu hamil bisa berdampak malapetaka baik fisik maupun mental. Kebutuhan nutrisi ibu hamil tentu tidak dapat diremehkan. Mengingat, janin sangat membutuhkan bunda guna memenuhi kebutuhan tumbuh kembang. Selama ilmu pengetahuan tetap diperoleh bunda dan ayah, langkah yang tepat bisa saja diambil tanpa harus merasa khawatir. Menu makanan yang tepat bisa sangat membantu bunda dan ayah sejahtera selama masa mengandung. Lagipula, kelahiran yang sehat tentu membawa rasa bahagia bagi semua orang. Penasaran, langsung saja simak daftar berikut :

  1. Zat besi

    Suplemen guna meningkatkan kadar zat besi sepertinya tidak asing lagi di telinga. Kebanyakan dari iklan yang digaungkan berfokus pada penderita anemia atau kekurangan darah. Maklum saja, sebagian besar pekerjaan zat besi terletak pada memproduksi darah baru guna memajukan fungsi tubuh. Jarang ada yang tahu bahwa ternyata zat besi sangat diperlukan selama mengandung. Ilmu kesehatan era kini telah membuktikan bahwa perempuan berbadan dua membutuhkan kadar zat besi dua kali lipat dibanding mereka yang tidak sedang hamil. Kekurangan zat besi tentu akan berujung anemia, hanya saja ibu hamil sedang membawa janin dalam perut sehingga dampak yang dirasakan ibu akan langsung terasa pada calon bayi ayah bunda.

    Mengingat janin masih berstatus calon manusia tentu saja tidak bisa disalahkan bila janin bak parasit ibu. Ketidak mampuan janin memproduksi makanan guna memperoleh energy untuk tumbuh kembangnya menyebabkan calon bayi menghisap segala sesuatu dari ibunya. Oksigen, hingga darah, semua diperoleh dari ibunda. Hal ini sangat menjelaskan kenapa bunda sangat mudah lelah selama masa kehamilan. Tanpa adanya asupan zat besi, tubuh bunda tidak mampu memproduksi darah secepat janin menyerap darah. Pusing, hingga pingsan bisa sangat mungkin dialami bunda yang jarang memberi asupan zat besi untuk tubuh. Padahal, jika dipikir kembali, mendapatkan zat besi dari makanan bukan hal yang menyakitkan. Bunda sangat diperbolehkan memakan daging – dagingan guna mendapatkan zat besi. Kalaupun bunda bukan tipe orang pemakan produk hewani, kacang – kacangan bisa menjadi alternatif sumber zat besi. 
  2. Protein

    Tidak banyak orang memandang fungsi protein sebagai sesuatu yang penting, bahkan pada saat hamil sekalipun. Secara awam, memahami bahwa protein hanyalah pembentuk massa otot yang digunakan oleh atlet angkat beban atau mania olah raga. Padahal, protein memegang peranan hidup dalam pertumbuhan sehari – hari. Pembentukan rambut, perbaikan sel, hingga mencegah keriput semua memerlukan protein. Tanpa adanya protein yang cukup, tubuh seolah kehabisan bahan baku untuk memperbaharui sel. Akibatnya, tubuh terpaksa ‘berhemat’ protein sehingga menghasilkan rambut rontok, atau kuku yang mudah patah.

    Daftar nutrisi ibu hamil tidak ketinggalan memasukkan protein. Berita baiknya, banyak kasus ibu jarang sekali kekurangan protein. Kendati demikian, tetap memperhatikan kadar protein dalam tubuh tentu tindakan yang tepat. Saat dewasa protein diperlukan guna memastikan sel tubuh bisa beregenerasi alias memperbaiki serta menggantikan sel tubuh yang sudah rusak. Dalam masa mengandung protein memegang peran yang tak jauh berbeda. Perkembangan janin sangat memerlukan protein. Ibarat semen sebagai bagian pembangunan rumah, protein juga sama. Tanpa adanya protein, bunda dan ayah bisa mengucapkan selamat tinggal pada otak, dan hati bayi normal. Menyediakan protein tidak perlu mahal, memakan varian telur bisa membantu memenuhi kebutuhan.
  3. Kalsium

Semenjak ilmu medis mengalami banyak kemajuan, kalsium dan vitamin D cukup meroket. Berbagai produk yang menawarkan kalsium mulai bermunculan di pasar. Tanda tanya mungkin sempat terbesit di kepala, kenapa kalsium sedemikian populer ? Sebelumnya telah dijelaskan mengenai zat besi dan protein. Zat besi berfokus pada darah sedangkan protein berfokus pada pembangunan sel. Kalsium memiliki fungsi yang lebih spesifik dibanding rekan – rekan nutrisinya. Badan sebetulnya terdiri dari 3 lapisan. Lapisan terluar adalah kulit yang bisa dilihat kasat mata. Lapisan kedua berupa otot dan tulang, barulah lapisan ketiga berisi organ tubuh. Tulang tidak hanya melindungi tubuh, namun juga fondasi. Pada awal kelahiran, tulang berfungsi sebagai rangka pembentuk badan. Apabila tidak ada tulang, tubuh akan letoy dan tidak mampu berdiri dengan sempurna. Kalsium hadir di deretan nutrisi sebagai jendral tulang. Apabila tidak ada kalsium, maka bersiap saja tubuh tidak mampu membuat tulang yang baik.

Kembali pada kasus kehamilan dan kenapa kalsium diperlukan. Dari awal telah ditekankan bahwa janin bukan mahluk yang mandiri. Janin memerlukan bunda untuk tetap tumbuh kembang. Di awal perkembangan, janin masih berusaha membentuk kerangka yang kokoh, yakni tulang. Bila bunda rajin mengkonsumsi kalsium, otomatis pertumbuhan janin akan lebih tenang lantaran tulang sudah pasti tumbuh. Rahasia keberlangsungan pertumbuhan janin apabila ibu jarang mengkonsumsi kalsium adalah pengorbanan. Ketika janin merasa asupan kalsium yang didapat kurang, tubuh otomatis mengirimkan kadar kalsium yang seharusnya dipergunakan untuk ibunda. Selanjutnya, bunda dan ayah tentu bisa menerka apa yang terjadi. Ya, bunda akan melemah, dengan tulang yang tidak kokoh. Cobaan kian menjadi kala bayi mulai tumbuh besar, dan berat, sehingga tubuh harus berusaha dua kali lipat agar mampu menopang janin. Tanpa adanya nutrisi ibu hamil yang mencukupi, sangat diragukan masa kehamilan berjalan dengan lancar.

Agar kebutuhan nutri ibu hamil bisa terjaga, ayah bisa coba masuk ke dapur. Mari mulai dengan masakan sederhana dulu atau menyiapkan susu ibu hamil.

Share and Enjoy

  • Facebook
  • Twitter
  • Google Plus

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *