Kenapa Bayiku Telat Tumbuh Gigi?

penjelasan tumbuh gigi

Source: Diary of Mummy

Tumbuh gigi pada bayi adalah salah satu hal paling dinanti. Ketika berjalan, merangkak, dan mengucapkan kata pertama telah dilalui, kini saatnya menunggu tumbuh gigi dimulai. Rasa penasaran mulai menghantui, takut apabila ternyata si kecil terlambat menunjukkan giginya. Padahal, penjelasan tumbuh gigi secara keseluruhan sebenarnya sama pentingnya dibanding sekedar mengetahui kapan tepatnya gigi akan menunjukkan sinarnya. Beruntung sekali, pada artikel kali ini akan dibahas mengenai tumbuh gigi bayi lengkap dengan penjelasan dan kelainan yang bisa terjadi.

Tidak semua bayi mengalami pertumbuhan sesuai dengan rata – rata. Beberapa anak memang mendapati tumbuh gigi terlambat. Alasan tumbuh gigi pada bayi terlambat pertama adalah karena bayi terlahir premature atau ada ‘kondisi bayi tertentu’ pada saat melahirkan, maka bisa saja inilah penyebab utama gigi bayi tak kunjung muncul, dan bersiap siap saja pada bayi prematur dengan hambatan pertumbuhan gigi biasanya menemukan ada masalah pada enamel (pelindung terluar gigi) pada bayi.

Bayi yang terlalu sering berada di dalam ruangan, tanpa adanya sinar matahari yang masuk dan tidak diberi asupan vitamin D, membuat tubuh bayi kesulitan mendapat bahan bakar untuk pertumbuhan gigi. Usut punya usut, vitamin D merupakan sahabat baik kalsium. Tanpa ada vitamin D, tubuh kesulitan menyerap  kalsium. Sebetulnya tradisi ‘menjemur bayi’ terutama pada keluarga jawa dengan membawa bayi keluar sebelum jam 9 pagi bermanfaat agar bayi mendapat asupan vitamin D yang diperlukan.

Persiapan jauh lebih berguna dibanding mencegah saat musibah terjadi. Sama dengan tumbuh gigi, mengingat vitamin D dan kalsium cukup penting, seharusnya bunda mulai mengkonsumsi keduanya bahkan ketika masih menyusui. Bahkan beberapa bunda sampai minum susu kehamilan guna mempersiapkan kebutuhan tumbuh gigi ketika bayi lahir nantinya. Sumber kalsium sendiri termasuk pula brokoli, bayam, sayuran hijau semacamnya. Sedangkan vitamin D ditemukan dalam ikan, meskipun batas konsumsi ikan harus diperhatikan.

Alasan paling sering ditemui ketiga adalah kelainan genetis. Tidak perlu saling curiga lantas menyalahkan satu sama lain. Belum tentu kesalahan terletak pada bunda maupun ayah. Mungkin pasangan atau anda sendiri tidak merasa memiliki kondisi tertentu, tapi bisa saja bentuk gen dalam bayi berasal dari nenek atau leluhur jaman dahulu yang anda atau pasangan sendiri bahkan tidak pernah mengenal. Kasus medis dimana anak mendapat masalah dari pendahulunya bukan hal yang aneh. Terkadang terlalu panjangnya silsilah keluarga membuat pelacakan kelainan genetis menjadi hal yang nyaris tidak mungkin dilakukan sepenuhnya.

Kondisi gen yang dimadsud termasuk namun tidak terbatas adalah amelogenesis imperfecta  dan odontodysplasia. amelogenesis imperfecta adalah kondisi dimana gigi tidak dapat tumbuh dengan normal, meski nanti sudah muncul gigi sekalipun, karena amelogenesis imperfecta menyerang khusus pada enamel gigi tidak jarang ditemui masalah seperti gigi berukuran jauh dibawah rata rata, gigi terkikis, bahkan gigi berbentuk sedikit berbeda. Sindrom satu ini hanya mempengaruhi gigi dan biasanya tidak memberi efek berarti pada anggota tubuh lain.

Sedangkan odontodysplasia  adalah kondisi yang tidak mempengaruhi kondisi gigi yang terlihat, malah kelainan gen ini ditemukan pada saraf gigi. Pada banyak kasus, odontodysplasia banyak ditemui pada bayi perempuan dibanding bayi berjenis kelamin laki laki. Hasil akhir tidak jauh berbeda dengan amelogenesis imperfecta gigi terlihat kuning dan tidak cantik. Memang dikatakan alasan paling sering umum ketiga tapi jika dihitung kembali kasus karena kondisi gen terutama yang cukup ekstrem memang tidak banyak atau bahkan jarang ditemui.

Tentu anda bertanya – tanya seperti apakah pertumbuhan gigi normal seharusnya. Perlu ditekankan bahwa membandingkan kondisi si kecil dengan kondisi bayi lain bukan hal aneh, sebetulnya ada bagusnya juga, dengan demikian sebagai orang tua anda mampu belajar dari pengalaman orang lain pula. Pada persoalan tumbuh gigi, sebagian besar anak mengalami pertumbuhan gigi pertama kali di usia 6 bulanan, bisa lebih lambat, bisa lebih cepat namun keseluruhan pas usia 6 bulan. Gigi pertama yang akan muncul adalah 2 gigi terdepan. Makannya sangat umum dijumpai bayi – bayi bergigi kelinci. Setelah 2 gigi depan (terutama bagian atas) barulah 2 gigi terdepan selanjutnya bermunculan pula diikuti dengan gigi gigi lain yang masih tersembunyi di dalam gusi. Jika diurutkan maka tahap pertumbuhan gigi menjadi seperti berikut :

Bayi berusia 11 bulan secara umum memiliki empat gigi

Bayi berusia 1 tahun 3 bulan secara umum memiliki delapan gigi

Bayi berusia 1 tahun 3 bulan secara umum memiliki delapan gigi

Bayi berusia 1 tahun 7 bulan secara umum memiliki dua belas gigi

Bayi berusia 1 tahun 11 bulan secara umum memiliki enam belas gigi

Bayi berusia 2 tahun 7 bulan secara umum memiliki dua puluh gigi

Sekarang ayah dan bunda sudah tahu kapan kira – kira si kecil menunjukkan gigi pertamanya. Hal yang harus dipahami sekali lagi adalah setiap anak memiliki waktu pertumbuhan yang berbeda. Jangan langsung menganggap anak tidak normal hanya karena pertumbuhan giginya lebih lambat dibanding yang lain. Jangan pula panik apabila ternyata gigi bayi tumbuh lebih cepat dibanding rata – rata. Pertumbuhan gigi yang patut dikhawatirkan adalah ketika jumlah gigi lebih banyak atau gigi berbentuk tidak normal. Tumbuh gigi pada bayi tidak bisa dipaksa dan membutuhkan kesabaran, ayah dan bunda sebaiknya rileks saja.

Kalau bayi sudah tumbuh gigi dan agak rewel, ayah bunda bisa simak artikel dari Nestle ini.

Share and Enjoy

  • Facebook
  • Twitter
  • Google Plus

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *