Ketahui Lebih Dalam Seputar Diare pada Ibu Hamil

cara menghitung usia kehamilan

Source: BabyCenter

Kehamilan memang berjuta rasanya. Mulai dari impian kehadiran buah hati yang tiap harinya mendekati realita sampai dengan keluh kesah akibat keberadaan janin semuanya ada. Satu hal yang pasti, apabila bunda tidak menyerah termasuk pada masalah diare pada ibu hamil, percayalah, tantangan kehamilan akan sepadan dengan usaha selama 9 bulan.

Usaha sangat boleh dilakukan, selama otak masih digunakan. Ya, mencoba mengatasi sesuatu tanpa pernah berpikir untuk memahami bagaikan menangkap angin. Sekilas, sepertinya angina sudah dalam genggaman, namun ketika dilihat lebih dekat, tidak ada yang diperoleh, begitu pula dengan atasi diare kala mengandung buah hati.

Pencernaan bermasalah merupakan kondisi yang cukup umum. Banyak perempuan mengandung mempermasalahkan hal-hal yang berkaitan dengan pencernaan. Diare, tergolong penyakit ibu hamil yang memicu harap-harap cemas. Rasa cemas karena memikirkan nasib janin dalam kandungan dan berharap pikiran negatif tidak jadi kenyataan serta semuanya sekedar imajinasi bunda belaka.

Tenang, ambil, nafas, untuk kedua kalinya ditekankan bahwa diare termasuk kondisi pencernaan kehamilan yang cukup umum. Artinya, di seluruh dunia, ada banyak perempuan yang mengalami hal serupa. Sekarang, tugas ayah bunda adalah memahami diare ibu hamil serta mencari solusi permasalahan, yang tentu saja tidak akan menganggu perkembangan calon buah hati di dalam rahim ibunda.

Apa itu diare?

Diare diambil dari kata latin Diarrhein yang berarti mengalir lancar. Sesuai namanya, diare merupakan kondisi dimana penderita ingin buang air besar, namun keluarnya terlalu lancar, bahkan cenderung tidak mau berhenti. Tak jarang, tekstur kotoran cair sehingga menyerap kadar air dalam tubuh, membuat penderita lemas tak berdaya.

Kenapa banyak perempuan hamil alami diare?

Perempuan hamil kerap kali terserang diare sehingga harus bersabar. Pertanyaannya adalah, dari sekian jenis manusia, kenapa perempuan yang sedang berjuang untuk generasi berikutnya diserang oleh diare?

Kondisi diare biasa terjadi di kehamilan tiga bulan. Pada masa inilah, kandung kemih dan berbagai organ cenderung longgar. Inilah pemicu utama keluarnya ‘sampah’ tubuh terlalu cepat hingga menimbulkan diare.

Bagaimana cara mengatasi diare?

Mengatasi diare tergolong hal yang gampang namun juga susah. Gampang dalam artian pada akhirnya diare sangat mungkin terjadi dan sukar dihindari. Sulit dalam artian tidak semua orang mampu menjalani proses minimalisir penyakit ketika datang menyerang. Namun, manapun itu, tidak ada salahnya mencoba 3 metode berikut:

  1. Sabar

Kata yang gampang dikatakan namun sangat sulit dilakukan disebut sabar. Ya, tidak banyak orang mampu bersabar meskipun paham apa arti sabar. Ternyata, buah kesabaran memang benar adanya. Diare umumnya berlangsung sekitar dua sampai tiga hari, sebelum menghilang dengan sendirinya. Alih-alih marah kesana kemari, ada baiknya energi dialihkan guna menanti diare ‘bosan’ dan ‘angkat kaki’.

  1. Obat?
    Pengusaha oportunis kerap kali mengambil kesempatan dibalik penderitaan manusia. Dalam hal dehidrasi, tidak ada farmasi yang ingin ketinggalan. Bunda cukup mengeluh saja di depan meja konter, maka apoteker siap rekomendasi beragam macam obat yang entah darimana asalnya. Jangan terburu-buru, semanis apapun kalimat pada bungkus obat selalu teliti sebelum membeli. Reka ulang apa kata dokter tentang kandungan obat yang dilarang.
  2. Perhatikan kadar dehidrasi

Tubuh manusia sembilan puluh persen air, tidak perlu diragukan sudah terbukti. Inilah kenapa air sangat penting dalam kehidupan manusia. Kala diare menyerang, kadar air bunda menurun dengan sangat cepat, padahal air tdak hanya untuk janin melainkan untuk ibu hamil pula. Selalu sediakan air minum ekstra untuk menghindari hal-hal tak diinginkan.

Kapan harus temui dokter?

Rasa cemas dan khawatir tentu ada batasnya. Tidak selalu berpikir positif akan membantu keadaan bila pada dasarnya tubuh bunda bermasalah. Bukan berarti lantas ayah bunda diagnosa asal karena diperbolehkan merasa cemas. Ada beberapa kriteria yang mengkategorikan diare bunda diatas standard alias tingkat parah, diantaranya..

  1. Kencing berwarna kuning gelap
  2. Mulut terasa kering nan lengket
  3. Haus tak terpuaskan
  4. Air seni berkurang jauh
  5. Sakit kepala tak menentu
  6. Mata berkunang-kunang
  7. Kepala terasa begitu ringan

Satu gejala berarti masih ada harapan, namun bila bunda menunjukkan gejala yang mencapai lima bahkan tujuh kategori, segera daftarkan diri guna konsultasi pada ahli kesehatan terpercaya. Jangan menunda-nunda karena bisa jadi masalah antara bunda dan janin, akan tetapi tak perlu panik yang bisa memicu tindakan tidak perlu.

Adakah langkah pencegah?

Orang bijak mengatakan mencegah jauh lebih baik dibanding mengobati, dan memang demikian faktanya. Akan jauh lebih mudah dan murah apabila diare tidak perlu datang. Bayangkan betapa banyak waktu, tenaga, dan uang terbuang ketika diare hadir dalam hidup.

Kendati demikian, penjelasan sebelumnya telah menyatakan bila diare sangat sulit dihindari. Namun, tenang saja, ada cara untuk mengurangi beban diare. Siksaan diare sebetulnya kian parah bila tekstur tinja atau kotoran padat nan keras, bayangkan saja betapa besar energi yang dikeluarkan untuk mendorong keluar. Berita baiknya, diare memang tak bisa diatur, tapi tekstur kotoran masih mau menurut.

Penelitian membuktikkan serat berhubungan erat dengan tekstur kotoran manusia. Semakin banyak serat yang dimakan, maka semakin lancar pula sesi buang air besar. Bagi bunda yang tidak menyukai konsumsi serat, yakni sayur mayur, cukup minum susu kehamilan dengan kandungan serat akan sangat membantu atasi diare pada ibu hamil.(HN)

Share and Enjoy

  • Facebook
  • Twitter
  • Google Plus

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *